Pengertian dan Manfaat Belajar
Ilustrasi belajar
Belajar adalah sebuah proses yang banyak dimengerti orang. Namun, bisa jadi orang tersebut akan kesulitan jika diminta untuk menjabarkan makna atau definisi dari kata tersebut.
Pada dasarnya, belajar adalah sebuah proses yang dilakukan seseorang untuk mencari informasi tentang sesuatu yang bersifat baru. Sehingga dari informasi yang didapat tersebut, informasi yang dimiliki seseorang akan bertambah.
Tidak ada batasan waktu bagi seseorang untuk melakukan proses belajar ini. Proses ini akan berlangsung pada seseorang, sejak lahir hingga seseorang tersebut meninggal dunia. Namun, banyak orang mendefinisikan belajar hanyalah sebuah istilah yang dilekatkan pada seorang pelajar untuk mempelajari pelajaran sekolah saja.
Namun pemahaman ini tidaklah tepat. Seseorang memiliki kewajiban untuk terus belajar sepanjang hidupnya. Itulah makna yang melekat dari istilah “long life education” atau belajar seumur hidup. Dan tentang proses belajar, manusia bisa melakukan ke mana saja, selama ada sebuah ilmu pengetahuan yang bisa memberikan manfaat untuk dipelajari.
Nabi Muhammad SAW sendiri, pernah memerintahkan manusia untuk belajar hingga ke negeri China. Hal ini dikatakan Nabi sebagai perumpamaan bahwa dalam belajar manusia tidak perlu melihat latar belakang sesuatu. Selama ilmu itu bukan mengajarkan hal yang bertentangan dengan norma dan agama, maka manusia wajib untuk mempelajarinya.
Manfaat Belajar
Dari definisi dan juga perintah yang diberikan kepada manusia untuk selalu belajar, tentunya proses memiliki tujuan yang sangat baik bagi manusia. Belajar bagi manusia, pada dasarnya dilakukan untuk kebaikan manusia itu sendiri. Sebab, ada beberapa manfaat dari manusia untuk selalu belajar sepanjang hidupnya.
Beberapa manfaat dari proses belajar ini di antaranya adalah :
- Manusia akan selalu mendapatkan pengetahuan baru yang belum diketahuinya.
- Adanya peningkatan kualitas kehidupan manusia yang mau selalu belajar. Sebagai contoh, penemuan teknologi yang banyak digunakan manusia, merupakan salah satu hasil yang diperoleh dari sebuah proses belajar.
- Hasil belajar yang dimiliki seseorang, bisa digunakan untuk membantu orang lain yang membutuhkan.
- Manusia bisa memecahkan masalah yang dihadapinya, jika mau untuk terus belajar, terutama jika manusia mau belajar dari sesuatu yang pernah dihadapinya di masa lalu.
- Dengan belajar maka manusia akan bisa memanfaatkan semua potensi yang ada di sekelilingnya untuk menunjang kebutuhan manusia itu sendiri.
Raih Prestasi dengan Cara Belajar Efektif
Belajar itu adalah kewajiban bagi setiap manusia. Manusia yang membiarkan dirinya terus tak mempunyai pengetahuan akan berdosa. Yang lebih berdosa lagi adalah orang-orang yang bertanggungjawab terhadap terselenggaranya suasana pendidikan yang bersahabat yang akan mampu membuat orang mendapatkan ilmu dengan baik.
Suasana Menuntut Ilmu
Suasana menuntut ilmu yang penuh dengan tekanan dan pengharapan untuk dinilai baik hanya lewat angka, maka jangan mengharapkan generasi yang baik. Ditambah lagi guru-guru yang tidak mengajar dengan hati tetapi mengajar hanya karena ingin mendapatkan uang. Guru-guru yang tertekan dan guru-guru yang tidak mendapatkan kesempatan untuk memperoleh kemampuan mengajar dan kemampuan meningkatkan ilmunya akan mengajar dan mendidik dengan apa adanya saja. Mereka tak mampu mengembangkan diri. Ketika tak bisa mengembangkan diri, mereka akan menjadi guru yang memberikan ilmu bukan dari keilmuan yang sesungguhnya. Melainkan ilmu yang berasal dari apa yang telah tertulis saja di dalam buku tanpa memperdalam inti dan isi buku tersebut.
Bisa jadi bahwa ilmu yang ada di buku tersebut sudah tidak lagi relevan dan tidak lagi cocok dengan zaman sekarang. Tetapi karena guru tersebut tidak tahu, maka yang diberikannya kepada anak-anak didiknya adalah ilmu yang telah kadaluarsa. Jangan harapkan anak-anak didiknya mampu berkembang dengan baik kalau keadaan seperti ini.
Masih untung kalau guru itu mengajar dengan kasih sayang walaupun dari segi keilmuan masih sangat kurang. Kalau guru itu mengajar dengan kekerasan dan memposisikan diri sebagai seorang penguasa ilmu di dalam kelas, maka semakin terpuruklah kualitas pendidikan tersebut. Bagaimana anak didik akan bersaing dengan anak-anak sebayanya yang mempunyai guru hebat?
Ilmu Bukan Pertama Bukan Dari Guru
Seharusnya guru pertama setiap anak itu bukan gurunya yang ada di sekolah. Guru pertama anak adalah orangtuanya. Sangat lucu kalau ada orangtua yang marah kepada guru anaknya ketika sang anak salah dalam membaca bacaan sholat. Seharusnya orangtua mengambil kesempatan mendidik anak mereka sebagai ladang amal jariyah.
Sangat rugi kalau ada orangtua tak tak memanfaatkan mengajar anaknya ilmu-ilmu keagamaan. Dengan memberikan ilmu keagamaan ini, artinya investasi itu ditanam langsung oleh orangtua. Suasana mendapatkan ilmu yang santai dan penuh kasih sayang sangat dibutuhkan oleh anak agar mampu berkembang dengan baik dan menjadi pribadi yang menyenangkan bagi keluarga dan orang lain.
Ketika anak mendapatkan suasana menuntut ilmu atau belajar dengan baik, ia akan senang menuntut ilmu. Ketika anak telah senang mencari ilmu, orangtua tak perlu lagi repot mendorong dan memberikan sedikit pecutan kepada anak agar mau belajar. Budaya menuntut ilmu yang telah tertanam di hati sang anak itu akan membawanya menjadi pencari ilmu yang akan membawanya semakin manfaat.
Orangtua mana yang tidak ingin mempunyai anak yang senang menuntut ilmu dan memanfaatkan ilmunya untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, da negaranya? Anak seperti inilah yang menjadi harapan setiap orangtua. Harapan ini tak akan menjadi kenyataan kalau orangtua sendiri tidak memberikan contoh dan teknik menuntut ilmu yang efektif dan efisien.
Tips Belajar Efektif
Setiap orang bisa saja mengatakan bahwa menuntut ilmu itu wajib. Tetapi jarang yang mengatakan bahwa kewajiban itu akan terasa menyenangkan kalau ada tekiniknya sehingga waktu, energi, dan dana tak terbuang percuma.
Belajar yang sudah menjadi kewajiban bagi siswa itu akan dinilai sebagai sesuatu yang main-main saja sehingga sangat menyenangkan dan merasa ketagihan. Tiada satu hari pun yang tak terlewatkan dengan ilmu yang baru. Menuntut ilmu di sekolah sudah pasti dilakukan hampir setiap hari. Namun, suasana menuntut ilmu dalam kelas cenderung kurang efektif. Oleh sebab itu, siswa memerlukan waktu dan cara belajar tambahan yang lebih efektif. Apalagi, menjelang ulangan umum. Belajar adalah harga mati yang harus ditempuh guna mendapat nilai baik.
Jika ingin mendapat prestasi gemilang, kalian harus menuntut ilmu dengan tekun dengan waktu dan cara tepat. Berikut ini adalah tips belajar efektif yang bisa dilakukan agar menjadi siswa berprestasi.
1. Mengulang Pelajaran dan Membaca Materi Berikutnya
Setiba di rumah, baca ulang pelajaran yang telah disampaikan di sekolah. Kemudian, baca sekilas tentang materi yang akan dipelajari esok hari. Dengan begitu, ketika guru menerangkan, kalian sudah memiliki bayangan mengenai materi tersebut.
Tetapi memang tidak mudah melakukan hal ini. Agar tidak bosan, perluaslah ilmu yang baru didapatkan itu dengan pengetahuan yang didapatkan dari internet. Pada kesempatan berikutnya, ajaklah teman mendiskusikan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan tersebut. Dengan cara mendiskusikannya, diharapkan pengertian tentang ilmu itu akan menjadi lebih baik karena diskusi itu akan mempertajam pemahaman.
Bila perlu, buatlah kerja kelompok walaupun tidak ada perintah dari siapa pun. Manfaatkan masa mudah untuk menemukan beragam ilmu. Kalau pengetahuan banyak, ketika dewasa, ilmu itu akan menjadi pelita yang tak akan kunjung padam. Pelita yang akan menerangi hati dan akan menjadi penuntun kepada jalan yang benar, jalan yang diridhio Sang Khalik.
2. Konsentrasi Penuh
Konsentrasi saat belajar adalah hal yang paling sulit. Namun, kalian harus berusaha untuk berkonsentrasi penuh saat mendengarkan pelajaran yang disampaikan guru. Materi yang didengar akan lebih mudah diingat dibanding yang dibaca. Oleh sebab itu, dengarkan dengan saksama pelajaran yang disampaikan guru.
Sebagai anak muda yang masih penuh dengan rasa penasaran, jangan tutup perasaan penasaran itu. Konsentrasi akan mudah didapatkan kalau merasa sangat tertarik dan ingin mengetahui jawaban dari apa yang ada di depan mata. Jangan risaukan tanggapan atau anggapan orang lain yang mengatakan sangat serius. Keseriusan memang terkadang harus dibangun. Tentu saja tidak boleh melupakan cara dan teknik yang baik untuk bisa santai. Bersantai ini juga dibutuhkan oleh otak. Tak mungkin otak mampu bekerja terus-menerus selama berjam-jam nonstop.
3. Ketik Ulang Catatan di Komputer
Dengan mengetik ulang catatan, berarti kalian telah membaca catatan tersebut hingga tuntas. Dengan demikian, otak diberi kesempatan untuk menghafal materi-materi tersebut. Akan lebih baik jika hasil ketikan dibaca kembali. Cara ini akan lebih efektif kalau ada tantangannya. Misalnya, buatlah game yang menarik dari setiap pelajaran.
4. Baca Ulang dan Buat Simpulan
Agar mudah diingat, sebaiknya kalian membaca ulang pelajaran yang sudah disampaikan di sekolah. Kemudian, buatlah simpulan atau ringkasan pada secarik kertas dengan bahasa sendiri. Kertas-kertas kecil tersebut dapat dibaca kala senggang.
5. Mengajari Teman
Mengulang pelajaran tidak melulu dilakukan dengan menulis ulang maupun membaca. Ada cara lain yang bisa dilakukan, yaitu mengajari teman tentang materi yang baru disampaikan. Dengan begitu, kalian akan ingat terus materi tersebut.
6. Belajar 1 Bulan Sebelum Tes
Kebiasaan siswa adalah belajar malam hari sebelum dilaksanakan ujian atau tes keesokan harinya. Padahal, cara mempelajari ilmu seperti ini sangat tidak efektif karena terkesan terburu-buru, sedangkan materi yang harus dipelajari sangat banyak. Oleh sebab itu, biasakan untuk belajar sejak 1 bulan sebelum tes agar tidak dikejar-kejar waktu.
7. Buat Jadwal Untuk Siang Hari
Jika kalian biasa mempelajari sesuatu malam hari, cobalah untuk memindahkan jadwal belajar menjadi siang hari sepulang sekolah. Pada siang hari, tubuh masih memiliki semangat sehingga memungkinkan untuk lebih konsentrasi. Gunakan waktu malam hanya untuk melakukan kegiatan ringan bersama keluarga dan tidurlah secepatnya agar bisa bangun dengan semangat penuh.
8. Kurangi Olah Raga dan Kegiatan Fisik Menjelang Tes
Konsentrasi akan susah didapat ketika tubuh merasa lelah. Oleh sebab itu, kurangilah olah raga dan kegiatan fisik lain saat menjelang tes. Optimalkan kerja tubuh dan otak beberapa minggu hanya untuk menghadapi ujian.
9. Diiringi Musik
Mempelajari sesuatu sambil diiringi musik memang sangat menyenangkan. Namun, musik yang dipilih tentu saja harus yang membawa ketenangan. Misalnya, mozart atau beethoven. Kedua jenis musik ini sangat cocok mengiringi kegiatan belajar. Kalau tidak senang dengan musik klasik, silahkan menggunakan musik apa saja. Malah ada orang yang bisa konsentrasi kalau mendengar musik rock.
10. Buat Jadwal Untuk Dini Hari
Percaya atau tidak, mempelajari satu ilmu pada saat dini hari atau Subuh memang lebih mudah dicerna otak sehingga mudah diingat. Memang gangguan utamanya adalah rasa kantuk. Namun, rasa kantuk itu dapat dihilangkan dengan mandi. Setelah itu, kalian siap belajar dengan konsentrasi penuh.
Itulah beberapa tips belajar yang tepat. Ingat, belajar memerlukan waktu dan cara tepat. Jadilah siswa berprestasi!

