logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Artikel Umum Islam    Berpakaian Dalam Islam

Seperti Apa Berpakaian dalam Islam?

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Seperti apakah berpakaian dalam Islam? Sebelum membahas berpakaian dalam Islam, hendaknya kita ketahui dulu hakikat pakaian. Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat tinggal. Pakaian bukan sekadar pelindung manusia dari udara panas dan dingin. Pakaian pun memiliki beragam fungsi yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Kefgan dan Touchi-Specht misalnya, sebagaimana dikutip Dr. Jalaluddin Rakhmat, menyebutkan tiga fungsi penting dari pakaian.

Pertama, sebagai pembeda (diferensiasi). Dengan pakaian, seseorang membedakan dirinya, kelompoknya, dan golongannya dari orang lain. Kedua, fungsi perilaku. Pakaian akan mempengaruhi cara pandang dan perilaku orang yang memakainya. Ketika berpenampilan seperi seorang santri, Anda “terpaksa” akan berperilaku dalam batas-batas kaidah kelompok santri. Anda akan sulit berbuat macam-macam, semisal mengganggu perempuan di jalan.

Ketiga, fungsi emosional. Pakaian akan mencerminkan emosi pemakainya, dan pada saat bersamaan akan memengaruhi emosi orang lain. Kita kerap memandang orang lain secara berbeda dan memberikan reaksi karena penampilannya. Kita tanpa sadar sering mengelompokkan orang-orang yang kita temui sebagai gelandangan, dokter, tentara, polisi, atau “jurkam” alias juragan kambing dari melihat pakaiannya.

Berpakaian dalam Islam - Fungsi Pakaian Menurut Islam

Melihat nilai strategis pakaian dalam kehidupan, Islam pun menaruh perhatian yang besar terhadap masalah berpakaian dalam Islam. Arti penting berpakaian dalam Islam dapat kita lihat dari penyebutan fungsi pakaian di dalam Al-Quran, di antaranya:

Pertama, berpakaian dalam Islam sebagai penutup aurat sekaligus perhiasan. Allah Swt berfirman, “Wahai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik". (QS Al-A’râf, 7:26).

Kedua, berpakaian dalam Islam adalah sebagai pelindung dari sengatan panas dan dingin. Allah Swt berfirman,  “… dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas.” (QS An-Nahl, 16:81).

Ketiga, berpakaian dalam Islam adalah sebagai tanda atau identitas yang membedakannya dari golongan lain. “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Ahzab, 33:59).

Kriteria Berpakaian dalam Islam

Arti penting berpakaian dalam Islam, khususnya pakaian yang memenuhi unsur kepantasan, kesopanan, dan keindahan, disebutkan pula di dalam banyak hadits Nabi.

Jika dalam Al-Quran pakaian disebutkan fungsinya secara global, di dalam hadits penyebutannya lebih terperinci, bukan pula sekadar fungsinya tetapi juga kriteria pakaian yang harus dipenuhi oleh pemakainya. Beberapa di antara kriteria berpakaian dalam Islam dapat kami sebutkan di sini:

  • Kriteria berpakaian dalam Islam, yaitu pakaian yang dipakai tidak menyerupai lawan jenis. Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda, “Rasulullah melaknat (mengutuk) kaum laki-laki yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.” (HR Bukhari).
  • Berpakaian dalam Islam adalah pakaian yang dipakai tidak ketat, transparan, dan menutupi seluruh tubuh, khususnya bagi wanita. Dari Aisyah bahwa Rasulullah saw bersabda, “Hai Asma, sesungguhnya perempuan itu apabila telah sampai umur (dewasa), maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini. Rasulullah berkata sambil menunjukkan kepada muka dan telapak tangan hingga peregelangannya sendiri.” (HR Abu Dawud).
  • Kriteria berpakaian dalam Islam yang lainnya, yaitu pakaian yang dipakai tidak untuk berbangga diri dan ria. Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang mengenakan pakaian ketenaran di dunia niscaya Allah akan mengenakan padanya pakaian kehinaan di hari Kiamat.” (HR Ahmad).
  • Berakaian dalam Islam adalah berpakaian yang tidak mengandung unsur syirik dan penyerupaan segala sesuatu yang diharamkan Allah. Dari Aisyah bahwa dia berkata, “Rasulullah saw tidak pernah membiarkan pakaian yang ada gambar salibnya melainkan beliau menghapusnya.” (HR Bukhari dan Ahmad).
  • Berpakaian dalam Islam tidak boleh memakai pakaian yang ada gambar makhluk bernyawa atau gambar salib. Hal ini sesuai dengan hadis yang berbunyi, “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah membiarkan pakaian yang ada gambar salibnya melainkan Nabi menghapusnya.” (H.R. Al-Bukhari dan Ahmad) 
  • Berpakaian dalam Islam bagi laki-laki juga melarang pemakain emas dan kain sutera kecuali ketika dalam kondisi terpaksa. Sebuah hadis mengatakan,”Sesungguhnya Nabi AllahSubhaanahu wa Ta'ala pernah membawa kain sutera di tangan kanannya dan emas di tangan kirinya, lalu beliau bersabda: Sesungguhnya dua jenis benda ini haram bagi kaum lelaki dari umatku.” (HR. Abu Daud)
  • Aturan berpakaian dalam Islam bagi laki-laki juga menyebutkan bahwa pakaian laki-laki panjangnya tidak boleh melebihi kedua mata kaki. Rasulullah Saw. pernah bersabda: “Apa yang berada di bawah kedua mata kaki dari kain itu di dalam neraka.” (H.R. Al-Bukhari)
  • Berpakain dalam Islam bagi perempuan, yaitu pakaiannya harus menutup seluruh tubuhnya, termasuk juga kedua kakinya. 
  • Berpakaian dalam Islam juga disunahkan menggunakan pakaian warna putih karena sesuai dengan hadis yang berbunyi: “Pakaialah yang berwarna putih dari pakaianmu, karena yang putih itu adalah yang terbaik dari pakaian kamu...." (H.R. Ahmad)

Berpakaian dalam Islam - Pakaian Islami

Secara sederhana, berpakaian dalam Islam itu adalah menggunakan pakaian yang bisa kita gunakan untuk shalat. Ketika hendak shalat, kita diperintahkan untuk mengenakan pakaian yang memenuhi syarat-syarat tertentu, antara lain sebagai berikut.

  • Bersih dari najis.
  • Menutupi aurat. Bagi wanita harus yang menutupi seluruh tubuh, kecuali muka dan telapak tangan
  • Tidak transparan.
  • Tidak mengganggu orang lain. Semisal memuat gambar yang bisa merusak kekhusyukkan orang lain.
  • Tidak menyerupai lawan jenis. Bagi kaum laki-laki ada pakaiannya tersendiri, demikian pula bagi perempuan.
  • Tidak berasal dari zat yang diharamkan, baik zatnya maupun cara mendapatkannya.

Apabila syarat-syarat tentang berpakaian dalam Islam ini terpenuhi, di luar kondisi darurat, pakaian tersebut boleh kita pakai untuk shalat. Pakaian yang memenuhi syarat sahnya shalat pun, secara tidak langsung, telah memenuhi fungsi-fungsi dari sebuah pakaian, baik sebagai fungsi pembeda (diferensiasi), fungsi penentu perilaku, fungsi emosional, fungsi perlindungan, fungsi estetika, penutup aurat, sekaligus fungsi ibadah dan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. 

Berpakaian dalam Islam - Hijab

Hijab berasal dari bahasa Arab yang artinya “penghalang”. Di sebagian negara yang memakai bahasa Arab dan negara-negara Barat, istilah hijab lebih mengacu kepada jilbab atau kerudung yang dipakai oleh wanita muslim. Tapi, dalam Islam, hijab mengacu kepada aturan berpakaian dalam Islam yang pantas dan sesuai dengan ajaran Islam. 

Di dalam kitab suci Al-qur’an Surat An-Nur ayat 31 disebutkan: “…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya....”

Kriteria berpakaian dalam Islam, khususnya menggunakan jilbab yang benar adalah menutup seluruh badan kecuali wajah dan dua telapak tangan. Jilbab bukanlah sebuah perhiasan, tidak tipis, tidak ketat (memperlihatkan bentuk tubuh), tidak disemprot parfum, tidak mirip dengan pakaian pria, tidak menyerupai pakaian para wanita kafir, dan bukan pakaian yang dijadikan untuk mencari ketenaran. 

Itulah cara berpakaian dalam Islam yang lebih dekat kepada takwa dan ridha Allah Swt. Wallâhu a’lam.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Keajaiban Dunia Islam
  • Akhlaq Rasulullah Sebagai Akhlak Mulia Center
  • Mengenal Al Islam Lebih Dekat
  • Mengenal Pembagian Tauhid
  • Makalah Dakwah Islam
  • Tentara Islam untuk Palestina
  • Mengajarkan Tentang Keberadaan Allah pada Anak-anak
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA