Batuk
Batuk sesungguhnya bukanlah suatu penyakit, melainkan bentuk respon atau pertahanan tubuh terhadap benda atau zat asing yang masuk dan merangsang saluran pernafasan.
Respon ini dilakukan untuk melindungi paru-paru terhadap kemungkinan pengaruh buruk yang ditimbulkan benda asing tersebut. Karena itu, melalui mekanisme dan reaksi tubuh ini maka benda asing itu dikeluarkan kembali.
Selain itu, batuk juga bisa merupakan gejala awal dari terjadinya suatu iritasi maupun infeksi pada saluran pernafasan. Penyakit ISPA atai infeksi saluran pernafasan bagian atas, biasanya disertai batuk yang berkepanjang. Begitu juga dengan pilek, ataupun flu dimana terjadi rangsangan pada saluran pernafasan akibat sekresi hidung dan dahak.
Gejala Batuk
Meskipun batuk bersifat gejala awal, namun keluhan ini justru mendominasi keluhan masyarakat yang memeriksakan diri ke dokter. Tak jarang pula keluhan ini ditandai dengan tenggorokan yang gatal atau sakit, adanya pengeluaran udara dari saluran pernapasan secara kuat yang kadang disertai dahak.
Selain karena masuknya debu atau udara kotor, beberapa penyebab yang biasanya mengiringi terjadinya batuk meliputi adanya tetesan cairan dari hidung ke tenggorokan yang sering dialami penderita alergi. Batuk juga bisa terjadi karena adanya penyempitan saluran pernap asan pada penderita asma.
Meskipun merupakan bentuk respon atau reaksi tubuh, tak jarang orang tidak begitu mempedulikan masalah ini. Namun tak jarang batuk juga merupakan gejala dari suatu penyakit yang lebih parah.
Penyakit TBC, kanker paru-paru, ataupun pneumonia juga menunjukkan gejala batuk yang terjadi akibat produksi dahak yang cukup banyak dan berulang karena penyakit yang dideritanya. Gejala klinis semacam ini baru akan hilang apabila sumber penyakit bisa disembuhkan.
Penyebab Batuk
Batuk sebagai gejala dari suatu penyakit, dapat dibedakan menjadi batuk akut yang biasanya berlangsung hingga dua atau tiga minggu dan batuk kronis yang berlangsung hingga beberapa bulan.
Penyebab jenis akut yang umum dialami penderita meliputi adanya infeksi pada saluran nafas, penyakit flu yang terjadi sebelumnya, karena alergi, maupun karena penyakit asma atau tuberculosis (TBC) yang dideritanya.
Sedangkan batuk kronis, umumnya disebabkan adanya penyakit yang lebih berat. Beberapa diantaranya adalah infeksi pada sinusitis, adanya infeksi pada saluran pernafasan bagian atas (ISPA), maupun asma. Bahkan beberapa penyakit yang menyerang paru-paru juga dapat menyebabkan batuk yang berlangsung terus menerus, seperti kanker paru-paru.
Apabila Anda mengalami batuk yang berlangsung hingga lebih dari seminggu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Hal ini untuk memastikan jenis penyakit yang menyebabkan terjadinya batuk berkepanjangan.
Kalau perlu, pemeriksaan dengan rontgen akan dapat memastikan penyebab penyakit sehingga pengobatannya juga dapat diberikan secara lebih efektif. Pengobatan dengan obat yang dijual bebas lebih sering tidak memberikan hasil yang memuaskan karena banyaknya penyebab yang melatarbelakangi terjadinya batuk.
Macam-Macam Batuk
Batuk itu terdiri atas bermacam-macam jenis. Masing-masing jenis cirinya berbeda satu sama lain. Untuk mengetahui macam-macam batuk, bahasannya ada di bawah ini.
Batuk Rejan
Batuk rejan adalah salah satu penyakit yang menular. Penyakit ini disebabkan oleh bacterium Bordetella maupun B. Parapertussis. Batuk ini bisa menyebabkan kematian, menurut data WHO ada sekitar 300.000 kasus kematian karena batuk ini. Di dunia setiap tahun ada sekitar 50 juta kasus.
Batuk rejan biasanya menyerang balita yang berusia di bawah 1 tahun. Batuk ini akan terlihat gejalanya setelah 3 sampai 12 hari. Gejala tersebut dimulai dengan gejala ISPA seperti batuk biasa, bersin serta keluar cairan di hidung. Lalu, selama waktu 1 hingga 2 minggu batuk akan terus menerus terjadi. Namun, ada kalanya batuk berhenti sementara waktu.
Penularan penyakit ini dapat disebabkan ketika si penderita batuk kemudian orang sehat menghirupnya. Orang sehat yang tubuhnya memiliki kekebalan yang rendah bisa tertular. Untuk mengurangi terjadinya infeksi, perlu diberikan antibiotik kepada penderita. Bisa juga diberikan kepada orang sehat disekitarnya agar kemungkinan tertular semakin kecil.
Apabila penderita mengalami sakit berat maka harus dirawat di rumah sakit. Tempatkan mereka di kamar yang tidak terlalu terang serta harus tenang. Oleh karena suasana yang ribut atau berisik bisa membuat penderita batuk. Jika penyakit itu sangat berat bisa jadi si pasien harus diberikan selang yang dimasukkan ke trakea agar menuju langsung ke paru-paru.
Untuk mencegah anak Anda tidak terjangkit batuk rejan ini, mereka harus diberi imunisasi. Imunisasi dilakukan pada usia 2, 4, 6, 18 bulan, dan 4 sampai 6 tahun. Dengan begitu kemungkinan anak Anda terjangkit batuk rejan semakin sedikit.
Batuk Berdahak
Batuk ini memiliki ciri yang sangat khas, yaitu keluarnya suara yang berat dan “serak” akibat lendir di tenggorokan. Penyebab batuk ini ada banyak seperti udara yang dingin, alergi terhadap debu, asap, bulu, hewan, dan lain sebagainya. Bisa juga karena penderita memiliki penyakit yang parah seperti asma, pembekuan darah di paru-paru, gagal jantung, serta pneumonia.
Sebab lainnya karena merokok, karena hal ini dahak penderita berwarna hijau, kuning, sampai berdarah dan bau yang tidak enak.
Cara pengobatan batuk ini ada beberapa cara, tidak melulu harus dengan obat. Dengan cara yang alami, Anda bisa menyembuhkan batuk ini dengan mudah. Ikuti saja tips-tips di bawah ini.
- Pertama, Anda bisa menghirup uap dari air yang mendidih. Lebih baik jika Anda mandi dengan air hangat untuk membantu mengeluarkan lendir dari tenggorokan.
- Kedua, dengan sering meminum air putih untuk menghilangkan dahak. Akan lebih bagus jika minum dengan air hangat.
- Ketiga, hindari makan-makanan yang berminyak, dan daging-dagingan. Kedua makanan itu malah akan membuat produksi lendir Anda semakin meningkat.
- Keempat, cobalah berhenti merokok bagi Anda yang pecandu rokok. Asap rokok bisa memperburuk pernapasan Anda.
- Kelima, kumurlah dengan air garam campur kunyit bila mau. Dengan cara ini, saluran pernapasan dan tenggorokan Anda akan tenang.
Mudah kan mengobati batuk ini?
Batuk Kering
Batuk kering atau yang disebut batuk non produktif tidak mengeluarkan dahak, makanya disebut batuk kering. Gejala terjadinya batuk ini umumnya karena flu atau alergi dengan debu serta asap rokok. Salah satu jenis batuk kering adalah Bronchospasme. Artinya batuk kering yang terjadi secara tiba-tiba pada malam hari karena adanya penyempitan pada saluran bronchus.
Batuk kering bisa disebabkan oleh beberapa gejala, mungkin ada yang Anda sadari, ada pula yang tidak. Mau tahu apa saja penyebabnya? Jawabannya ada di bawah ini.
- Infeksi virus.
- Alergi. Apabila penyebabnya ini gejala batuk akan disertai dengan bersin-bersin.
- Pengaruh obat-obatan. Salah satu obat yang menyebabkan adanya batuk kering adalah ACE inhibitor atau obat darah tinggi.
- Asma. Gejala asma salah satunya adalah batuk ini.
- Bisa karena saluran pernapasan tertutupi oleh benda asing, misalnya makanan.
Dari semua penyebab yang sudah disebutkan, yang paling berpengaruh adalah infeksi virus dan konsumsi antibiotik yang berguna untuk mengobati virus tersebut. Mengapa mengonsumsi antibiotik bisa menyebabkan batuk? Jawabannya adalah adanya risiko alergi serta efek samping.
Efek samping itu bisa berupa diare, muntah, infeksi jamur, bahkan mual. Antibiotik yang dikonsumsi tidak semestinya juga bisa membubuh bakteri baik sehingga virus akan mudah menyebar.
Itulah bahasan mengenai batuk. Pola hidup yang sehat tentunya harus diterapkan agar berbagai penyakit tidak bisa mengancam kesehatan Anda. Mulailah dari hal-hal yang kecil agar terhindar dari batuk atau penyakit lainnya.
Menjaga kesehatan sebenarnya tidak sulit dan tidak harus yang mahal. Hal paling penting adalah harus rajin minum air putih, itu saja. AIr putih berguna juga untuk mencegah Anda dari batuk ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

