Mengenal Wilayah Bantul dan Daya Tariknya
Ilustrasi bantul
Hal apa yang ada di kepala Anda ketika mendengar kata "Bantul"? Mungkin sebagian orang yang belum pernah mendengar tempat ini akan langsung berasumsi pada sesuatu yang asing. Jika tidak tahu tempat tersebut, Anda mungkin akan berasumsi bahwa Bantul terletak sangat jauh.
Bantul adalah salah satu kabupaten yang ada di daerah Yogyakarta. Daerah tersebut terdiri atas bagian dataran, perbukitan, serta pantai yang masing-masing berbatasan dengan Kabupaten Sleman dan Yogyakarta (sebelah utara), Kabupaten Kulon Progo (sebelah barat), Kabupaten Gunung Kidul (sebelah timur), dan Samudra Hindia (sebelah selatan).
Melihat lokasi dan batas wilayahnya, kita bisa bermain-main di daerah Bantul setelah asyik berlibur di kota wisata Yogyakarta. Jika biasanya kita hanya mengenal Pantai Parangtritis berada di Yogyakarta, sudah saatnya kita mengenal bahwa pantai tersebut berada di wilayah Kabupaten Bantul.
Sayangnya, kebanyakan orang tidak tahu bahwa wilayah ini memiliki banyak kelebihan dan menyimpan pesona yang indah sebagai tempat wisata. Selain karena daerahnya yang berupa kabupaten, daerah ini juga terkenal sebagai tempat yang rawan gempa bumi sehingga banyak orang yang bergidik sebelum melihat indahnya Kabupaten Bantul.
Beberapa sungai yang bisa kita temui di daerah ini ada enam, yaitu:
- Sungai Oyo,
- Sungai Opak,
- Sungai Code,
- Sungai Bedog,
- Sungai Progo, dan
- Sungai Winogo.
Sungai yang mengaliri daerah Bantul dengan aliran yang sangat cepat adalah Sungai Progo. Oleh karena itu, banyak orang yang berlibur ke tempat yang berdekatan dengan daerah Sungai Progo untuk bisa menikmati derasnya aliran sungai tersebut.
Masyarakat Bantul yang Religius
Salah satu ciri yang paling memperlihatkan keistimewaan masyarakat Bantul adalah kepercayaan mereka terhadap keagungan Tuhan dan segala yang bersumber dari alam. Pusaka tongkat pemerintahan (tombak Kyai Agnya Murni) yang diberikan kepada para pemimpin kabupaten ini memberikan nilai filosofis yang besar terhadap masyarakatnya akan pentingnya berserah diri kepada Tuhan dan melakukan segala hal yang sesuai dengan ketentuan alam.
Bantul memiliki moto "pamor wos wutah wengkon" yang berarti bahwa 'melimpahnya kemakmuran adalah untuk dinikmati seluruh rakyat'. Dengan moto tersebut, dapat diketahui alasan masyarakat Bantul masih setia dengan sistem masyarakat yang bersifat kekeluargaan. Setiap hal yang dilakukan oleh masyarakatnya didasarkan pada dua tonggak ilmu dan keimanan.
Seperti halnya pepatah Einstein, ilmu tanpa keimanan (agama) adalah buta, sedangkan keimanan (agama) tanpa ilmu akan lumpuh. Maka, begitulah masyarakat Bantul menyikapi kehidupan. Oleh karena itu, masyarakat di wilayah ini masih setia dengan nilai-nilai sakral ketuhanan serta masih berat dengan nilai-nilai primordial yang menjunjung tinggi nilai kesemestaan.
Objek Wisata Kabupaten Bantul
Selain menyimpan keindahan moral, Bantul juga menyimpan keindahan alam yang bisa membuat kita bersyukur dan mengkhidmati ciptaan Tuhan. Salah satu objek wisata terkenal yang ada di wilayah ini adalah Pantai Parangtritis. Pantai yang cukup sepi ini sering menjadi tujuan wisata bagi sebagian orang yang ingin menghilangkan kepenatan dan kejenuhan dari rutinitas kota.
Tidak seperti objek wisata pantai lainnya, di tempat ini tidak banyak berdiri kios penjual barang atau cendera mata karena pada awalnya Pantai Parangtritis ini memang tidak ditujukan sebagai daerah wisata. Selain pantai Parangtritis, ada juga objek wisata lain yang bisa kita datangi saat bersinggah di wilayah Bantul. Objek wisata tersebut adalah:
- Pantai Depok,
- Pantai Kuwaru,
- Gua Selarong,
- Gua Cerme,
- Makam Raja-Raja Mataram Imogiri,
- Kasongan, dan
- Pantai Parangksumo.
Berburu Kuliner Khas Bantul
Selain mendatangi beberapa sungai, pantai, dan gua yang berada di wilayah ini, kita juga bisa mencari makanan khas Bantul yang disebut geplak. Lalu, kita juga bisa berjalan-jalan untuk mencari kuliner khas yang bisa dibawa sebagai oleh-oleh khas Bantul.
Salah satu tempat kuliner yang menyajikan oleh-oleh khas Bantul adalah Mbok Tumpuk. Tempat ini dikenal sebagai penghasil makanan khas Yogyakarta yang berupa geplak, bakpia, dan peyek. Pada mulanya, toko Mbok Tumpuk menjual produknya secara rumahan. Namun, karena banyaknya peminat dari berbagai kalangan, akhirnya rumah produksi tersebut berkembang menjadi toko yang juga menyediakan produk mereka ke berbagai toko yang ada di kota Yogyakarta.
-
Geplak
Geplak yang diproduksi toko oleh-oleh ini adalah makanan yang terbuat dari bahan-bahan kelapa, gula, dan beberapa perisa atau aroma. Kelapa muda yang sudah diambil dagingnya kemudian diparut dan diambil santannya untuk kemudian diaduk bersama gula dalam tungku. Proses pemanasan santan dan gula ini berlangsung sekira empat jam sebelum akhirnya ditiriskan dan dibentuk menjadi geplak yang bisa dijual.
Sama halnya dengan wingko babat, geplak juga pada mulanya dijual dengan satu macam rasa, yakni original. Namun, sesuai dengan perkembangan kuliner yang ada di Indonesia, geplak juga turut memajukan dirinya dengan mencampur berbagai aroma dan rasa yang sesuai dengan selera pasar.
-
Bakpia
Produk oleh-oleh yang juga terkenal di Yogyakarta adalah bakpia, yakni kue berbentuk bulat dengan isi kacang hijau. Pembuatan bakpia ini dilakukan dengan cara dipanggang sehingga rasa dan bentuknya menjadi lebih tahan lama.
-
Peyek
Jenis produk terkenal khas Bantul adalah peyek, yakni makanan berbahan dasar kacang tanah yang dicampur dengan tepung beras dan bumbu lainnya. Pembuatan peyek ini mengalami beberapa tahap penggorengan, yakni penggorengan pertama sebelum pembentukan peyek, penggorengan kedua untuk dikeringkan, dan penggorengan ketiga untuk penyelesaian.
Ketiga makanan itulah yang paling terkenal di wilayah Bantul. Berbagai macam toko khas oleh-oleh di wilayah ini lebih memprioritaskan penjualan ketiga produk tersebut meskipun banyak juga makanan lain yang dijual untuk bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Kerajinan Tangan Khas Bantul
Jika sudah berkunjung ke beberapa objek wisata dan membeli makanan khas Bantul, belum lengkap rasanya jika belum berkunjung ke tempat-tempat kerajinan tangan yang ada di daerah ini. Daerah yang menjadi pusat kerajinan tangan khas Yogyakarta ini dipenuhi dengan rumah produksi seni yang menyajikan berbagai macam kerajinan tangan khas Yogyakarta.
Dengan mendatangi rumah-rumah produksi tersebut, kita bisa melihat pembuatan barang-barang kerajinan tangan. Namun, jika Anda malas untuk datang ke sana, Anda juga bisa mendatangi Pasar Gabusan yang merupakan pusat penjualan kerajinan tangan khas Bantul.
Pasar yang memiliki visi untuk memajukan produknya ke pasar internasional ini dianggap sebagai salah satu tempat yang bisa menawarkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, wilayah yang dipilih sebagai lokasi Pasar Gabusan ini dibuat sestrategis mungkin agar mudah dikenali oleh berbagai wisatawan. Pasar yang terletak di Jalan Raya Parangtritis ini merupakan daerah yang sering dilewati sehingga memudahkan proses penjualan.
Barang-barang kerajinan tangan yang dihasilkan dan didistribusikan di Pasar Gabusan ini bermacam-macam. Ada benda berbahan dasar kulit, kayu, tanah liat, sampai dengan benda berbahan logam ada di sini.
Demikianlah informasi seputar Bantul. Anda tertarik untuk berkunjung ke Bantul? Selamat berwisata di wilayah Bantul.

