Bawang, Si Bau Menyengat yang Kaya Manfaat

Siapa yang tak kenal bawang? Tidak hanya ibu rumah tangga yang gemar memasak saja, siapapun pasti tahu bumbu dapur yang satu ini.
Bentuk umbinya kecil, berlapis-lapis dan memiliki bau yang cukup menyengat. Umbi bawang sering sekali digunakan sebagai bumbu utama dalam masakan. Selain umbinya, ada pula yang menggunakan daun bawang sebagai pelengkap makanan.
Anda yang pernah mengupas atau mengiris bawang, pasti pernah merasakan perih di mata. Ini dikarenakan bawang melepas beberapa senyawa seperti enzim allinase dan asam amino ke udara saat lapisannya diiris.
Dua senyawa yang bertemu ini akan menghasilkan asam sulfenat. Bila senyawa ini bertemu dengan enzim LF-sintase, maka akan timbul gas yang membuat mata menjadi perih.
Bawang bisa dibudidayakan di dataran rendah sampai pada ketinggian 1300 m di atas permukaan laut, yang penting tempatnya cukup lembab dan berair.
Jenis bawang pun tidak hanya sebatas bawang merah, terdapat juga bawang putih seperti yang banyak diketahui orang. Ada beberapa macam bawang yang patut untuk Anda kenal.
Bawang Merah
Seperti namanya, umbi yang satu ini berwarna merah/ keunguan. Memiliki banyak kandungan zat yang berguna. Contohnya adalah vitamin C, kalsium, protein, dan zat besi.
Sering digunakan sebagai bumbu dapur ataupun bawang goreng sebagai pelengkap masakan. Selain itu dapat menyembuhkan beberapa gangguan kesehatan, seperti batuk, kencing manis, maupun demam.
Bawang Putih
Umbi berwarna putih ini memiliki banyak kandungan zat yang bermanfaat. Contohnya vitamin A, B, C, kalsium, potassium, dan juga zat antioksidan yang tentu sangat berguna bagi tubuh.
Sama seperti bawang merah, bawang putih ini sering digunakan sebagai bumbu dapur ataupun bawang goreng. Tak hanya itu, bawang memiliki khasiat untuk melawan beberapa jenis penyakit.
Bawang bisa meningkatkan kekebalan dan sebagai penawar racun dalam tubuh. Zat antioksidannya bisa mengurangi resiko terkena kanker ataupun menghambat proses penuaan tubuh. Mengkonsumsi bawang, dapat meningkatkan insulin darah bagi diabetes, menyembuhkan tekanan darah tinggi, maupun menurunkan kolesterol darah.
Bawang Kucai
Tumbuhan yang satu ini lebih sering disebut sebagai daun kucai. Daun kucai yang panjang dan pipih ini biasanya diiris kecil-kecil dan digunakan sebagai pelengkap masakan.
Kucai ternyata memiliki manfaat yang bagus untuk kesehatan. Dengan adanya senyawa tetrametiloksamida dan ester 17-etadekadesenil yang ada dalam kucai, tanaman ini memiliki khasiat antihipertensi.
Bawang Prei
Tanaman bawang prei tidak berumbi, ukuran batangnya cukup besar dan tebal, berdaun panjang pipih dan kadang berongga di dalamnya.
Bawang yang sering digunakan untuk pelengkap masakan ini mengandung zat saponin, tanin, dan minyak asiri yang berguna bagi tubuh. Berkhasiat untuk meredakan flu, batuk, sesak nafas atau menghilangkan bengkak karena bisul dan bekas gigitan serangga.
Bawang Bombay
Bawang bombay ini seperti perpaduan antara bawang merah dan bawang putih. Bentuknya mirip dengan bawang merah tapi berukuran lebih besar. Warna dan aromanya pun hampir sama dengan bawang putih.
Selain sebagai bumbu dapur, bawang jenis ini juga memiliki banyak manfaat lain bagi kesehatan tubuh. Mengkonsumsi bawang bombay dapat menekan kolesterol darah, meningkatkan kolesterol baik (HDL) yang berguna bagi tubuh. Kandungan allicin yang ada dalam bawang bombay, berfungsi sebagai antitrombotik yang mencegah penggumpalan darah.
Oleh karena itu, bawang jenis ini sangat baik dikonsumsi oleh penderita hipertensi ataupun orang yang mengalami gangguan penyempitan pembuluh darah. Selain itu, mengkonsumsi bawang bombay juga dapat menurunkan resiko terkena kanker dan bisa menurunkan kadar gula bagi penderita diabetes.
Itulah adalah beberapa jenis bawang yang bisa dengan mudah kita jumpai di pasar ataupun swalayan. Walau sudah sangat umum, kadang ada beberapa orang yang menghindari memakan bawang karena baunya yang cukup menyengat. Namun, di balik bau menyengat itu ternyata terdapat banyak manfaat.






