Memantau Berat Badan Ideal Balita dengan Cermat

Kadang, orang tua bingung jika melihat postur tubuh dan berat badan buah hatinya yang dirasa terlalu kurus, atau juga terlalu gemuk. Berbagai cara dan trik mereka lakukan untuk menyeimbangkan berat badan sang anak agar dapat menjadi ideal, yang sesuai dengan usia dan juga tinggi badan sang anak.
Sebenarnya bagaimana cara mengetahui berat badan ideal balita kita? Apakah ada rumus tertentu yang harus menjadi pedoman bagi kita, sebagai orang tua untuk mengawasi perkembangan sang buah hati?
Berat Balita Ideal
Dalam dunia kesehatan, ada beberapa cara melihat apakah berat badan ideal balita sudah memenuhi standar atau belum. Pedomannya dapat di ukur dari faktor-faktor seperti, kebangsaan, jenis kelamin, dan juga umur.
Di Indonesia, pemerintah sudah mempunyai program sendiri dengan meluncurkan KMS atau Kartu Menuju Sehat, yang biasanya diberikan oleh dokter, perawat atau bidan dan tenaga penyuluhan di posyandu tempat Anda memeriksakan kesehatan buah hati anda.
Pada KMS, sudah tertera dengan jelas, indikasi berupa grafik hijau tempat memantau berat badan ideal yang juga disesuaikan dengan umur anak Anda.
Menu Bagi Balita Berat Badan Kurang
Biasanya, jika dalam KMS nampak indikasi bahwa berat badan ideal balita Anda menurun atau kurang dari normal, maka orang tua akan buru-buru mencari cara agar berat badan buah hati dapat naik lagi.
Salah satu caranya adalah, memberikan berbagai menu sehat bagi balita. Ada pula yang lantas menambah porsi susu formula yang mahal, bagi pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Sebenarnya, hal tersebut tidak ada salahnya, Selama masih mengikuti saran dan nasehat dokter atau perawat dimana anak kita memeriksakan perkembangannya. Yang perlu diperhatikan adalah, orang tua harus tetap berpegang pada jenis makanan yang cocok dengan pencernaan balita dan tidak terlalu banyak mengandung lemak.
Gemuk Tidak Identik dengan Sehat
Perlu dicatat, bahwa balita yang nampak kurus, tidak berarti tidak sehat. Selama orang tua telah memenuhi porsi makanan balitanya dengan makanan yang seimbang kadar karbohidrat, protein, vitamin, serta mineral yang dibutuhkan tubuhnya, maka ukuran tubuh yang kurus tidak perlu membuat orang tua cemas.
Bisa terjadi karena aktivitas yang dikerjakan anak Anda lebih banyak, karena anak tergolong aktif. Atau juga pengaruh genetik, dimana kedua orang tua tidak termasuk keturunan orang yang gemuk.
Jadi, jangan tergoda untuk memberikan pada anak jenis makanan yang mengandung lebih banyak lemak, tanpa diseimbangkan dengan buah dan sayur, hanya karena ingin anak menjadi gemuk dan montok. Selalu perhatikan indikator berat badan ideal balita dalam KMS dan jangan lupa untuk rutin memeriksakan kesehatan anak Anda di Posyandu atau dokter.






