Menggapai Beasiswa Inggris dan Mengenal Inggris
Inggris selalu menarik. Negeri ini merupakan pusat dunia. Bahasa Inggris jadi bahasa dunia. Jajahan Inggris di masa lampau sangat banyak. Hingga kini membentuk negara persemakmuran (commonwealth). Cerita terbaru pertunangan Prince Hary dan Kate Middleton menyedot perhatian masyarakat dunia. Pernikahan mereka bahkan disebut akan membawa kemajuan positif bagi Inggris.
Belum lagi aksen british yang unik. Lihat dalam film Hary Potter. Logat british membuat nama Inggris kian populer. Inggris menjadi negara dambaan para traveler, terutama menginjak kota London. Inggris juga terkenal dengan industri sepak bola, misalnya MU, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool. Siapa yang tidak kenal klub tersebut? Tak hanya itu. Inggris punya pendidikan yang maju. Beasiswa Inggris kian banyak dicari. Menuntut ilmu di bumi Britania jadi idaman para pelajar.
Budaya Inggris
Inggris dari segi budaya termasuk etnosentris. Gejala ini bisa kita lihat dalam kasus Chadbury. Perusahaan coklat legendaris ini diakuisisi oleh pihak asing. Tak heran, respons berdatangan via BBC (media publik terkenal di inggris).
Mereka mengecam keras agenda pengalihan kepemilikan tersebut. Bagi warga Inggris, perusahaan Cadbury bukan cokelat batangan semata. Tapi juga nilai historis yang membuat perusahaan cokelat ini jadi national pride.
Perusahaan cokelat ini dibeli seolah harga diri warga Inggris ikut dibeli. Fenomena serupa tampak dalam kepemilikan klub bola Inggris. Invasi investor asing yang gencar membeli saham klub EPL membuat gerah para fans. Terutama jika owner tersebut tidak paham aspek historis klub. Misalnya, MU yang gencar dengan kampanye anti Glazer dan juga penerimaan fans Inggris terhadap pelatih asing. Pelatih City, Roberto Mancini, pernah berkomentar sinis. Alasan mengapa dia tidak diterima oleh pers Inggris adalah karena dia orang Italia.
Segi Pendidikan
Nilai yang bisa dipetik dari fenomena di atas adalah Inggris memiliki kebanggaan tinggi terhadap bangsa sendiri. Termasuk segi pendidikan. Untuk menempuh studi di Inggris, kualitas Anda harus mumpuni.
Menggapai beasiswa Inggris bukan perkara mudah. Jalan terjal pasti akan menghadang. Mulai dari kultur, biaya hidup, dan norma masyarakat. Namun tak lantas itu mustahil. Putra-putri terbaik bangsa Indonesia sudah banyak berkarir di bumi Britania.
Mereka jadi ilmuwan handal. Penelitian mereka diakui. Kunci dari mereka adalah ketekunan dan tidak lekas pantang menyerah. Mengutip kata Prof. Ken Sutanto “Mengubah orang buangan jadi rebutan”. Mindset kita harus diset “bisa!” dan kun fayakun – jika Tuhan berkehendak maka akan terjadi. Just do it and do the best!
| Beri rating untuk artikel di atas |








