BERITA
Jika Anda sering menyaksikan televisi, pasti ada program berita yang ditayangkan. Selain di televisi, berita pun sering ditampilkan di media lainnya, seperti internet, koran, atau radio. Berita yang disiarkan di berbagai media itu terdiri dari berbagai jenis, mulai dari berita dengan isi yang berbobot hingga berita ringan.
Secara umum, berita didefinisikan sebagai informasi mengetai sesuatu yang sedang terjadi dan disajikan dalam bentuk cetak, siaran, atau media lainnya. Biasanya, yang membuat berita disebut wartawan. Tentunya berita yang dibuat oleh seorang wartawan tidak langsung disajikan kepada khalayak ramai, tapai melalui sebuah proses yang panjang, yaitu melalui rapat redaksi.
Nah, untuk lebih jelasnya lagi mengenai pengertian berita dan segala unsur yang berdampingan dengan berita, simak ulasannya dalam artikel berikut ini.
Pengertian Berita
Menurut Dean M. Lyle Spencer, berita dapat diartikan sebagai setiap fakta yang akurat atau suatu ide yang dapat menarik perhatian bagi sejumlah pembaca. Sementara itu, menurut Mitchel V. Charnley, berita dapat didefinisikan sebagai laporan yang tepat waktu mengenai fakta atau opini yang memiliki daya tarik atau hal penting atau kedua-duanya bagi masyarakat luas.
Dari dua pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita adalah suatu fakta atau ide atau opini actual yang menarik dan akurat, serta dianggap penting bagi sejumlah pembaca, pendengar, atau penonton. Pengertian-pengertian mengenai berita tersebut mendorong lahirnya sebuah unsur berita yang harus dipenuhi oleh sebuah peristiwa sehingga layak menjadi sebuah berita. Berikut ini unsur-unsur berita.
1. Unsur Aktual
Unsur aktual berarti mengandung unsur terkini, terbaru, terhangat, baru saja, atau sedang terjadi. Yang dimaksud terbaru bisa berupa fakta terbaru yang ditemukan dari suatu peristiwa lama atau peristiwa yang baru saja terjadi.
2. Unsur Faktual
Dalam unsur faktual, kejadian benar-benar merupakan suatu kenyataan, bukan suatu rekayasa, khayalan atau karangan. Fakta dalam sebuah berita muncul dan diperoleh dari sebuah kejadian nyata, pendapat ataupun pernyataan.
3. Unsur Penting
Ada dua hal dalam berita dinilai penting. Pertama, tokoh yang terlibat dalam pemberitaan adalah tokoh penting atau memiliki kapasitas yang telah diakui oleh masyarakat. Kedua, materi berita menyangkut kepentingan orang banyak dan mempengaruhi kondisi masyarakat.
4. Unsur Menarik
Menimbulkan rasa ingin tahu, dan ketertarikan dari masyarakat untuk menyimak isi berita tersebut. Peristiwa yang menarik dan diminati oleh masyarakat biasanya bersifat menghibur, aneh, memiliki unsur kedekatan, mengandung nilai kemanusiaan, mengandung unsur seks, kriminalitas dan konflik.
Prinsip 5W + 1H dan Piramida Terbalik
Menulis sebuah berita bukan sekadar mencurahkan isi hati di atas kertas. Sebuah berita harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, berita harus aktual dan informatif, tidak seperti menulis novel atau karangan. Tentunya, kualitas berita harus memnuhi kriteria umum sebuah tulisan, yaitu 5W+1H. Kriteria ini harus benar-benar dikuasai oleh seorang jurnalis.
Selain kriteria tersebut, ada juga syarat lainnya yang wajib dimengerti oleh seorang jurnalis, yaitu persyaratan bentuk. Dalam dunia jurnalistik, syarat bentuk ini lebih sering disebut dengan sebutan Piramida Terbalik. Lalu, mengapa kedua hal tersebut menjadi dasar menulis sebuah berita?
5W + 1H merupakan singkatan dari what, who, when, where, why, dan how. Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, artinya “apa”, “siapa”, “kapan”, “di mana”, “mengapa”, dan “bagaimana”. Semua kriteria tersebut harus terkandung dalam penulisan sebuah berita.
Sementara itu, prinsip piramida terbalik adalah sebuah struktur penulisan atau bentuk penyajian sebuah tulisan yang umumnya dilakukan oleh seorangan wartawan. Lalu, mengapa harus menggunakan prinsip Piramida Terbalik? Hal ini dimaksudkan agar pembaca segera mengetahui inti dari berita yang ingin diketahuinya. Apalagi zaman sekarang yang serbacepat.
Contohnya, berita online, sebaiknya dalam menyampaikan berita, harus langsung ke inti beritanya. Info-info penting disajikan di awal paragraf, selanjutnya informasi pendukung mengikuti paragrapf berikutnya. Bagi para pembaca, metode penulisan piramida terbalik memudahkan menangkap isi berita sebab informasi yang paling penting langsung dijabarkan pada paragraf awal.
Jenis-jenis Berita
Sekrang ini, perkembangan berita memang tumbuh pesat. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tentunya memberikan andil dalam tersebarnya berita ke pembaca. Secara umum, berita yang tersebar ke pembaca terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Hard News
Hard news adalah berita penting bagi pembaca yang menyangkut masyarakat, publik, atau organisasi. Jenis berita ini harus cepat disampaikan kepada pembaca sebab jika terlambat akan menjadi sebuah berita yang basi. Hal ini dikarenakan hard news merupakan tingkatan paling atas dalam jenis berita. Selain itu, isi hard news tergolong berita berat dan semua wartawan akan memburunya.
2. Soft News
Soft News adalah berita yang tidak terikat dengan aktivitas, tapi memiliki daya tarik bagi pemirsanya. Hal ini bisa menjadi semacam selingan dan pelengkap dalam pemberitaan di media cetak, televisi, atau radio. Soft news lebih mudah didapatkan daripada hard news.
3. Human Interest
Jenis berita human interest adalah berita yang mengeksplorasi ketokohan seseorang. Berita ini termasuk berita yang tingkatan ketiga dari jenis berita. Dalam hal is, beritanya ringan.berita yang mengeksplorasi ketokohan seseorang. Berita ini termasuk berita yang tingkatan ketiga dari jenis berita. Dalam hal isi, jenis berita ini memiliki isi yang ringan.
Jenis Berita Menurut Jurnalistik
Dalam dunia jurnalistik, dikenal beberapa jenis berita. Berikut ini penjelasannya.
1. Straight News Report
Jenis berita ini memiliki nilai penyajian objektif tentang fakta-fakta yang dapat dibuktikan. Biasanya, jenis berita ini ditulis dengan unsur 5W + 1H.
2. Depth News Report
Dalam jenis berita ini, reporter atau wartawan menghimpun informasi dengan fakta-fakta mengenai peristiwa itu sendiri sebagai informasi tambahan untuk peristiwa itu.
3. Comprehensive News
Jenis berita ini merupakan laporan tentang fakta yang bersifat menyeluruh ditinjau dari berbagai aspek.
4. Interpretative Report
Jenis ebrita ini memfokuskan pada sebuah isu, masalah, atau peristiwa kontroversial. Laporan intreptatif biasanya dipusatkan untuk menjawab pertanyaan mengapa.
5. Feature Story
Dalan jenis ini, penulis menyajikan suatu pengalaman pembaca yang lebih bergantung pada gaya menulis dan humor dari pada pentingnya informasi yang disajikan.
6. Depth Reporting
Laporan jurnalitik yang bersifat mendalam, tajam lengkap, dan utuh tentang suatu peristiwa fenomenal dan aktual.
7. Investigative Reporting
Jenis berita ini memusatkan pada masalah dan kontroversi.
8. Editorial Writing
Pikiran sebuah institusi yang diuji di depan sidang pendapat umum. Penyajian fakta dan opini yang menafsirkan berita penting yang mempengaruhi pendapat umum.
Sifat Berita
Sebuah berita memiliki sifat. Nah, berikut ini sifat sebuah berita.
- Actual (baru). Hal-hal yang baru lebih memiliki nilai berita yang lebih baik jika dibandingkan dengan yang sudah lama.
- Jarak. Khalayak lebih tertarik akan kejadian yang terjadidi sekitar mereka dibandingkan dengan kejadian di tempat yang lebih jauh.
- Penting. Sesuatu menjadi berita saat dianggap penting karena berpengaruh pada kehidupan langsung, contohnya UU larangan merokok.
- Akibat. Sesuatu menjadi berita karena memiliki dampak yang besar, contoh penayangan film Fitna di situs YouTube.
- Pertentangan/ konflik.
- Seks. Contohnya, perceraian, perselingkuhan, dan lain sebagainya.
- Ketegangan. Contohnya, saat-saat pelantikan presiden.
- Kemajuan-kemajuan. Inovasi baru atau perubahan.
- Emosi, segala sesuatu yang apabila dikabarkan akan membuat marah, sedih, kecewa. Contohnya, pemberitaan tentang bayi baru lahir yang ditemukan di tempat sampah.
- Humor.
Nah, itulah penjelasan menganai segala hal mengenai berita. Semoga penjelasan yang disampaikan bisa bermanfaat bagi Anda.

