logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Dunia    Artikel Umum Dunia    Benua Eropa

Sejarah Peradaban Benua Eropa

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Benua Eropa adalah sebuah kawasan yang tidak hanya dipisahkan oleh posisi geografisnya, namun lebih disatukan oleh persamaan budaya dan sejarahnya. Secara geografis, Benua Eropa dibatasi oleh Pegunungan Ural dan Laut Kaspia di sebelah timur, Samudera Arktik di utara, Samudera Atlantik di barat, dan Laut Tengah di sebelah selatan.

Berdasarkan sebuah cerita yang terjadi jutaan tahun yang lalu, dunia ini awalnya hanya terdiri dari satu benua. Benua maksudnya adalah daratan yang luas. Hingga kemudian terjadilah sebuah fenomena alam berupa pergeseran kerak bumi yang pada akhirnya memisahkan satu daratan luas itu menjadi beberapa bagian.

Belahan-belahan daratan yang terjadi akibat proses alam itu kemudian yang kita kenal sekarang ini dengan sebutan benua. Nama-nama benua yang sudah pasti sangat kita hafal adalah terdiri dari 5 A dan 1 E. Benua Antartika, Australia, Afrika, Amerika, Asia, dan Benua Eropa.

Tiap-tiap benua pastilah memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri. Berbeda Asia berbeda juga Amerika, begitupun dengan Benua Eropa. Kesemua benua itu tidak bisa disamakan. Kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Benua Asia sama sekali berbeda dengan kebudayaan yang dimiliki Benua Eropa, begitupun sebaliknya.

Budaya Benua Eropa

Dilihat budayanya, negara-negara di Benua Eropa memiliki akar budaya yang sama, yaitu sebagai pewaris kebudayaan Romawi atau Yunani Kuno serta Kristen abad pertengahan. Hanya Turki dan beberapa negara yang dulunya merupakan daerah kekuasaannya yang memiliki sedikit perbedaan budaya. Hal ini disebabkan pengaruh Islam yang telah lebih dulu masuk ke wilayah tersebut.

Secara garis besar, sejarah peradaban Eropa modern berawal dari abad klasik (Yunani atau Romawi Kuno), abad pertengahan, abad renaisans, abad modern.

Abad Klasik di Benua Eropa

Pada masa ini, Benua Eropa adalah suatu kawasan yang didominasi oleh peradaban Yunani (abad ke-8 SM sampai abad ke-6 SM) dan Romawi Kuno (abad ke-10 SM sampai abad ke-5 M). Kedua peradaban ini silih berganti mewarnai peradaban Eropa secara keseluruhan dengan ciri khasnya masing-masing.

Masyarakat Yunani kuno mewariskan ilmu filsafat yang menekankan pada rasionalitas, demokratisasi, dan logika berpikir bebas. Para filsuf yang terkenal, antara lain Socrates, Plato, Aristoteles, dan Heredotus. Para filsuf tersebut telah mempengaruhi dasar-dasar alam pikiran filsafat Eropa hingga saat ini. Sementara peradaban Romawi Kuno, telah meletakkan dasar-dasar kenegaraan dan peradaban modern bagi bangsa di Benua Eropa saat ini.

Peninggalan dari kejayaan peradaban Romawi terlihat dari bangunan-bangunannya yang megah dengan tata letak kota yang telah didesain secara rapi dan sistematis. Di kemudian hari, tepatnya pada masa renaisans, warisan seni arsitektur Romawi tersebut berjaya kembali dengan maraknya seniman abad pertengahan yang berkarya berdasarkan tradisi Romawi Kuno sebelumnya. Bangunan ini menjadi salah satu bukti kehebatan peradaban di Benua Eropa.

Abad Pertengahan di Benua Eropa

Oleh para sejarawan, abad pertengahan yang terjadi di Benua Eropa dimulai saat jatuhnya Romawi Barat oleh bangsa Jerman yang kemudian dipersatukan kembali oleh Raja Charlemagne dari Franka pada abad ke-5 M sampai jatuhnya Konstantinopel di Romawi Timur di abad ke-14 M.

Setelah Charlemagne berhasil menyatukan kembali daerah bekas kekuasaan Romawi Barat, terjadilah simbiosis aneh antara penguasa dengan tahta suci Roma. Pada masa itu, tidak ada yang bisa menjadi kaisar kecuali dinobatkan oleh Paus di Roma (Romawi Barat).

Sementara itu, secara de jure, provinsi-provinsi bekas Romawi Barat yang telah disatukan kembali oleh Charlemagne tersebut masih tunduk pada kaisar di Konstantinopel (Romawi Timur), yang merupakan satu-satunya sumber otoritas hukum. Oleh sebab itu, tidak jarang penguasa kuat justru menggantikan paus yang sedang berkuasa.

Pada abad pertengahan ini, pengaruh agama Kristen di Benua Eropa sangat dominan dan menancapkan kukunya di semua sektor kehidupan, termasuk pemerintahan. Tidak heran bila ilmu pengetahuan yang telah berkembang pada abad klasik digantikan oleh dogma-dogma gereja yang justru mengekang pengetahuan. Bahkan, sains dianggap sebagai ilmu sihir yang menjauhkan manusia pada Tuhan.

Tidak heran bila masa abad pertengahan bisa dikatakan sebagai masa kegelapan bagi bangsa Eropa, bagi Benua Eropa. Kebejatan moral diperlihatkan para pemimpin Roma beserta rakyatnya. Beralihnya sumber pengetahuan Yunani Kuno kepada para cendikiawan muslim ditenggarai sebagai penyebab mundurnya peradaban bangsa Benua Eropa pada masa itu.

Sebaliknya, peradaban Islam yang berpusat di Baghdad sedang giat-giatnya menggali berbagai cabang ilmu pengetahuan. Para cendikiawan muslim tersebut telah sukses mentransfer pengetahuan berdasarkan buku-buku karya para filsuf Yunani Kuno sehingga mereka tampil sebagai pemimpin peradaban di Benua Eropa pada masa itu.

Abad pertengahan di Benua Eropa berakhir saat jatuhnya Konstantinopel di Bizantium (pusat Romawi Timur) sehingga munculnya monarki-monarki nasional sekitar abad ke-14 M dan mulai berkembangnya renaisans di abad ke-15 M.

Masa Renaisans di Benua Eropa

Masa abad pertengahan di Benua Eropa ditandai dengan dominasi gereja yang sangat membelenggu pengetahuan dan kebebasan, melahirkan renaisans (renaissance). Renaissance berasal dari bahasa Latin, yaitu re berarti 'kembali' dan naitre berarti 'lahir kembali kreativitas yang selama ini membelenggu Eropa dan diilhami oleh kebudayaan Eropa Klasik (Yunani dan Romawi)'.

Masa renaisans di Benua Eropa diawali dengan penjelajahan samudera, kebangkitan humanisme, serta Reformasi Protestan, yang berlangsung dari abad ke-15 M hingga abad ke-16 M. Pada masa ini, berbagai cabang ilmu pengetahuan berkembang pesat, berbarengan dengan mundurnya pengaruh gereja yang sebelumnya sangat kuat.

Masa renaisans di Benua Eropa disebut juga sebagai abad pencerahan. Kesenian, sastra, sains, dan musik, berkembang pesat dengan para tokohnya, seperti Leonardo da Vinci (1452-1519), Nicolaus Copernicus (1473-1543), Johannes Kepler (1571-1630), Galileo Galilei (1564-1643), dan lain –lain.

Masa renaisans di Benua Eropa diikuti dengan penjelajahan samudera yang dipelopori oleh bangsa Portugis dan Spanyol. Kemudian, diikuti oleh Prancis, Belanda, dan Inggris. Mereka berlomba membangun imperium baru dengan kekuasaan luas di Afrika, Amerika, dan Asia. Oleh karena itu, masa renaisans bisa disebut sebagai masa peralihan dari abad pertengahan sampai masuk ke abad modern, ditandai dengan Revolusi Industri dan Revolusi Prancis.

Benua Eropa dan Kemajuan Zaman

Benua Eropa memiliki negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa. Jumlah anggota dari Uni Eropa tersebut sejauh ini ada 27 negara. Terdiri dari berbagai negara dengan kemajuan serta penemuannya yang berguna bagi peradaban manusia.

Dilihat dari luas wilayahnya, Benua Eropa berada diperingkat kedua sebagai benua terkecil setelah Benua Australia. Luas wilayah Benua Eropa secara keseluruhan hanya 10. 600.000 km². Untuk jumlah penduduk, Benua Eropa memiliki 799.466.000 jiwa, berada di urutan ke tiga setelah Benua Asia dan Afrika.

Meskipun memiliki luas wilayah yang tidak terlalu besar, Benua Eropa menyajikan berbagai kemajuan zaman di berbagai bidang. Penemuan-penemuan besar dibidang teknologi banyak ditemukan di Benua Eropa. Tokoh dibalik penemuan-penemuan itupun banyak yang berasal dari Benua Eropa, sebut saja salah satunya adalah Albert Einstein.

Kemajuan zaman yang diciptakan di Benua Eropa bukan berarti meniadakan keanekaragaman hayati di benua itu. Seperempat luas hutan yang ada di dunia berada di kawasan Benua Eropa. Terlebih di negara Skandinavia dan Russia.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Wisata di Eropa: Roma, Etalase Peradaban Romawi
  • Toba - Danau Terbesar di Indonesia
  • Sejarah Majalah: Dari Masa Daniel Defoe hingga Era Internet
  • Mengenal Lambang ASEAN dan Artinya
  • Keindahan Laut Karibia
  • Bersiap Menghadapi Badai Matahari Tahun 2012
  • Sejarah Yahudi: Dari Suku Menjadi Negara Zalim
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA