Barang Baru: iPad Presiden
Ada sesuatu yang berbeda waktu Presiden SBY menyampaikan konferensi pers resmi yang berkenaan dengan keistimewaan Yogyakarta tempo hari. Presiden SBY punya barang baru. Dipamerin lagi. Jangan-jangan Presiden sudah menjadi bintang iklan seperti menantunya Annisa Pohan dan cucunya Aira Yudoyono. Hanya saja kali ini beliau menjadi ‘bintang’ iklan produk baru dari Apple. Wow!
Ada yang bilang hal itu sangat tidak etis. Ada juga yang bilang bahwa tim komunikasi SBY kurang jeli. Ada juga yang beranggapan bahwa hari itu SBY tidak seperti SBY yang selalu memperhatikan detail. Atau sakingnya senangnya punya barang baru, Bapak Presiden lupa bahwa memamerkan barang baru itu kurang baik bagi rakyatnya yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan.
Tapi sudahlah, itu bukan urusan kita. Sekarang seru kali ya membahas barang baru milik Presiden SBY ini. Apa beliau mau kasih lihat kepada rakyatnya kalau beliau melek teknologi alias ‘techno savvy’ ya.
Barang Baru Itu
Saat menyaksikan ‘barang baru’ milik Presiden itu, mestinya banyak yang menelan air liur tanda ngiler. Bagaimana tidak iPad adalah suatu teknologi informasi terkini yang sedang sangat digandrungi saat ini. Bayangkan saja, produk ini terjual sebanyak 1 juta unit hanya dalam waktu kurang dari satu bulan, 28 hari saja! Apple pasti sangat bangga dengan hal ini. Lumayanlah buat tambahan bonus akhir tahun bagi para pekerjanya.
iPad yang touch screen itu membuat banyak orang mimpi untuk memiliki barang baru yang cukup menguras kantong rakyat kebanyakan ini. Bagaimana tidak mimpi, iPad merupakan kategori baru gadget yang berada di antara smart phone dan laptop/ notebook. Benar-benar teknologi yang ramah terhadap orang-orang super duper sibuk seperti Bapak Presiden yang terhormat.
iPad adalah produk luar biasa bagusnya untuk menjalankan berbagai operasi, seperti, berselancar di internet, membaca e-book, kirim email, main game, buat presentasi, mendengarkan musik, menyaksikan dokter sedang bekerja, dan lain-lain.
Pokoknya kalau punya iPad, tanggung seminggu pertama, itu gadget akan dibawa ke mana-mana dan tidak boleh ada seorangpun yang boleh menyentuhnya selain pemilik sah yang memiliki sertifikat pembelian.
Aplikasi iPad memang luar biasa. Tapi, Indonesia patut berbangga karena salah satu pemenang lomba rancang iPad tingkat dunia yang diselenggarakan di Thailand bulan Agustus yang lalu adalah orang Indonesia. Hebat! Suatu kebanggaan tersendiri di antara berita sedih yang ada sekarang.
Saingan iPad
Setiap ada teknologi baru, maka perusahaan lain akan berusaha membuat teknologi yang lebih canggih lagi. Seperti Google yang berusaha membuat saingan Facebook tapi gagal total. Kini, Toshiba sedang berusaha menyaingi kepopuleran dan kecanggihan iPad. Tablet Android dari Toshiba diharapkan bisa menjadi pemenang dalam arena persaingan teknologi informasi.
Toshiba mungkin sudah tahu bahwa iPad mempunyai beberapa kekurangan, seperti, teknologi Android yang dimilikinya menggunakan open-source, yang artinya setiap orang yang punya kemampuan di bidang teknologi informasi bisa mengembangkan versi Androidnya sendiri-sendiri. Selain itu, ukurannya yang cukup besar, membuat beberapa orang memilih tablet dengan ukuran screen 7’’.
Nantinya, para pengguna informasi teknologi tidak lagi silau dengan barang baru apa pun bila barang baru tersebut tidak memberikan banyak manfaat kepada para penggunanya.
Jadi, biarkanlah kini iPad melangkah dengan gagah, tapi lihatlah 2 tahun ke depan atau mungkin hanya bulan depan, pamornya mungkin surut atau mungkin saja akan semakin meroket bila iPad selalu mengupgrade teknologi dan kemasan barang barunya dengan yang lebih baik lagi.






