Banjir Baleendah yang Memprihatinkan

Banjir Baleendah, daerah yang terletak di kawasan kabupaten Bandung, Jawa Barat, dalam beberapa tahun ini merupakan yang terbesar. Banjir tersebut tak hanya merendah rumah-rumah penduduk, namun air banjir telah memutuskan akses jalan menuju tujuh perkampungan di Kelurahan Andir. Meskipun banjir di wilayah lain, seperti Rancaekek sudah mulai surut.
Banjir Baleendah seperti biasa banjir yang terjadi di daerah lain yang wilayahnya dilalui sungai besar, terjadi karena Sungai Citarum meluap. Hujan deras yang mengguyur selama berhari-hari membuat sungai tersebut tak mampu menampung debit air sehingga meluap ke kampung-kampung penduduk. Pembuangan sampah sembarangan ke sungai, plus pengrusakan lingkungan di sekitar sungai, membuat banjir tak bisa dibendung.
Mengungsi
Ratusan warga korban banjir Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang terpaksa harus tidur di pinggir jalan karena rumah mereka terendam banjir. Seperti yang diungkapkan Maman, seorang warga Cipagolo Bojongsoang, “Banjir kembali datang menerjang, terpaksa kami harus begadang sampai pagi. Anak dan istri secara terpaksa harus tidur di pinggir jalan dan emper toko”.
Korban pertama dari meluapnya sungai Citarum yakni kampung Cieunteung, Baleendah karena posisinya yang dekat dengan aliran sungai yang meluap. Ribuan rumah terendam dengan ketinggian yang bervariasi, antara 50 cm sampai 150 cm. mereka yang rumahnya agak jauh dari sungai pun hanya merasakan aman dari banjir selama tiga minggu saja, bahkan ada sebagian dari warga kampung yang sudah mengungsi lebih dari lima bulan.
Anak-anak sungai Citarum, seperti sungai Citarik, sungai Cinambo, sungai Cirasea, sungai Cikapundung, dan sungai Citepos tak ada yang tak meluap. Semuanya meluap karena memang debit air yang ada melebihi kapasitas daya tampung anak-anak sungai tersebut. Jelas keadaan tersebut akan membahayakan bangunan-bangunan yang berada di atas bantaran sungai karena bisa saja akan roboh ke sungai apabila pondasinya tidak kokoh.
Dampak Banjir
Seperti biasanya yang terjadi korban banjir akan terserang oleh berbagai macam penyakit, diantaranya infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Beruntung Baleendah mempunyai camat sekelas Usman Sayogi yang senantiasa stand by menginstruksikan kepada jajarannya untuk mengobati warga yang terkena infeksi tersebut. Sebagaimana Usman mengatakan, "Penyakit yang ada sejauh ini tidak terlalu mencolok, paling banyak warga yang terserang ISPA. Untuk menanggulanginya, kami sudah menyiapkan petugas kesehatan untuk mengobati warga di lokasi pengungsian”.
Sebagaimana dipahami, penyakit ISPA biasanya menyerang daerah-daerah yang lembab. Hujan yang terus-terusan mengguyur Baleendah dan sekitarnya, disertai dengan makin meluasnya sungai Citarum meluap membuat wilayah tersebut sangat lembab dan itu akan membuat banyak warga yang terserang ISPA. Penyakit lain yang biasanya menyerang seperti, gatal-gatal, alergi air akibat kuman sampai demam akibat cuaca yang sangat fluktuatif.






