Berita Olah Raga Sepak Bola dari Sisi Luar Lapangan
Di televisi maupun surat kabar, berita olah raga sepak bola tidak pernah jauh dari persoalan teknis di dalam lapangan. Ulasan mengenai peluang sebuah tim untuk memenangkan pertandingan dan analisa hasil pertandingan menjadi cerita yang selalu menarik untuk disajikan.
Performa pemain dalam mempengaruhi sebuah pertandingan dinilai secara obyektif melalui catatan statistik yang akurat pun tidak terlewatkan.
Pemain bola di era modern sudah menjadi bagian kaum sosialita didalam gemerlap kehidupan glamor dan melekat predikat sebagai selebritis lapangan hijau karena gaji tinggi setiap tahun. Maka menjadi hal yang lumrah jika berita olah raga sepak bola sedikit bergeser memasuki ranah pribadi seorang pemain sepak bola. Porsi pemberitaan terkait aktivitas pesta, perkelahian, mengebut di jalan hingga skandal seks menjadi komoditi yang laris ditonton.
Namun tidak semua dari pemain sepak bola terlena dengan perubahan status sosial dan memiliki kebiasaan buruk di luar kehidupan karirnya. Beberapa diantaranya layak dijadikan inspirasi kehidupan bagi anak muda karena aktif berbagi dengan sesamanya melalui aktivitas amal, kampanye sosial dan ditunjuk menjadi duta kegiatan sosial.
Berikut ini beberapa pemain yang layak disebut role model yang patut diperhatikan dan ditiru.
- Lionel Messi
Pemain asal klub Barcelona, Lionel Messi salah satu pemain bola dengan gaji tertinggi di dunia. Pada usia yang baru menginjak 23 tahun, Messi sebenarnya dapat hidup dengan gaya glamor untuk merasakan kenikmatan dunia semaunya. Namun pribadi messi sangat jauh dengan kehidupan foya-foya atau berpesta ria bersama teman-temannya dari satu klub malam ke lainnya.
Buktinya dia memilih membangun sebuah yayasan yang diberi nama Leo Messi Foundation di Buenos Aires, Argentina. Melalui yayasan ini, Messi membantu anak-anak kurang mampu dengan menyisihkan sebagian dari pendapatannya. Atas aksinya ini kemudian UNICEF menunjuk pemain terbaik dunia 2009 ini sebagai duta sejak 11 Maret 2010.
- Kaka
Saat merayakan gol setelah berhasil membobol gawang lawan, Kaka selalu mengacungkan kedua tangannya ke atas. Hal ini dilakukan sebagai wujud rasa terima kasihnya kepada Tuhan, atas pengalamannya semasa usia 18 tahun.
Saat itu dirinya mengalami kecelakaan fatal di kolam renang yang mengakibatkan tulang belakangnya patah. Namun akhirnya, cedera yang dialaminya sembuh total dan memungkinkan dirinya bermain sepak bola lagi. Lantas dia mengganggap kejadian tersebut sebagai mukjizat dari tuhan yang diturunkan kepadanya.
Kehidupannya berubah menjadi religius dan banyak beraktivitas di bidang agama seperti rajin menyumbangkan sepersepuluh gajinya ke gereja dan bergabung dalam organisasi Atletas de Cristo (atlet kristen). Selain itu, dirinya juga membaca kitab injil setiap hari untuk menemukan jawaban dari persoalan hidup.
- Phillip Lahm
Kapten tim nasional Jerman di Piala Dunia 2010, Phillip Lahm termasuk pemain yang memiliki jiwa sosial tinggi. Selama ini Lahm aktif dalam kegiatan kampanye anti-AIDS sehingga dikenal sebagai duta perlawanan terhadap AIDS. Selain itu, FIFA juga mengangkat pemain asal klub Bayern Muenchen ini sebagai duta untuk SOS Children Villages.
Sebuah apresiasi dari badan sepak bola dunia yang didasarkan atas kepeduliaannya terhadap anak-anak kurang mampu yang ditangani oleh yayasan sosial Lahm bernama, Lahm-Stiftung.
Sisi kehidupan pribadinya yang banyak digilai wanita-wanita cantik, tidak mengubah kesetiaannya kepada sang pacar. Seusai Piala Dunia 2010, Lahm menikahi Claudia Schattenberg yang telah lama mendampinginya.
- Mesut Oziel
Mesut Oziel adalah pemain Jerman keturunan Turki yang patut dijadikan teladan bagi anak muda. Kesuksesan yang dia dapatkan pada usia muda tidak terlepas dari keyakinannya kepada Al-Quran. Kitab suci umat muslim merupakan pedoman hidup yang selalu memberinya kekuatan sebelum pertandingan.
Membaca Al-Quran tidak hanya dilakukan Mesut Oziel pada saat waktu luang, tetapi sebelum pertandingan adalah kebiasaan yang rutin dikerjakannya sebelum memasuki lapangan. Rekan-rekan Oziel sudah memahami tingkah laku ini sehingga tidak ada yang akan mengajaknya berbicara pada saat itu.
- Didier Drogba
Komitmen yang ditunjukkan Didier Drogba bagi klubnya, Chelsea sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Performanya di lapangan selalu tampak liar dan haus kemenangan meskipun terkadang kekanak-kanakan. Sisi humanis Drogba yang patut dicontoh adalah kepeduliannya terhadap sesamanya.
Pada awal tahun 2010, Drogba menyumbangkan jutaan poundsterling untuk membiayai pembangunan sebuah rumah sakit di Abidjan, Pantai Gading. Bahkan sebagian gajinya disumbangkan secara rutin ke yayasan sosial.
Kepantasannya sebagai kapten tim nasional tidak perlu diragukan lagi karena rasa nasionalismenya yang tinggi. Drogba rela memberikan sebagian lagi gajinya untuk dibagikan kepada rekan-rekan senegaranya di tim nasional Pantai Gading. Tujuannya agar rekan-rekannya dapat bermain lebih semangat dan maksimal.






