logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Keluarga    Bayi & Balita    Pertumbuhan Balita    Berat Badan Balita

Faktor Penentu Berat Badan Balita

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). Para orang tua, terutama yang memiliki anak balita, dan ibu hamil tentu tak asing dengan satu kata ini. Para ibu umumnya mengenal fungsi posyandu untuk memberikan imunisasi dasar, pemberian vitamin secara gratis, dan untuk menimbang berat badan balita.

Program pemerintah ini dilaksanakan satu kali dalam sebulan, umumnya di tingkat RW. Keberadaan posyandu sebagai ujung tombak pelayanan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat diharapkan dapat memantau tumbuh-kembang bayi dan balita di wilayah tugas masing-masing. Posyandu pun diharapkan dapat cepat mengetahui dan mengambil tindakan jika ada balita yang mengalami kekurangan gizi.

Meskipun tugas rutin posyandu setiap bulan adalah menimbang berat badan balita, namun tak semua kader posyandu memiliki bekal pengetahuan yang cukup mengenai hal ini. Masih ada kader posyandu yang berpegangan secara kaku pada tabel berat badan.

Tak jarang kader-kader ini menegur dan bahkan memarahi ibu-ibu yang berat badan balitanya berada di bawah normal. Balita-balita bertubuh kurus ini lantas dianggap kurang gizi, terlambat tumbuh, tidak sehat, dan sebagainya. Ibu-ibunya pun dianggap tidak becus mengurus anak dan tak memperhatikan asupan gizi si anak balita.

Berat badan balita, idealnya adalah sebagai berikut:

  • Balita Laki-laki
    1 – 2 tahun: 10,1 kg – 12,6 kg

    2 – 3 tahun: 12,6 kg – 14,6 kg

    3 – 4 tahun: 14,6 kg – 16,7 kg

    4 – 5 tahun: 16,7 kg – 18,7 kg
  • Balita Perempuan
    1 – 2 tahun: 9,5 kg – 11,9 kg

    2 – 3 tahun: 11,9 kg – 14,1 kg

    3 – 4 tahun: 14,1 kg – 16,0 kg

    4 – 5 tahun: 16,0 kg – 17,7 kg

Jika berat badan balita tak sesuai dengan itu, sebaiknya jangan langsung memvonis balita tersebut kurang gizi. Berat badan balita, gemuk-kurusnya balita, dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

Asupan Gizi

Balita yang mendapat cukup makanan bergizi berkemungkinan memiliki berat badan ideal dibandingkan balita yang tidak mendapat makanan bergizi dalam kualitas dan kuantitas yang memadai.

Genetik / Keturunan

Balita berkemungkinan bertubuh gemuk jika bapak-ibunya, atau kakek-neneknya, juga bertubuh gemuk, demikian pula sebaliknya. Jika dalam silsilah keluarga kedua orang semua bertubuh kurus langsing dan tak ada yang bertubuh gemuk, maka balita pun mewarisi gen tersebut. Diberi banyak makanan bergizi pun, pertumbuhan tubuhnya tidak akan keluar dari struktur genetiknya.

Jenis Kelamin

Balita laki-laki umumnya memiliki berat badan yang lebih besar daripada balita perempuan.

Berat badan Ketika Lahir

Balita yang ketika lahir hanya mempunyai berat badan 2 kg tentu pertambahan berat badannya tak secepat teman-temannya yang ketika lahir memiliki berat di atas 3,5 kg.

Tinggi Badan

Balita yang memiliki tinggi tubuh di atas rata-rata balita seusianya namun memiliki berat badan yang hanya rata-rata, tentu akan terlihat kurus.

Dengan mempunyai pengetahuan yang memadai, para orang tua dapat mengarahkan tumbuh kembang anak balitanya secara optimal dan bukan sekadar mengejar target berat badan balita.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Memantau Berat Badan Ideal Balita dengan Cermat
  • Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Balita
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA