Bangsa Melayu

Inilah bangsa yang telah hadir lama namun hanya secara fakta. Sejatinya bangsa Melayu terpisah dan dipisahkan dalam kedaulatan Negara bangsa yang lebih modern. Apabila sistem pemerintahanya masihlah dalam wilayah feodal, namun feodalismenya terbatas pada kerajaan besar yang tidak saling mengait secara determinan dengan pemerintahan feodal kecil, dari tingkat hulubalang sampai dengan kepala kampung.
Kerajaan bagaikan kota yang tidak berkait dengan desa. Oleh sebab kekompleksan itu, terkadang satu penghulu tidak seiasekata dengan penghulu lainnya. Berbeda dengan feodalisme di Jawa, di mana kultur nepotismenya lebih kuat. Setiap kepala pemerintahan setingkat daerah masihlah keluarga kerajaan di pusat kerajaan itu sendiri.
Hal itulah yang menjadikan bangsa Melayu, merupakan peletak Negara modern di Asia Tenggara. Bangsa Melayu bangsa yang egaliter. Hak Raja dan penghulu dibatasi pula oleh kewajibannya. Bangsa Melayu kini terpecah tiga bagian besar.
Bangsa yang mendiami Indonesia, bangsa yang mendiami Malaysia, dan bangsa yang mendiami Philipina. Arti Melayu begitu jelas ada dalam kamus Tagalog Philipina. Artinya “orang yang sampai setelah bepergian jauh.” Apa maksudnya? Ini dari akar bangsa Melayu sendiri, yang dipertemukan antara ras Mongoloid Timur dengan ras Arya di Barat.






