Banyuwangi, Kota di Ujung Paling Timur Pulau Jawa
Jika tinggal di pulau Jawa dan ingin pergi berlibur ke Bali lewat jalur darat, pasti Anda akan melewati kota yang satu ini, Banyuwangi. Kota ini dapat disebut kota penghubung pulau Jawa dan Bali karena letaknya di ujung paling timur pulau Jawa. Kota ini merupakan ibu kota dari Kabupaten Banyuwangi. Di sini terdapat Pelabuhan Ketapang. Pelabuhan ini menghubungkan pulau Jawa dengan Pelabuhan Gilimanuk di Bali.
Sejarah
Berdasarkan sejarahnya, kota Banyuwangi adalah bagian dari Kerajaan Blambangan pada pertengahan abad ke-17 yang dipimpin oleh seorang pangeran bernama Pangeran Tawang Alun. Pada waktu itu, VOC menganggap Blambangan adalah wilayah kekuasaannya.
Pada akhir abad ke-18, terjadilah peperangan antara VOC dan Kerajaan Blambangan yang dikenal dengan Puputan Bayu pada tanggal 18 Desember 1771. Peristiwa ini akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi kota Banyuwangi.
Asal-Usul Nama Banyuwangi
Asal-usul nama Banyuwangi berasal dari cerita yang terkenal di Banyuwangi, yaitu cerita Putri Sritanjung. Cerita ini mengisahkan Putri Sritanjung dibunuh oleh suaminya di pinggir sungai karena suaminya ragu akan kehamilan Putri Sritanjung.
Suaminya menganggap janin dalam rahim Putri Sritanjung hasil perselingkuhan. Kemudian sang putri bersumpah dengan mengatakan: “Apabila darah yang mengalir di sungai berbau amis, berarti janin ini bukan anakmu. Tapi, jika baunya wangi, berarti janin ini anakmu”. Darah yang mengalir ke sungai ternyata bunya harum atau wangi. Hal ini membuat suaminya meyesal. Akhirnya daerah ini diberi nama Banyuwangi.
Suku-Suku di Banyuwangi
Ada beberapa suku yang tinggal di sini. Suku yang mendominasi adalah Suku Osing. Suku ini adalah penduduk asli Kabupaten Banyuwangi dan bahasa yang digunakan adalah bahasa Osing (salah satu ragam bahasa tertua bahasa Jawa). Budaya dan bahasa ini dipengaruhi oleh budaya dan bahasa Bali. Selain itu, di sini juga terdapat Suku Madura, Suku Bali, dan Suku Bugis.
Kebudayaan
Kebudayaan di Banyuwangi sangat unik karena terbentuk dari perpaduan berbagai budaya asing dan lokal.
Kesenian Tradisional
- Gandrung Banyuwangi
- Seblang
- Janger
- Rengganis
- Hadrah Kunthulan
- Patrol
- Mocopatan Pacul Goang
- Jaranan Butho
- Barong
- Kebo-Keboan
- Angklung Caruk
- Gedhogan
Alat Musik
- Gamelan Banyuwangi. Gamelan ini menggunakan “kuncling” atau triangle (alat musik berbentuk segitiga yang terbuat dari kawat besi tebal dan terdapat alat pemukul untuk membunyikan kuncling.
- Kendhang (fungsinya sama dengan gamelan Sunda dan Bali).
- Kempul atau gong.
- Kethuk.
Tempat Wisata
- Taman Nasional Alas Purwo
- Kawah Ijen
- Pantai Grajagan
- Pantai Plengkung
- Pantai Rajegwesi
- Pantai Sukamade
- Pantai Trianggulasi
- Pantai Blimbingsari
- Pulau Merah
- Watu Dodol
- Taman Nasional Baluran
- Telaga Umbul Pule
- Air Terjun Lider
- Kali Klatak
- Kolam Renang Jatisrono
- Gumuk Kancil
- Air Terjun Wonorejo
- Perkebunan dan Air Terjun Kalibendo
- Pemandian Taman Suruh
- Mirah Fantasia Waterboom dan Istana Burung
- Alam Indah Lestari (AIL) Rogojampi
- Taman Wisata Pancoran Rogojampi
- Desa Wisata Osing
Itulah profil singkat kota Banyuwangi. Sebelum berlibur ke Bali, tidak ada salahnya Anda mampir dulu ke kota ini. Selamat mencoba dan semoga peralanan Anda menyenangkan!






