Barang Bekas
Ilustrasi barang bekas
Barang bekas kerap dipandang sebelah mata. Dianggap sampah yang nasibnya berakhir di tong sampah saja. Kalau itu pikiran Anda, Anda salah besar. Barang bekas masih bernilai ekonomis. Anda ingin berwirausaha dan bingung menentukan usaha apa yang cocok bagi Anda? Bagaimana kalau Anda mulai berbisnis barang bekas?
Banyak orang memiliki kegemaran menumpuk barang. Terus membeli barang kesukaannya. Padahal, ia tidak membutuhkannya. Hanya tergiur harga murah, sedang sale besar-besaran atau faktor lain. Akibatnya, barang hanya tertumpuk di lemari, kardus, garasi, atau sudut rumah Anda. Rumah pun jadi penuh. Pusing, kan
Mengapa Anda tidak memulai kegiatan garage sale? Di luar negeri, menjadi hal lazim jika keluarga yang memiliki tumpukan barang bekas atau akan pindah ke luar kota, mengadakan garage sale di rumahnya. Barangnya dijual dengan harga murah meriah. Hal ini dilakukan agar mereka terbebas dari sampah, juga untuk menambah pendapatan. Lumayan, kan?
Banyak macam yang bisa dijual pada acara garage sale ini. Misalnya, buku-buku, pakaian, tas dan sepatu, perabotan rumah tangga, kosmetik, alat elektronik, dan barang lainnya.
Caranya pun tidak sulit. Anda hanya perlu memilah barang menurut jenisnya, memberi harga, dan melakukan promosi pada tetangga, saudara, dan lingkungan sekitar. Bisa juga lewat iklan di koran atau radio lokal. Setelah itu, siapkan diri Anda dan keluarga untuk menerima pelanggan yang tertarik barang-barang Anda. Tidak sulit, bukan?
Selain usaha sementara, usaha ini ternyata bisa dijadikan bisnis serius. Sebagai contoh, outlet BABE di Bandung. Mereka mendirikan toko khusus yang menjual barang bekas. Tentu saja, barang bekasnya mereka buru ke sana ke mari. Tidak sembarang barang bekas, tetapi yang unik dan berkualitas. Ternyata, peminatnya cukup banyak dan mereka pun harus terus menambah jualan mereka.
Selain itu, Anda bisa melakukan spesialisasi, misalnya hanya menjual buku bekas atau pakaian bekas. Anda bisa menjualnya dengan membuka toko atau online store di internet. Hal ini bergantung kemampuan Anda. Perlu diperhatikan, walaupun Anda menjual barang bekas, bukan berarti Anda bisa sembarang saja menjual barang.
Tips Membuka Usaha Barang Bekas
Berikut ini tips membuka usaha barang bekas.
- Tentu saja, Anda harus menjual barang bekas dengan kondisi prima dan harga masuk akal.
- Jika ada cacat pada barang, beri tahu pelangggan Anda dan harga harus lebih miring.
- Rajinlah berburu barang dagangan agar toko Anda semakin menarik pelanggan untuk mampir.
- Bersihkan barang bekas buruan Anda sebaik-baiknya sebelum dipajang. Bukunya dijemur dan dianginkan agar tidak berdebu. Pakaian dicuci dan disetrika agar lebih bersih. Perabotan rumah tangga dan alat eletronik diperbaiki sebisa Anda. Walaupun bekas, tampilkan barang yang prima.
- Pilih barang bekas yang berkualitas. Anda harus lebih teliti berburu. Kancing yang hilang atau halaman buku yang sobek, sebaiknya Anda beri tahukan kepada pelanggan Anda. Terserah mereka, jadi membeli atau tidak.
- Jagalah kepercayaan pelanggan Anda.
Pemanfaatan Barang Bekas
Barang bekas bukan berarti sudah tidak bisa dipakai atau dimanfaatkan lagi. Daripada terbuang percuma, lebih baik dimanfaatkan dengan berbagai kreasi yang unik. Dengan memanfaatkan barang bekas, barang yang sudah tidak dipakai tidak akan terbuang percuma, tapi bisa dipakai lagi bahkan bisa menghasilkan uang dari pemanfaatan barang bekas.
Kesenian barang bekas merupakan salah satu hasil karya seni yang dihasilkan oleh individu atau kelompok yang memanfaatkan barang bekas sebagai bahan utamanya. Di Indonesia, kesenian dari barang bekas pertama kali dikembangkan oleh Wensislaus Makur, keturunan Flores. Wensislaus Makur membuat tas unik dari limbah karung plastik beras. Hasil karyanya ini bahkan sampai menembus pasar konsumen di Eropa.
Barang-barang bekas yang dijadikan karya seni ini merupakan bentuk pemanfaatan, penghematan, dan gerakan untuk menjaga lingkungan agar tetap besih dan asri. Banyak orang yang sering membuang barang-barang bekas ke tempat sampah, padahal sebagian masih dapat dimanfaatkan. Barang-barang ini sebenarnya layak untuk orang lain. Oleh sebab itu, kita harus jeli memanfaatkan barang tersebut. Pemanfaatan barang bekas perlu dilakukan karena selain untuk menghemat,kita juga telah turut menjaga lingkungan.
Tak ada rotan, akar pun jadi, begitulah bunyi peribahasa Indonesia yang mengandung makna dalam keadaan terpaksa, kita harus kreatif untuk bisa memecahkan masalah yang sedang dihadapi dengan menggunakan alat atau cara-cara yang tidak biasa. Peribahasa menjadi acuan yang digunakan dalam pemanfaatan barang bekas menjadi barnag yang lebih bermanfaat. Barang bekas yang dibuat kesenian ini tidak perlu membutuhkan teknologi yang tinggi, tapi hanya butuh kreativitas dan kemauan untuk mengolah barang bekas menjadi barang yang lebih bermanfaat. Beberapa contoh barang bekas yang ada di sekitar kita, seperti bungkus sabun, bungkusan permen, kardus bekas, kertas bekas atau koran bekas, gelas retak, gelas plastik, sedotan minuman, benang, boneka, celengan, kaleng bekas, kapas dapat dimanfaatkan menjadi barang yang lebih berguna dan memiliki nilai jual.
Cara Membuat Kerajinan dari Barang Bekas
Semakin hari sampah plastik semakin menggunung. Hal ini seolah-oleh masyarakat kita telah akrab hidup dengan sampah plastik. Namun, dibalik banyaknya dampak negative yang didapatkan dari sampah plastik, ada juga manfaat positif yang bisa diambil dari sampah plastik, yaitu mengolahnya menjadi kerajinan yang bermanfaat. Memanfaatkan sampah plastik menjadi sebuah kerajinan akan meminimalisasi dampak yang akan ditimbulkan dari sampah plastik.
Sampah plasatik yang didaur ulang menjadi sebuah kerajinan merupakan salah satu cara terbaik untuk menghindari tertimbunnya sampah plastik. Daru ulang sampah plasstik menjadi kerajinan yang bernilai akan menjadi nilai lebih.
Nah, berikut ini beberapa alternative cara mengolah sampah plastik menjadi sebuah kerajinan.
- Langkah pertama, pisahkan sampah kering dan sampah basah pada tempat sampah terpisah.
- Lalu, bersihkan sampah kering hasil pemisahan, seperti bungkus minuman ringan seperti kopi, susu dan mie instan, dan lain-lain.
- Setelah itu plastik-plastik yang telah dicuci dan dikeringkan kemudian potong menjadi lembaran-lembaran.
- Setelah terpotong lembaran, satukan plastik dengan lem/dijahit agar didapat bahan yang sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan.
- Menyatukan plastik dapat dilakukan sesuai selera masing-masing, bisa dari motifnya, warnanya, dan lain-lain.
- Setelah disatukan, kemudian dipotong sesuai dengan pola dan dapat dijahit sesuai dengan pola tersebut.
Berikut ini satu contoh cara pembuatan kerajinan plastik yang paling sederhana, yaitu cukup menggunakan sedotan plastik dan botol bekas
Alat yang dibutuhkan:
- Gunting.
- Cutter.
- Lem.
Bahan:
- Sedotan.
- Lidi atau kawat yang agak besar (diameter ±2 mm).
- Kertas krep atau dapat diganti dengan kertas pita.
- Botol plastik bekas sebagai tambahan aksesoris.
Cara membuat:
- Potong sedotan kira-kira panjang ± 10 cm.
- Setelah itu belah ujung sedotan jadi empat bagian.
- Kemudian, kesut sedotan yang telah dibelah hingga didapat bentuk yang lebih mekar dan agak lemas.
- Lalu, gunting tiap ujung sedotan yang telah dikesut membentuk lancip menyerupai bentuk kelopak bunga asli.
- Satukan beberapa (4-5 buah) sedotan yang telah dipotong lancip tersebut kemudian digabungkan menjadi satu sehingga berbentuk bunga sedang mekar.
- Bunga-bunga mekar dapat disatukan dengan kawat/lidi yang dibalut kertas krep/pita warna-warni.
- Untuk ornament daunnya, kita bisa membuat dari potongan kertas pita atau dari potongan bekas gelas plastik.
- Ulang cara yang sama, untuk membuat tangkai – tangkai bunga selanjutnya.
- Bunga-bunga plastik siap dirangkai ke dalam pot bunga yang telah diisi spoon/ busa.
Nah, itulah penjelasan mengenai segala hal yang berhubungan dengan barang bekas.

