logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Penyimpangan Sosial

Bentuk Bentuk Penyimpangan Sosial Remaja


Ilustrasi bentuk bentuk penyimpangan sosial

Bentuk-bentuk penyimpangan sosial bisa di definisikan sebagai suatu bentuk perilaku yang melanggar kaidah, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada di masyarakat, perilaku tersebut bisa dilakukan oleh seorang individu atau pun oleh sekelompok orang. Bentuk-bentuk penyimpangan sosial bisa bermacam-macam, salah satunya adalah penyimpangan yang sering dilakukan oleh remaja, khususnya siswa sekolah.

Di dalam masyarakat kita terdapat berbagai nilai dan norma yang ada untuk memberikan batasan bagi kita dalam berperilaku. Nilai dan norma inilah yang menjadi koridor kita dalam berbuat. Kita diharapkan untuk tidak melanggar nilai yang ada namun jika kita melanggarnya maka kita disebut telah melakukan penyimpangan sosial dan akan mendapatkan sanksi atau hukuman tertentu.

Terdapat empat nilai dalam masyarakat sebagai batasan kita dalam berperilaku. Jika nilai ini tidak diterapkan dengan baik maka akan terjadi bentuk-bentuk penyimpangan sosial. Empat nilai tersebut adalah:

Nilai agama. Nilai ini bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa yang termuat dalam aturan-aturan agama yang kita peluk. Nilai ini berisikan aturan, perintah dan larangan. Jika kita melanggar nilai agama ini maka yang kita dapatkan adalah dosa.

Nilai Kesopanan. Nilai ini bersumber dari pergaulan di masyarakat dan diterapkan dalam pergaulan. Nilai ini pun juga berisikan hal-hal yang seharusnya kita lakukan dan tak boleh kita lakukan. Jika kita melanggar nilai kesopanan ini maka kita akan mendapatkan sanksi dari masyarakat berupa gunjingan dan cemoohan.

Nilai Kesusilaan. Nilai ini kita peroleh dari kehidupan bermasyarakat. Jika kita melanggar nilai kesusilaan ini kita pun akan mendapatkan gunjingan sampai pada taraf  pengasingan dari lingkungan masyarakat.

Nilai hukum. nilai ini adalah nilai yang dibuat oleh penguasa negara yang bertujuan untuk mengatur kehidupan bernegara. Nilai hukum juga berisikan aturan dan batasan perbuatan mana yang boleh secara hukum kita lakukan dan perbuatan mana yang tidak boleh kita lakukan. Jika kita melanggar norma hukum ini maka kita akan mendapatkan hukuman kurungan penjara atau pun denda. Nilai hukum ini bersifat mengatur dan memaksa. Mengatur setiap warga negara dalam melakukan kehidupan bernegaranya dan memaksa setiap warga negara untuk mematuhi segala peraturannya.

Penyimpangan atau pelanggaran nilai ini dapat dilakukan oleh siapa pun termasuk siswa sekolah. Penyimpangan yang sering dilakukan oleh siswa sekolah, seperti membolos, pengrusakan, menentang terhadap guru, perkelahian, bahkan tidak menutup kemungkinan sampai terjadinya penganiayaan. 

Bentuk-bentuk penyimpangan sosial yang dilakukan oleh siswa saat ini memang sangat beragam dan hal itu tak jarang dilakukan dengan intensitas yang tinggi. Perilaku penyimpangan seorang pelajar pada umumnya adalah sebagai berikut;

Perbuatan-Perbuatan yang Melanggar Hukum 

Bentuk-bentuk penyimpangan sosial yang dilakukan remaja bisa merupakan tindakan yang melanggar hukum ataupun perbuatan yang anti sosial, seperti; 

1. Berada di tempat hiburan atau mall pada saat jam pelajaran

Alasan dan yang dilakukan pelajar bisa bermacam-macam, salah satu contohnya adalah bermain game di tempat-tempat permainan game online, warnet-warnet. Kemajuan teknologi bisa membawa dampak negatif bagi siapa pun yang kurang bisa mengontrol diri, banyaknya permainan baru dengan bentuk pola yang berbeda, yang lebih menarik membuat sebagian pelajar tertantang terus dan menganggap duduk di depan layar komputer lebih menarik dibandingkan di dalam kelas.

Banyaknya mal dipusat kota khususnya membuat sebagian pelajar keterusan ‘mejeng’ yang ternyata tidak hanya dilakukan pad waktu diluar jam sekolah, tak jarang kegiatan mejeng dilakukan pada waktu jam pelajaran.

2. Membentuk geng atau kelompok

Salah satu ciri keremajaan adalah rasa solidaritasnya. Solidaritas bisa berdampak positif dan negatif. Positif apabila visi misi didirikannya kelompok itu menguntungkan, misalnya kelompok belajar, kelompok atas dasar hobi yang sama (bisa dalam bentuk keterampilan, olah raga, sosial dsb).

Namun, kelompok atau geng bisa menjadi merugikan apabila orientasinya hanya untuk superioritas, misalnya kelompok senior yang menekan adik kelas, hal ini bisa menyebabkan perkelahian apabila junior mempunyai ego yang tinggi. Tidak menutup kemungkinan akhirnya berdampak menjadi perkelahian antarkelompok atau tawuran antarsekolah.

3. Penggunaan obat terlarang

Banyak faktor mengapa remaja menggunakan obat-obat terlarang padahal mereka sudah mengetahui bahayanya dan risiko di masa depan. Tujuan menggunakan obat terlarang bisanya untuk membuktikan keberanian dalam melakukan suatu tindakan yang berbahaya seperti berkelahi, biar lebih percaya diri (PD), melepaskan diri dari kesepian atau rasa terkucil, menghilangkan rasa prustasi dan kegelisahan akibat suatu masalah, karena rasa solidaritas terhadap kawan, bahkan hanya sekadar ingin tahu saja.

4. Menyukai melihat hal-hal yang berbau porno

Masalah seksual adalah masalah alamiah yang memang ada dalam diri seseorang. Namun hal ini haruslah diatur. Seorang siswa yang sejatinya masih remaja sangatlah rentan untuk terpengaruh pengaruh negatif yang ada di luar mereka. Termasuk hal-hal yang berbau porno.

Saat ini kita menjumpai kemudahan dalam memperolehnya seperti kemudahan dalam mengaksesnya melalui internet. Dan kebiasaan ini menjadi sebuah kegemaran. Bisa lebih parah lagi jika hal ini telah menjadi sebuah kebutuhan.

Melanggar Hak Orang Lain

Bentuk-bentuk penyimpangan sosial yang dilakukan remaja bisa berbentuk suatu tindakan yang mengakibatkan kerugian pada orang lain yang bersifat kebendaan, contohnya:

  1. Mengambil atau mencuri barang milik sekolah, kawannya atau pun milik orang lain di tempat umum
  2. Melakukan pemerasan di lingkungan sekolah terhadap kawan-kawannya, biasanya dilakukan ke junior, pemerasan bisa dilakukan juga di luar sekolah.

Secara umum bentuk-bentuk penyimpangan sosial yang dilakukan remaja bisa terjadi akibat beberapa faktor. Pertama internal, yaitu penyimpangan yang dilakukan tanpa ada pengaruh dari luar, dilakukan karena dorongan dari dalam diri. Kedua faktor eksternal, yaitu yang diakibatkan karena lingkungan di luar seperti sekolah yang kurang disiplin, dan faktor keluarga.

Karena bentuk-bentuk penyimpangan sosial yang dilakukan oleh remaja disebabkan oleh dua hal yang telah disebutkan di atas maka untuk mencegah terjadinya penyimpangan sosial ini kita haruskan melakukan:

Pertama, penanaman nilai yang kuat ke dalam jiwa para remaja. Penyimpangan terjadi saat remaja melakukan pelanggaran terhadap nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat. Untuk itu haruslah ditanamkan nilai-nilai ini ke dalam jiwa para remaja sehingga mereka tidak akan melakukan pelanggaran.

Memang dapat disadari bahwa hal pelanggaran ini adalah hal yang wajar untuk dilakukan namun hal ini dapat diminimalkan. Remaja haruslah dididik untuk menghargai setiap nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Penanaman ini dapat dilakukan di dalam keluargasebagai sarana pendidikan pertama dan utama bagi remaja.

Jika sudah tertanam nilai-nilai ini ke dalam jiwa remaja maka remaja itu sendiri yang akan membentengi dirinya sendiri atau sudah terbentuk self-control untuk tidak melakukan segala penyimpangan sosial.

Terciptanya lingkungan yang kondusif. Seorang remaja yang sudah memiliki penanaman nilai yang kuat dalam dirinya, hal ini masih belum cukup untuk membuatnya tidak melakukan penyimpangan. Karena dia akan bersinggungan dengan masyarakat yang ada di sekitarnya.

Jika masyarakat yang ada di sekitarnya juga memiliki pengagungan yang tinggi terhadap nilai yang ada maka remaja tersebut pun juga akan semakin menjaga nilai yang ada. Dia akan lebih menancapkan nilai tersebut di dalam jiwanya.

Namun jika yang terjadi adalah hal yang sebaliknya, seorang remaja sudah memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai yang harus ia junjung tinggi namun ketika ia terjun ke dalam masyarakat, masyarakat sekitarnya justru melakukan penyimpangan maka ia pun akan tergoda untuk melakukan penyimpangan yang sama pula.

Sekuat apa pun penanaman nilai yang sudah ada dalam diri remaja tersebut namun jika ia terus bersinggungan dengan masyarakat yang terus-menerus melakukan penyimpangan maka yang terjadi ia pun juga akan melakukan penyimpangan.

Hal ini ibarat batu yang sangat kuat yang jika terus-menerus ditetesi oleh air maka batu yang kuat itupun juga akan berlubang. Jadi masyarakat pun juga harus menjadi masyarakat yang kondusif dan mendukung agar remaja kita saat ini memiliki benteng yang kuat untuk dirinya sendiri agar tidak melakukan penyimpangan. Bukan malah sebaliknya, masyarakat justru menjadi setan penggoda untuk remaja melakukan penyimpangan sosial.

Bentuk-bentuk penyimpangan sosial yang banyak dilakukan remaja saat ini adalah akibat dari lemahnya penanaman nilai dan norma yang ada dalam masyarakat. Penyimpangan sosial yang dilakukan remaja ini telah membuat mereka teralihkan dari tugas dan tanggung jawab mereka sebagai generasi penerus bangsa. Untuk itu remaja harus semakin sering disadarkan untuk kembali memaksimalkan potensi mereka sebagai penerus bangsa.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Fenomena Prostitusi Transgender di Taman Lawang
  • Berbagai Bentuk Penyimpangan Sosial dan Contohnya
  • Contoh Penyimpangan Sosial yang Harus Diperangi
  • Memahami Konsep Penyimpangan Primer dan Sekunder
  • Penyimpangan Sosial Di Indonesia
  • Contoh Perilaku Menyimpang Positif dalam Kehidupan
  • Akibat Pergaulan Bebas
  • Sejarah Ahmadiyah dan Bukti Pelanggaran HAM
  • Kasus Penyimpangan Sosial
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA