logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Gejala Sosial    Bencong

Alasan Pria Dewasa Memilih Jadi Bencong

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Apa yang pertama kali terlintas di benak Anda ketika mendengar istilah bencong? Muka aneh, silikon bergelayut di mana-mana, suara sengau, dan lampu merah. Mungkin itulah kesan yang akan pertama kali muncul dari kata “bencong”, terutama bencong Indonesia yang lebih kental dengan betis berototnya.

Sebenarnya, bencong atau banci atau waria adalah seseorang berjenis kelamin laki-laki tetapi berdandan seperti seorang wanita. Mulai polesan wajah hingga busana. Bahkan, busana bencong kadang lebih seksi dibanding wanita normal. Para bencong seolah sengaja mempertontonkan lekuk tubuh yang sebenarnya kurang sedap dipandang.

Bagi bencong yang mengais rezeki malam hari (yang suka mangkal), berbusana minim bertujuan untuk memikat calon pelanggan. Sementara itu, bencong pengamen memakai busana minim untuk menciptakan rasa tidak nyaman pada calon “korban” sehingga cepat mendapat uang. Dengan demikian, boleh dikatakan bahwa bencong adalah salah satu pilihan profesi, bukan kelainan kepribadian.

Bencong di Mata Pria Normal

Tampaknya, bukan rahasia lagi jika pria normal begitu takut dengan kehadiran bencong. Bahkan, bencong terkesan lebih menakutkan dibanding setan. Bagi pria normal, dihampiri bencong merupakan bencana dan kesialan terbesar dalam hidup.

Ketakutan pria normal terhadap bencong tentu memiliki alasan tertentu, di antaranya sebagai berikut.

  • Pada dasarnya, bencong adalah seorang pria dan yang mereka kejar pun sama-sama pria.
  • Bencong, terutama bencong Indonesia, cenderung memiliki otot besar. Jika dia sudah memaksa, urusannya bisa runyam.
  • Banyak bencong yang menjajani dua profesi. Misalnya, siang hari jadi kuli bangunan, malam hari jadi bencong. Bencong kategori ini dipandang lebih menyeramkan.
  • Bencong cenderung memaksa dan ganas.
  • Bertemu bencong takut hilang keperjakaan.

Jangan Ada Bencong di Antara Kita!

Pada dasarnya, manusia diciptakan hanya dalam dua jenis kelamin, yaitu pria dan wanita. Namun, fakta yang berkembang di masyarakat tidaklah demikian. Ada kategori lain di luar pria dan wanita, yaitu bencong atau banci atau waria. Waria atau wanita tapi pria alias bencong sudah merupakan fenomena yang tidak asing lagi di kalangan masyarakat.

Dahulu, bencong atau waria mungkin hanya berkeliaran di kota-kota besar. Namun, bencong kini sudah menyebar hingga ke daerah-daerah. Mayoritas bencong biasa ditemukan di jalanan untuk mangkal maupun mengamen. Yang mengherankan, apakah dengan berpenampilan seperti wanita penghasilan ngamen jadi lebih besar? Apakah dandanan salah kaprah itu membuat mereka lebih percaya diri saat mengais rezeki? Entahlah. Berbagai spekulasi bisa saja muncul dari benak kita. Yang pasti, tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini.

Padahal, pilihan untuk menjadi bencong atau banci merupakan kesalahan yang dapat digolongkan dalam kategori maksiat. Mengapa disebut maksiat? Karena menjadi bencong atau banci berarti telah keluar dari kodrat asli sebagai seorang pria. Hal ini sama sekali tidak dibenarkan oleh agama, dalam hal ini Islam.

Menjadi Bencong Bukan Hak Asasi

Banyak bencong mengatakan bahwa pilihan menjadi bencong atau banci adalah hak asasi setiap manusia sebagai bagian dari HAM. Dengan alasan hak asasi itulah, mereka merasa bebas untuk melakukan perubahan, pengurangan, dan penambahan, apapun dalam tubuhnya. Mau ganti kelamin atau suntik silikon, bebas-bebas saja. Toh, itu tubuh mereka sendiri.

Padahal, tubuh itu bukanlah milik mereka. Tubuh adalah anugerah yang diberikan Tuhan. Oleh sebab itu, manusia dituntut untuk menjaga dan merawat tubuh yang dititipkan ini dengan sebaik-baiknya sesuai syariat agama Islam. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa menjadi bencong sama sekali bukan hak asasi karena merupakan sebuah perilaku menyimpang. Menyimpang dalam hal ini tidak hanya dari sisi peraturan negara, tetapi berkaitan pula dengan penyimpangan dan pengingkaran kodrat yang ditetapkan Tuhan.

Menjadi Bencong Itu Rugi

Sebenarnya, pilihan untuk menjadi bencong adalah keputusan yang sangat merugikan. Kenapa? Berikut beberapa alasannya.

  • Bencong cenderung dijauhi, dikucilkan, ditakuti, dan dipandang sebelah mata.
  • Kerugian terbesar menjadi bencong adalah tidak dapat hidup berdampingan, dalam hal ini menikah, dengan wanita. Padahal, wanita merupakan makhluk terindah yang diciptakan Tuhan.
  • Bencong cenderung menjadi sosok yang paling disalahkan dalam kasus pernikahan sejenis.
  • Menjadi bencong sama halnya menjadi budak nafsu pria hidung belang.
  • Menjadi bencong berarti menikmati tubuh sendiri karena apa yang mereka cari dari pasangannya (sama-sama pria) sesungguhnya telah ia miliki.

Alasan Pria Jadi Bencong

1. Alasan Pria Jadi Bencong - Terjebak dalam Raga yang Salah?

Banyak bencong yang akhirnya mengambinghitamkan penempatan raga. Beberapa bencong beralasan bahwa sebenarnya mereka adalah perempuan tetapi dilahirkan dalam bentuk tubuh laki-laki. Para bencong pun kebanyakan mengaku bahwa naluri dalam dirinya murni (100 persen) perempuan.

Padahal, manusia jelas-jelas diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna. Yang paling penting, Tuhan tidak mungkin keliru menempatkan seseorang di luar kepribadian aslinya. Terperangkap dalam raga yang salah hanyalah alasan klise para bencong, meskipun ada pula yang memang memiliki kelamin ganda dan mengharuskan mereka untuk memilih kepribadian yang lebih dominan.

2. Alasan Pria Jadi Bencong - Adanya Mutasi Gen

Secara medis, ada hormon yang menyebabkan pria berperilaku seperti wanita dan merasa lebih nyaman dengan tingkah seperti itu. Mutasi gen ini akan menyebabkan kelainan gen pada pria bersangkutan, misalnya model gen XXY, gen wanita (X) lebih dominan. Maka, pria tersebut akan mengalami kelainan yang mencolok pada bagian tubuhnya. Misalnya, tumbuh payudara seperti perempuan.

3. Alasan Pria Jadi Bencong - Tuntutan Ekonomi

Tuntutan ekonomi boleh dikatakan sebagai alasan paling kuat dan paling konkret yang menyebabkan seseorang menjadi bencong. Dalam kasus seperti ini, menjadi bencong hanya bersifat kepura-puraan demi mendapatkan uang. Namun, kepura-puraan ini pun bisa menjerat bencong ke dalam kebiasaan hingga akhirnya kebablasan.

4. Alasan Pria Jadi Bencong - Terpengaruh Budaya Barat

Di era globalisasi atau era pasar bebas ini, manusia rentan terpengaruh oleh budaya-budaya luar yang mayoritas tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia. Salah satunya adalah pilihan menjadi bencong. Di beberapa negara, pernikahan sejenis memang sudah dilegalkan oleh negara, termasuk pilihan seseorang untuk menjadi bencong.

Bahkan, negara-negara tersebut sering mengadakan kontes-kontes kecantikan yang pesertanya dari kalangan bencong. Hal inilah yang turut ditiru oleh masyarakat Indonesia. Mereka mengadopsi budaya luar tanpa penyesuaian hingga akhirnya menimbulkan penyimpangan.

5. Alasan Pria Jadi Bencong - Trauma

Faktor traumatis memang bisa menjadi pemicu terbesar seorang pria memutuskan untuk menjadi bencong. Boleh jadi, pria tersebut pernah mendapatkan perlakukan tidak senonoh sehingga ia merasa nyaman dengan keadaannya sebagai bencong. Bisa pula karena ia sempat disakiti wanita sehingga memutuskan untuk menyukai sesama jenis dengan jalan mengubah tampilan menjadi bencong.

6. Alasan Pria Jadi Bencong - Pengaruh Lingkungan

Tidak dapat dipungkiri, lingkungan merupakan faktor pendukung terbesar yang menentukan masa depan seseorang. Termasuk, menentukan bencong atau tidaknya seorang pria. Pria yang sejak kecil bergaul dengan wanita, cenderung tumbuh menjadi sosok seperti wanita. Contoh lain, pria yang bekerja di salon cenderung memiliki sifat gemulai seperti wanita karena yang mereka layani setiap hari adalah wanita.

7. Alasan Pria Jadi Bencong - Tanda Akhir Zaman

Dalam ajaran Islam, telah disebutkan bahwa salah satu tanda-tanda kiamat atau akhir zaman adalah banyaknya pria yang berperilaku dan berpenampilan seperti wanita. Begitupun, sebaliknya. Wanita perperilaku dan berpenampilan layaknya pria. Menilik kondisi saat ini, tampaknya hari kiamat semakin dekat seiring menjamurnya para bencong, banci, waria, gay, dan lesbian.

Begitu banyak alasan seseorang memilih menjadi bencong, karena mutasi maupun profesi. Namun, alasan apapun tidaklah bisa dijadikan pembenaran karena agama Islam terang-terangan melarang seseorang menjadi bencong. Apalagi, jika pengingkaran kodrat itu disertai dengan operasi ganti kelamin atau melakukan suntik silikon untuk menumbuhkan payudara. Setelah mengetahui beberapa penyimpangan dan kerugiannya, masihkah berpikir untuk menjadi bencong?

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Mengintip Penyebab, Gejala, dan Rahasia Mengatasi Depresi
  • Dana Bantuan Sahabat, Sebuah Kesetiakawanan
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA