logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Arsitektur

Gempa Bumi dan Bangunan Runtuh


Ilustrasi bangunan runtuh

Ketika gempa bumi terjadi, manusia tidak bisa mengelak. Bersifat by nature. Namun, manusia bisa meminimalisasi dampak terusan. Aksi preventif juga kuratif. Misalnya, metode kuratif (pengobatan) dengan psikologi korban, bantuan makanan, dan sebagainya. Nah, aksi preventif (pencegahan) kadang luput diterapkan.

Bangunan runtuh di gempa Yogya misalnya, memang bisa dibangun kembali. Arsitektur rumah memberi andil besar roboh atau tidaknya suatu bangunan. Namun, tidak ada yang bisa menjamin gempa bumi tidak terjadi kembali.

Fakta Tentang Gempa

  • Dikatakan bahwa gempa terjadi suatu tempat sekali setiap tiga puluh detik! Beberapa gempa menyebabkan tremor sedikit yang bisa hampir tidak dirasakan sementara yang lain dapat memiliki dampak yang kuat.
  •  Kadang ada tremor kecil yang terjadi sebelum gempa. Ini disebut foreshocks. Setelah gempa bumi, gempa kecil dapat terjadi yang disebut gempa susulan.
  • Gempa bumi dapat terjadi pada setiap saat, siang atau malam dan dapat berlangsung selama beberapa detik untuk selama beberapa menit.
  • Ada sekitar lima ratus ribu gempa terdeteksi secara global setiap tahun. Sementara sepuluh ribu ini bisa dirasakan, seratus dapat menyebabkan kerusakan serius. Sebagian besar gempa bumi terjadi pada jarak lima puluh mil dari permukaan bumi. Gempa bumi paling awal tercatat di provinsi Shandong Cina kembali pada tahun 1831 SM.
  •  Gempa bumi yang tercatat terbesar di dunia itu di Chili tahun 1960. Besarnya gempa adalah 9,5. Selama gempa Chili, gelombang seismik mengalami perjalanan di seluruh dunia selama beberapa hari. Dan ini dikenal sebagai osilasi bebas dari Bumi.
  • Interior Antartika memiliki fenomena yang mirip dengan gempa bumi, yang dikenal sebagai gempa es. Gempa es terjadi dalam lapisan es, bukan tanah di bawah lapisan es.
  • Gempa bumi yang terjadi di China tengah pada tahun 1556 adalah gempa paling mematikan di dunia yang pernah. Gempa melanda sebuah daerah di Cina di mana kebanyakan orang tinggal di gua-gua yang diukir dari batu lunak.
  • Gua-gua runtuh saat gempa, menewaskan lebih dari 830.000 orang. Gempa mematikan melanda Tangshan, Cina pada tahun 1976, diperkirakan membunuh 250.000 orang.
  • Wilayah California Selatan rutin mengalami sekitar sepuluh ribu gempa bumi setiap tahun. Namun, banyak dari mereka yang kecil dan tidak dirasakan.
  • Mayoritas gempa bumi terjadi di sepanjang batas lempeng. Lempeng Pasifik dikenal sebagai Lempeng Api Pasifik karena merupakan salah satu batas lempeng yang paling aktif di mana sering ada gempa bumi serta letusan gnung berapi.

Bangunan Runtuh

Gempa bumi skala besar di mana pun akan selalu memakan korban jiwa dan bangunan rusak. Ini jadi concern penting bagi para arsitek dan dunia konstruksi. Terutama, ketika media televisi menyorot bangunan macam mall, perusahaan, dan lain-lain, yang tidak memenuhi SOP. Membangun rumah, apalagi besar, butuh desain kokoh.

Bahkan, ilmu konstruksi bangunan ini sudah lumayan maju. Sering diadakan simulasi bencana secara digital (komputer) maupun riil. Ketika bangunan besar menjulang runtuh seketika ketika gempa bumi, patut diwaspadai lalai dalam memakai segi security konstruksi. Misalnya, kasus gempa bumi di Padang ketika Hotel Ambacang rubuh seketika.

Bencana akan terus bersifat by nature. Namun, konstruksi bangunan adalah by design, desain manusia. Bangunan runtuh boleh jadi karena konstruksi yang salah. Presisi (akurasi) konstruksi bangunan yang tahan gempa bisa dikukur. Jadi, kita tidak bisa terus-menerus menyalahkan alam sebagai faktor tunggal.

Rumah Tahan Gempa

Di Yogya, kini dibangun rumah tahan gempa. Konstruksi bangunan rumah simpel dan unik. Bangunan tahan gempa itu dibiayai oleh pemerintah dan lembaga donor. Bumi Yogya jadi master plan dalam membentuk cetak biru aksi pembangunan rumah pascagempa. Bahkan, penanganan gempa bumi di Padang berkiblat ke Yogya. Rumah tahan gempa jadi masterpiece dari cetak biru ini.

Rumah tahan gempa bukan hal asing. Di dusun desa, terutama kampung adat, rumah rumah tahan gempa. Bukan karena konstruksi yang aduhai rumit dan kelewat canggih modern, melainkan karena rumah kembali ke alam. Dinding rumah masih setia dengan bilik. Atap memakai alang-alang. Lantai rumah kadang masih tanah.

Konstruksi rumah tersebut berbasis tradisional sesuai filosofi rumah yang ingin bersatu dengan alam. Memakai kata Mbah Maridjan, "Tidak melawan (kehendak) alam." Di era modern, rumah model demikian sukar ditemui. Terutama, di kota modern. Bahkan, di daerah urban. Konstruksi bangunan tersebut, bahkan, dianggap ciri kemiskinan. Kita perlu kembali pada alam. Ternyata, konstruksi bangunan tahan gempa ada di sekeliling kita.

Kontruksi Rumah Bawah Tanah

Rumah bawah tanah adalah rumah yang telah dibangun mempasak ke bukit. Rumah ini juga dapat dibangun di bawah tanah pada bagian datar dari tanah. Rumah-rumah yang disebut sebagai tempat penampungan bumi dan rumah itu terutama dibangun oleh orang-orang yang sadar lingkungan.

Alasan lain pembuatan rumah adalah pemeliharaan yang minim ditambah juga rumah ini juga dapat memotong biaya pemanasan dan pendinginan lebih murah lagi. Rumah berbaur dengan alam dan melestarikan dan melindungi lingkungan sekitarnya.

Rumah tradisional in iterlindung dapat dibangun ke bukit atau lereng yang tidak akan digunakan untuk tujuan lain bangunan. Tidak ada hilangnya ruang hijau karena atap bawah tanah dan dapat digunakan untuk sebagai area bermain, taman atau taman kecil. Jenis rumah juga melestarikan alam karena tanah di atas rumah bawah tanah dapat dibiarkan.

Rumah ini dapat merevitalisasi lanskap, terutama di daerah perkotaan. Jumlah tanaman dan hewan di sekitar jenis rumah juga dapat meningkat, dimana pemilik tanah penampungan sebagian melihat sebagai keuntungan.

Tidak ada kayu yang digunakan untuk membangun sebuah rumah bawah tanah. Struktur ini seluruhnya terbuat dari bahan beton dan lainnya dibuat untuk menahan menjadi tanah. Kayu dapat dilestarikan dan rumah beton dikatakan bertahan lebih lama daripada rumah konvensional dibangun. Ini adalah satu lagi manfaat lingkungan memiliki rumah bawah tanah.

Sebuah rumah yang dibangun di bawah tanah dianggap lebih aman daripada rumah di atas tanah. Bencana alam seperti angin kencang, tornado atau badai hujan es akan melakukan sedikit atau tidak ada kerusakan pada rumah yang ditampung bumi ini.

Selama gempa bumi, alih alih terjadi bangunan runtuh, yang ada malah getaran tanah berkurang dengan kedalaman dan ini membuat rumah bawah tanah jauh lebih aman. Rumah penampungan bumi memiliki landasan konkret yang dapat tahan gempa. Beton dan kancing logam membentuk bagian luar rumah bawah tanah, sehingga juga tahan api.

Suhu beku dan pemadaman listrik tidak dianggap sebagai masalah dalam rumah penampungan bumi. Suhu tetap konsisten dalam rumah dan bahkan ketika panas benar-benar dimatikan, suhu hanya akan turun beberapa derajat per bulan. Dalam sebuah rumah penampungan bumi, sangat jarang untuk suhu turun lebih rendah dari 50 derajat Fahrenheit (10 derajat Celcius), bahkan di daerah yang sangat dingin.

Tinggal di sebuah rumah bawah tanah bisa lebih murah dalam jangka panjang daripada tinggal di rumah konvensional. Biaya asuransi bisa turun karena rumah ini tahan api dan tahan bencana alami. Pemeliharaan dan energi tagihan juga bisa jauh lebih rendah daripada di rumah konvensional.

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Gaya Arsitektur Eropa - Megah dan Bernilai Historis Tinggi
  • Bermain Arsitektur Rumah Sederhana dengan Bahan Bambu
  • Kemegahan Bangunan Yunani
  • Arsitektur Hemat Energi Ala Ridwan Kamil
  • Arsitektur Rumah Kayu Daerah di Indonesia
  • Villa Isola dan Bangunan Kolonial Bergaya Art Deco di Bandung
  • Seni Arsitektur Romawi
  • Arsitektur Dekonstruksi: Gabungan Seni dan Filosofi
  • Arsitektur Rumah Tinggal Gaya Bangun Rumah Persada
  • Arsitektur Rumah Mungil
  • Lanraad: Bangunan Belanda di Bandung
  • Gaya Arsitektur Post Modern
  • Mendesain Bangunan Kantor yang Baik dan Nyaman
  • Tip Mudah Merenovasi Kamar Mandi dengan Biaya Murah
  • Menyapa Kemegahan Arsitektur Yunani
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA