logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Berita    Bencana    Bencana Alam

Mengupas Berita Bencana Alam Salju Longsor


Ilustrasi berita bencana alam

Apakah Anda pernah mengetahui berita bencana alam salju longsor? Ya, kedengarannya memang tampak asing di telinga kita. Mungkin juga terdengar agak unik karena di Indonesia tidak ada musim salju. Kasus-kasus bencana alam seperti ini hanya terjadi di negara-negara yang beriklim salju.

Melihat orang yang sedang bermain sky di negara-negara bagian Eropa sungguh sangat asyik bukan? Sehingga kadang timbul keinginan kita untuk bermain sky seperti mereka. Betapa serunya membayangkan ketika kita sedang meluncur di atas papan dari puncak bukit. Kemudian mengikuti jalan berkelok-kelok yang dipenuhi salju.

Namun, bayangkan jika salju salju-salju yang tenang itu tiba-tiba meluncur kencang dengan kekuatan yang sangat dahsyat. Manusia pun tidak sanggup untuk melarikan diri ketika salju menghantam mereka dengan kecepatan tinggi.

Salju yang tadinya bersahabat berubah dengan cepat menjadi malapetaka bagi orang-orang di sekitarnya. Hantaman salju yang tajam itu pun tidak sedikit menelan korban jiwa. Tak ada manusia yang dapat bertahan dengan dinginnya salju yang menusuk hingga ke tulang. Artikel ini akan membahas seputar berita bencana alam salju longsor yang kerap terjadi di pegunungan es.

Berita Bencana Alam – Karakteristik Salju Longsor

Sebelum membahas tentang berita bencana alam salju longsor, akan lebih baik jika kita tahu asal usul salju longsor tersebut. Salju longsor merupakan kumpulan es atau salju yang tiba-tiba runtuh dari puncak gunung dengan ketinggian tertentu.

Kumpulan salju dalam jumlah banyak itu bergerak melewati lereng gunung dan langsung menerjang serta mengubur benda apa pun yang dilewatinya. Salju longsor biasanya meluncur dengan tekanan yang sangat kuat. Pohon- pohon, batu besar, kendaraan, hingga bangunan- bangunan kohoh pun terhempas ke tempat yang lebih jauh.

Hujan salju turun dari awan pada saat suhu rendah, kemudian mengalami pembekuan air di lapisan atmosfer. Lalu butiran-butiran salju pun turun ke seluruh permukaan wilayah yang sedang mengalami musim salju. Butiran-butiran salju yang tadinya sedikit lama-lama menjadi tumpukan salju yang besar. Salju longsor memiliki diklasifikasikan menjadi beberapa jenis.

Tetapi, tiga yang paling sering terjadi di antaranya longsor lemping, longsor lemping kering, dan longsor lemping basah. Longsor lemping adalah longsor yang terjadi pada saat tumpukan salju yang berukuran tebal patah, kemudian membentuk lemping yang tajam dan bergerak cepat ke daratan rendah.

Longsor lemping basah, yaitu ketika salju yang turun lebih lambat karena permukaannya lebih basah dan berat. Sedangkan longsor lemping kering adalah pada saat salju turun lebih cepat karena bila pemukaannya kering, salju akan terasa ringan.

Berita Bencana Alam Seputar Salju Longsor di Berbagai Negara

Bencana alam salju longsor sudah banyak terjadi di negara-negara yang memiliki musim salju. Dari sekian banyak berita bencana alam salju longsor, dua di antaranya adalah salju longsor di Austria dan salju longsor di Nepal.

Berita Bencana Alam Seputar Salju - Salju Longsor di Austria

Peristiwa salju longsor terjadi pada tanggal 23 Februari 1999 di Desa Galtuer, Austria. Berita bencana alam ini sontak mencengangkan penduduk sekitar kaki gunung tersebut. Saat itu salju turun dengan lebat hingga membuat Desa Galtuer tak bisa terdeteksi oleh daerah sekitarnya.

Di daerah Austria bagian barat, puluhan ribu orang terjebak di dalam penginapan daerah pegunungan. Mereka tak bisa keluar karena terhadang oleh salju setinggi 4 meter. Kondisi cuaca pada waktu kejadian sangatlah ekstrem.

Hembusan angin yang kencang dengan kecepatan 90 km/jam membawa salju dalam jumlah yang tidak sedikit dan mengakibatkan badai salju. Hal itu menyebabkan salju yang menumpuk jadi tidak stabil. Lama-kelamaan salju yang tidak stabil itu menjadi sangat berat sehingga salju pun tidak dapat tertahan.

Akhirnya, longsoran salju dalam skala besar meluncur dengan kecepatan 290 km/jam. Salju longsor tersebut hanya butuh waktu 50 detik untuk mencapai kaki gunung. Longsoran salju pun dengan cepat menghantam rumah-rumah penduduk.

Ketinggian salju longsor kira-kira 100 m dengan lebar 500m. Bencana alam salju longsor menyapu dengan kekuatan yang sangat dahsyat. Bencana ini mengakibatkan  beberapa rumah penduduk bagian atasnya terbelah, mobil-mobil terlempar jauh, serta sebagian rumah lain terkubur oleh salju.

Puluhan orang terperangkap dalam rumah masing-masing. Desa Galtuer berada di bawah lereng gunung salju yang sangat curam. Hal tersebut membuktikan bahwa di wilayah itu sering terjadi bencana alam salju longsor.

Menurut catatan berita, longsor salju paling parah terjadi pada tahun 1689 yang menewaskan sekitar 250 penduduk desa. Pada tahun 1999, salju longsor mengakibatkan 31 nyawa melayang.

Salah seorang saksi mata Franz Wenko berkata," Kami sedang minum-minum anggur, ketika longsor terjadi. Listrik padam. Saat itu gelap gulita, yang terlihat hanya debu dan salju. Kami berusaha keluar secepat mungkin". Tim evakuasi pun sangat sulit untuk melakukan penyelamatan karena salju yang tertimbun sudah mulai keras.

Mereka takut bila terlalu lama di dalam rumah yang beku tersebut, orang-orang yang ada di dalamnya kemungkinan terkena penyakit hipotermia serta kehabisan oksigen. Tim evakuasi berhasil menyelamatkan 20 orang yang mengalami luka parah. Salju longsor ini telah menewaskan 31 nyawa manusia, puluhan bangunan rusak.

Para korban luka dibawa oleh helikopter untuk langsung dilarikan ke rumah sakit. Selain itu, helikopter juga menurunkan bahan makanan pokok untuk orang-orang yang masih bertahan dalam rumah mereka.

Sebagian turis mancanegara mengalami syok dan trauma. Para turis tersebut dipulangkan ke negara asal mereka menggunakan kereta. Saat ini, Desa Galtuer mempunyai tembok yang dapat menahan hantaman salju longsor. Di daerah puncak gunung pun diberi pagar baja yang kokoh agar salju longsor tak dapat runtuh ke wilayah kaki gunung. Rumah-rumah penduduk pun dibangun dengan beton kuat supaya tahan terhadap serangan salju longsor.

Berita Bencana Alam Seputar Salju - Salju Longsor di Nepal

Bencana alam yang terjadi pada tanggal 20 Oktober 2005 ini terjadi di wilayah Gunung Kanguru, Nepal. Puncak pegunungan tersebut merupakan salah satu puncak tertinggi di Pegunungan Himalaya. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi para pendaki gunung yang ingin berpetualang.

Tak banyak yang tahu persis tentang keadaan gunung tersebut karena letaknya di daerah yang terpencil. Berita bencana alam yang dikabarkan memberikan informasi tentang hilangnya para pendaki gunung es yang sudah berpengalaman.

Mereka terperangkap dalam badai salju yang mengerikan. Ketinggian Gunung Kanguru mencapai 6.981 m. Pimpinan pendaki gunung dari Perancis itu bernama Daniel Stolzenberg. Ia bersama tujuh orang pendaki gunung lainnya memang sudah sangat berpengalaman untuk menaklukan rangkaian puncak gunung.

Namun, saat itu kondisi buruknya cuaca tiba-tiba mengganggu perjalanan para pendaki gunung tersebut. Badai salju yang sangat besar menghantam Gunung Kanguru. Perkemahan para pendaki gunung terletak di lereng yang sangat curam.

Saat itu, tiba-tiba longsoran salju dalam jumlah besar runtuh menimpa perkemahan mereka. Salju longsor menghantam daerah itu mengakibatkan 7 orang pendaki gunung serta 11 pendamping pendaki tertimbun di dalam salju.

Tim evakuasi bencana alam mengalami kesulitan karena salju sangat tebal dan keras. Sulit untuk menerobos wilayah gunung itu. Korban selamat dari kejadian itu adalah empat orang kuli angkut yang membantu para pendaki gunung. Namun, para pendaki gunung dan pendamping pendaki naas seluruhnya dinyatakan tewas.

Tim evakuasi akhirnya menemukan jenazah korban tewas tujuh bulan kemudian setelah salju mencair. Menurut kesaksian salah seorang korban selamat, ia mengingat ketika ada suara ledakan dahsyat yang diikuti dengan hembusan angin yang mengerikan.

Tiba-tiba ia sadar dan sudah berada jauh dari kemah tersebut. Para korban yang selamat beruntung karena kemah mereka agak ke bawah jadi dapat langsung bergegas melarikan diri. Namun tragis, pendaki gunung tidak dapat terselamatkan.  

Dari dua berita bencana alam tersebut, hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi semua orang. Salju yang terlihat tenang tiba-tiba dapat menghancurkan kehidupan di sekilingnya. Semoga berita bencana alam ini akan meningkatkan tingkat kewaspadaan kita.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Jenis Gempa Bumi Vulkanik Terdahsyat di Dunia
  • Bencana Gunung Merapi - Bencana Bagi Masyarakat Yogya dan Indonesia
  • Macam-Macam Bantuan Tsunami
  • Tsunami di Indonesia - Dari Krakatau hingga Aceh
  • Beberapa Peristiwa yang Membuat Dunia Panas
  • Bencana Alam Dan Perilaku Manusia
  • Puisi Tsunami Untuk Kemanusiaan
  • Berita Dunia - Dari Bencana Hingga Kematian
  • Serba-Serbi Angin Tornado
  • Kebakaran Hutan di Indonesia
  • Gempa Terkini di Indonesia dan Sikap Nyata dalam Menghadapinya
  • Misteri Tsunami Aceh
  • Banjir Bojonegoro yang Banyak Menimbulkan Kerugian
  • Kliping Gempa Bumi - Sumatera Rawan Gempa Bumi
  • Apa itu Tsunami dan Bagaimana Penanganannya?
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA