logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    Laboratorium

Siapa yang Mau Belajar Bahasa Indonesia?


Ilustrasi belajar bahasa indonesia
Belajar bahasa Indonesia itu tidak mudah. Bagi sebagian besar orang Indonesia, bahasa Indonesia bukan bahasa utama atau bahasa pertama mereka. Bahasa ibu mereka adalah bahasa daerah masing-masing. Tidak mengherankan kalau bahasa nasional Indonesia ini menjadi sesuatu yang cukup sulit dipelajari. Apalagi ketika telah mempelajari Ejaan Yang Disempurnakan. Bahasa Indonesia semakin terlihat susah. Bahasa Indonesia malah sering dianggap sebagai momok dalam ujian nasional.

Susahnya Belajar Bahasa Indonesia

Kalau untuk bahasa lisan, bahasa Indonesia itu mungkin masih mudah dan dianggap tidak bermasalah. Tetapi kalau sudah masuk bahasa tulisan, bahasa satu ini sangat rumit. Bahkan banyak yang berpendapat bahwa mempelajari bahasa Inggris jauh lebih mudah dibandingkan dengan mempelajari bahasa Indonesia. Bukannya tidak mempunyai jiwa patriotik, namun, peraturan yang ada membuat bahasa satu ini memang tidak mudah ditahlukan. Misalnya, penggunaan awalan di- saja, bisa menjadi masalah yang berkepanjangan bagi seseorang.

Bahkan seorang penulis dengan beberapa buku yang telah dicetak pun, terkadang masih terselip kata-kata yang salah atau tata bahasa yang salah. Jangan katakan anak-anak muda yang tidak terbiasa dengan bahasa Indonesia dan lebih memilih menggunakan bahasa pergaulan mereka sehari-hari. Bisa dipastikan bahwa jangankan menulis, berbicara saja mungkin mereka tidak tahu bagaimana menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Ketika bahasa Indonesia ini digunakan oleh pejabat negara sekali pun, terkadang masih ada yang salah. Padahal pejabat negara setingkat menteri apalagi presiden, wajib memahami bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini memang diatur dalam peraturan pemerintah bahwa seharusnya presiden memang menggunakan bahasa Indonesia.

Ketika zaman Presiden Suharto, ketika ia berbicara ditingkat internasional pun, ia berbahasa Indonesia. Terlepas rumor yang mengatakan kalau Suharto itu tidak bisa berbahasa Inggris, paling tidak dengan adanya penggunaan bahasa Indonesia ditingkat internasional, orang jadi memahami bahwa ada bahasa Indonesia di dunia ini. Kini memang berbeda. Presiden Susilo Bambang Yudoyono mampu berbahasa Inggris dengan baik. Orang pun sebenarnya telah banyak yang tahu dengan bahasa Indonesia.

Banyak juga orang asing yang datang ke Indonesia untuk belajar bahasa Indonesia. Di Australia, bahasa Indonesia marak dipelajari. Mereka mempelajari bahasa nasional Indonesia ini dengan berbagai tujuan. Ada yang ingin mencari pekerjaan, ada yang memang senang dengan budaya Indonesia, dan lain-lain. Ketika belajar bahasa Indonesia dari awal dengan menggunakan tata bahasa yang baik dan benar, maka bahasa Indonesia tidak terlihat sebagai bahasa yang sulit.

Definisi Bahasa Indonesia

Secara definitif, bolehlah dikatakan bahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai alat untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, atau gagasan kepada lawan bicaranya.  Caranya bisa secara langsung, atau melalui berbagai media seperti dalam bentuk tulisan. Intinya masyarakat Indonesia berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Bahasa ini menjadi bahasa pemersatu. Banyaknya bahasa daerah yang digunakan oleh rakyat Indonesia, bisa sangat menyulitkan kalau mereka tidak bisa berbahasa Indonesia.

Hal inilah yang membuat bahasa Indonesia menjadi bahasa yang wajib dipelajari oleh seluruh rakyat Indonesia. Kewajiban ini demi menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Ketika bahasa ini menjadi alat pemersatu, maka keterikatan pada masing-masing anak bangsa akan semakin erat. Kalau merasa sebagai bangsa Indonesia, maka menjaga kedaulatan negeri ini akan semakin mudah. Semua anak bangsa merasa terpanggil untuk melakukannya.

Sebetulnya, kita dihadapkan pada permasalahan klise tentang bahasa. Alah bisa karena biasa, begitu pepatah mengatakan. Maka, boleh pula kita anggap bahwa bahasa Indonesia adalah sesuatu yang mutlak dikuasai oleh orang yang tinggal di Indonesia. Artinya, masyarakat Indonesia-lah yang harus belajar bahasa Indonesia, sesuai dengan kurikulum yang telah ada sejak dari tingkat SD. Setidaknya, bagi orang yang pernah menetap selama beberapa tahun. Namun, benarkah demikian?

Dilema Pengguna Bahasa
Ajip Rosidi, seorang budayawan dan pemerhati bahasa Indonesia menuangkan opininya dalam beberapa tulisannya dalam sebuah media cetak harian. Betapa bahasa Indonesia masih membutuhkan lebih banyak perhatian dalam perkembangannya.  

Bahkan, tampak bahwa para duta bahasa Indonesia yang berkewajiban memberikan sosialisasi secara tidak langsung malah berkontribusi merusak kaidah. Seharusnya ini tidak hanya menjadi bahan perenungan, tetapi menjadi permasalahan yang harus segera dipecahkan.

Ada kecemburuan beberapa penulis ketika mengetik menggunakan program pengolah kata berbasis windows. Dalam program ini terdapat alat proofing sebagai spell and grammar checker ‘alat pemeriksa ketepatan ejaan dan tata bahasa’.  

Ternyata, setelah ditelaah lebih dalam, kita dapat melihat bahwa di sana diberikan penjelasan ketatabahasaan yang cukup dapat dipahami ketika bahasa yang digunakan, dalam hal ini tentu bahasa Inggris, kurang tepat. Misalnya, jika kita menggunakan kata yang tidak dikenal dalam bahasa Inggris, akan muncul garis di bawah kata tersebut.

Atau, ketika urutan kalimat yang ditulis tidak tepat atau secara tata bahasa kalimat tersebut tidak tepat, akan muncul garis hijau. Ketika diklik kanan, akan muncul menu untuk melihat apa yang salah dalam penulisan kita. Ini adalah satu langkah konkret yang sangat mendukung proses sosialisasi ketepatan kaidah. Apalagi, jutaan orang berbahasa Inggris melalui tulisan dengan bantuan Microsoft. Betapa terbantunya pengguna bahasa yang ketika menulis diberi koreksi langsung yang akan membuatnya lebih peka terhadap konsistensi berbahasa.

Bahasa Indonesia vs Bahasa Inggris
Ini bukanlah sebuah pujian atau upaya pendeskreditan satu bahasa terhadap bahasa lainnya. Pada dasarnya, setiap bangsa diciptakan memiliki potensi berbahasa yang sama. Semua bahasa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang seyogianya dapat diterima dengan lapang dada oleh penggunanya masing-masing.

Tidak ada yang lebih sulit, tidak ada yang lebih mudah. Bahasa adalah sesuatu yang bersifat praktikal yang dapat dipelajari oleh bangsa mana pun. Apalagi, oleh penggunanya sendiri.

Tampaknya, pengguna bahasa Inggris, khususnya para ahli bahasa dan pemerhati bahasanya begitu peduli terhadap perkembangannya. Mereka berupaya agar bahasa Inggris dikenal dan diakrabi tidak hanya oleh penggunanya sendiri, tetapi oleh banyak bangsa lain dengan memberikan langkah-langkah mudah dalam mempelajarinya.

Pembelajar dan pengguna bahasa Inggris dimanjakan dengan fasilitas yang sangat akrab dengan keseharian seperti contoh di atas. Jika perlu, setiap detik pengguna dan pembelajar bahasa selalu dipalingkan kepada ketepatan kaidah berbahasa. Hal ini membuat bahasa Inggris seolah-olah bisa lebih mudah dikuasai.

Software Bahasa Indonesia

Dulu, sempat terdengar kabar bahwa ada program semacam spell and grammar checker untuk bahasa Indonesia. Namun, kelihatannya program tersebut kurang populer sehingga masyarakat pengguna bahasa Indonesia kurang (baca: tidak) mengenalnya.

Seandainya itu ada, lalu semua pihak yang berkepentingan menyosialisasikannya, setidaknya kerusakan bahasa Indonesia berubah menjadi perkembangan yang positif sekalipun lambat. Apalagi, dengan adanya software ini, proses belajar bahasa nasional Indonesia itu tentu akan jauh lebih mudah. Memang bahasa berkembang setiap saat, seiring dengan perkembangan penggunanya. Perilaku bahasa pun bergantung pada perilaku penggunanya. Namun demikian, perlulah kiranya diletakkan dasar-dasar tata bahasa yang kuat dalam otak pengguna bahasa tersebut. Bahasa mencerminkan penggunanya.

Sebagai pengguna bahasa Indonesia, dalam diri kita telah tumbuh kemampuan dasar berbahasa Indonesia sebagai sebuah bawaan sejak lahir. Ibu kita memberikan pengajaran berbahasa Indonesia, lingkungan memberikan pembelajaran bahasa Indonesia, dan banyak unsur lain pun demikian. Namun, telah optimalkah upaya untuk menertibkannya?

Langkah Konkret Belajar Bahasa Indonesia
Membudayakan bahasa sendiri berkesan mudah, tapi kenyataannya tidak juga. Sangat sedikit masyarakat kita yang mau belajar bahasa Indonesia dengan baik.  Sangat sedikit yang mau masuk jurusan Sastra Indonesia dibanding Sastra Inggris saat kuliah. Namun, ada langkah-langkah konkret yang bisa kita lakukan agar bahasa Indonesia lebih dikenal oleh masyarakatnya sendiri. Langkah-langkah itu sendiri harus dimasyarakatkan dan disosialisasikan dengan baik.

Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar meski tidak terlalu formal sekalipun secara lisan. Membuat tulisan di blog, sms, atau status pada social media tertentu berdasarkan kaidah bahasa Indonesia yang benar. Tidak masalah kalau harus disingkat-singkat. Mengurangi atau bahkan tidak lagi menggunakan bahasa-bahasa alay atau gaul yang makin merusak tatanan bahasa Indonesia.

Paling tidak, kita harus menghargai upaya para pendahulu kita yang telah menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, sehingga Indonesia memiliki identitas yang bisa dibanggakan.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengenal Reaksi Kimia
  • Mengenal Alat Ukur Laboratorium Kimia
  • Kiat Sukses Usaha Warnet di Sekolah
  • Penelitian Dasar
  • Alat Laboratorium Sekolah
  • Mengenal Jenis-Jenis Tikus Sebagai Hewan Percobaan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA