logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    Lirik Lagu    Lirik Lagu Pop

Bertahan Satu Cinta? Pikirkan Lagi!


Ilustrasi bertahan satu cinta

Apa yang membawa Anda untuk mengetikkan kalimat ini di mesin pencari Google? Bertahan satu cinta pasti bukan kalimat “biasa”. Ada sesuatu di balik kalimat itu. Baiklah, jangan terlalu berlebihan. Kalimat tersebut merupakan penggalan pada bait awal sebuah lagu. Sebuah lagu bergenre pop Melayu yang beberapa waktu lalu memang sempat booming di dunia musik Indonesia.

Anda yang memang mengikuti laju arus industri musik Indonesia, pasti ikut-ikutan hafal dengan musik-musik bergenre Melayu yang dicampur irama pop dan dikemas dalam bentuk band. Salah satu penggalan lirik yang bisa jadi ada di dalam benak Anda adalah ya penggalan lirik di atas.

Sebelum benar-benar iseng mengulas makna dari penggalan lirik bertahan satu cinta, kita lihat dulu alasan-alasan mengapa banyak orang yakin akan satu cinta. Mereka bertahan terhadap satu cinta sekalipun cinta tersebut mungkin tidak berpihak padanya.

Keyakinan sebagai Modal Bertahan Satu Cinta

Jatuh cinta menjadi berkah bagi siapa pun. Anugerah tersebut tidak bisa ditampik, ditunda ataupun dihindarkan. Semuanya mengalir seperti air tanpa bisa ditebak berhulu dari mana. Yang pasti, alirannya menyejukkan, membawa damai untuk apa pun yang dilaluinya sekaligus menghanyutkan.

Jika tidak berhati-hati dengan alirannya, hanyut dan tenggelam, mulai kesulitan bernafas dan sulit kembali ke permukaan adalah risiko yang harus diterima. Cinta memang memabukkan. Apa pun yang berkenaan dengan perasaan ini menyuguhkan hal-hal yang sifatnya candu. Membuat siapa pun ketagihan, sekalipun beberapa kali tersakiti.

Jatuh cinta memang tidak bisa ditebak, seperti hantaman tsunami yang pasti memorakporandakan apa pun. Terlebih jika jatuh cinta yang dirasakan ternyata hanya dirasakan oleh diri sendiri. Dalam “kamus percintaan”, cinta yang hanya dirasakan oleh diri sendiri sementara orang yang kita taksir tidak mencintai disebut dengan istilah cinta bertepuk sebelah tangan. Menyakitkan? Sudah pasti. Tetapi, hal ini tidak membuat seseorang trauma dan kapok untuk jatuh cinta.

Sesungguhnya mencintai akan membuat Anda lebih mengerti arti cinta yang sesungguhnya. Anda akan lebih mengerti bagaimana memperjuangkan perasaan. Pengorbanan serta keyakinan dipertaruhkan juga tidak main-main. Upaya agar seseorang yang hadir dalam pikiran sebelum dan setelah bangun tidur mengetahui serta menerima perasaan cinta yang dimiliki menjadi lebih keras.

Hal ini berbeda ketika dengan begitu berkahnya, Anda dicintai. Upaya untuk mempertahankan cinta atau membuktikan cinta, kadarnya akan sedikit lebih rendah. Terlebih jika kebetulan Anda tidak memiliki rasa yang sama. Pengabaian dan menganggap perasaan cinta yang ditujukan untuk Anda hanya sebagai rasa yang biasa dan lumrah terjadi, bisa saja terlintas. Tapi, tahukah Anda bahwa ada sebuah keyakinan di sana?

Beruntunglah Anda yang pernah berada pada posisi mencintai. Seperti apa bentuk keyakinan yang dimaksudkan, sedikit banyak akan dimengerti. Penolakan dan penerimaan dalam mencintai seseorang memang sudah satu paket dengan keberanian mengungkapkan perasaan. Yang harus diingat adalah, bagaimanapun keadaannya, kebahagiaan akan lebih mudah diterima daripada kesedihan.

Lalu, apa yang menyebabkan seorang pecinta tetap bertahan satu cinta? Jawabannya adalah keyakinan. Keyakinan yang dimaksud ada pada dirinya. Pada hatinya, ia yakin bahwa jatuh cinta yang dirasakan tidak salah sasaran. Ia juga yakin bahwa sampai kapanpun, bagaimana keadaannya, jatuh cinta adalah anugerah yang harus disyukuri.

Waktu yang Lama untuk Bertahan Satu Cinta

Ketika seseorang sudah begitu yakin dengan perasaannya, bertahan satu cinta akan dilakukan sampai ia benar-benar lelah hingga akhirnya menyerah. Pada saat itu terjadi, sesungguhnya seseorang dengan keyakinan itu tidak menyerah sepenuhnya. Harapannya masih setinggi langit. Keyakinannya masih tertancap di dalam hatinya.

Perasaan-perasaan sentimental seperti itu akan bertahan dalam waktu yang lama. Bertahan satu cinta memang bukan perkara cinta biasa. Bukan cinta iseng-iseng yang jika mengalami penolakan akan dengan mudah mencari cinta baru. Cinta yang akan membuat seseorang bertahan cukup lama sekalipun penolakan sudah berulang kali didapat, biasanya adalah cinta yang didasari ketulusan.

Waktu yang lama untuk bertahan satu cinta bukan main-main. Selama waktu tersebut, upaya untuk meyakinkan orang yang dicintai juga pasti tidak kurang-kurang dilakukan. Ada pengorbanan di sana. Berkorban untuk menarik perhatian dengan melakoni berbagai hal. Misalnya, mempercantik diri atau memperbaiki penampilan.

Dua hal tersebut adalah upaya mendasar yang paling masuk akal untuk dilakukan. Jangan salah, meskipun terlihat mudah, bagi mereka yang terbiasa hidup cuek dan tidak terlalu memedulikan penampilan, hal tersebut terbilang cukup sulit.

Bagi wanita, menjaga pola makan, diet pergi ke salon dan hal-hal detail lainnya tiba-tiba akan menjadi rutinitas. Pun dengan pria, pergi ke gym atau mulai memerhatikan potongan rambut menjadi upaya yang harus dilakukan.

Upaya-upaya tersebut adalah gambaran bahwa betapa mencintai seseorang telah mengajarkan banyak hal. Paling tidak mengajarkan untuk:

  • Cobalah lebih dulu mencintai diri sendiri, sebelum mencintai orang lain.
  • Cobalah perhatikan diri sendiri, sebelum memerhatikan orang lain.

Pada akhirnya, upaya-upaya tersebut membutuhkan waktu yang lama.

Bertahan Satu Cinta Ala d’Bagindas

Bertahan satu cinta memang sebuah “fenomena” unik di dalam kisah percintaan. Rasa mencintai yang tidak berbalas ini menginspirasi sebuah band untuk menciptakan lagu. Sedari awal, pembuatan artikel ini ikut-ikutan terinspirasi dari penggalan lirik lagu milik band melayu tersebut. Band mana lagi jika bukan d’Bagindas.

Lagu tersebut sangat menggema beberapa waktu lalu. Diputar terus-terusan di berbagai radio dan televisi, semakin membuat lagu ini sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia berbagai tingkat sosial. Tidak kaya, tidak miskin, pasti pernah mendengar lagu ini dimainkan.

Lirik lagu berbalut musik Melayu ini mungkin dianggap kampungan bagi sebagian masyarakat. Tapi, jika mau mendengarkan lebih dalam, bait demi bait dari lirik lagu milik d’Bagindas ini sungguh memiliki makna yang cukup dalam. Bercerita tentang sebuah perasaan cinta tak berbalas tapi masih tetap diyakini dengan hati.

Lihat saja, penggalan bait pembuka pada lagu yang aslinya berjudul C.I.N.T.A ini.

Berapa kali ku harus katakan cinta
Berapa lama ku harus menunggumu

Penggalan dua bait lirik di atas ini sungguh jelas menyiratkan bahwa cinta yang dirasakan adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Harus berapa kalikah mengatakan cinta? Dan harus berapa lamakah menunggu?

Di setiap malam ini aku. Tak sedikit pun tak ingat kamu
Namun dirimu masih membisu, acuhkan ku tak mau tahu

Bertahan satu cinta semakin kuat tersirat dalam lirik lagu yang di atas. Bahwa bayangan tentang seseorang yang dicintai selalu muncul setiap malam. Tapi itu semua berbanding terbalik dengan reaksi yang diberikan. Mengacuhkan dan tidak mau tahu.

Kesedihan semakin terlihat jelas pada bagian refrain. Seperti di bawah ini:

Luka luka luka yang kurasakan, bertubi-tubi engkau berikan
Cintaku bertepuk sebelah tangan, tapi aku balas senyum keindahan
Bertahan satu cinta, bertahan satu c.i.n.t.a
Bertahan satu cinta, bertahan satu c.i.n.t.a

Memiliki cinta yang tidak berbalas pasti selalu menawarkan luka. Tapi itu semua tidak lantas membuat rasa cinta menjadi mati. Sebuah senyuman tetap diberikan meskipun sesungguhnya ia telah disakiti oleh cinta yang bertepuk tangan tersebut. Seseorang tersebut tetap bertahan pada satu cinta.

Kesedihan dan harapan semakin terasa dalam bait lirik lagu selanjutnya.

Pernahkah engkau sejenak mengingat aku
Pernahkah ingat walau seperti angin berlalu

Bahwa harapan itu ada. Meskipun sudah jelas-jelas bertepuk sebelah tangan, tapi tetap berharap. Apakah tentang dirinya benar-benar tidak pernah terlintas sedikit pun, bahkan seperti angin yang berlalu? Benarkah tidak ada harapan sama sekali? Atau harapan itu ada meskipun kecil?

Ketika seseorang mencintai dengan begitu dalam, hingga memutuskan untuk bertahan satu cinta dalam waktu yang cukup lama, sesungguhnya juga tidak begitu baik sekaligus konyol. Sebaiknya, mulai menyadari bahwa perasaan itu memang bukan untuknya. Membuka hati untuk cinta yang baru akan jauh lebih baik. Siapa tahu, cinta sejati Anda memang tengah menunggu di luaran sana. Menunggu Anda tersadar dari cinta yang salah dan menjemputnya.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • The Virgin - Rasa Ini Sungguh Tak Wajar
  • Cinta yang Bukan Cinta Biasa
  • Teks Lagu - Panduan untuk Bernyanyi
  • Kita Berteman Saja, Teman Tapi Mesra Chord
  • Goliath Cinta Monyet - Berjuta Rasa
  • Makna Lagu Hello Dua Cincin
  • Cinta Dua Hati - Permasalahan Cinta yang Menyerang Afgan
  • Terima Kasih Cinta: Ucapan kepada Penikmat Musik
  • Di Balik Lirik Lagu Taxi Band Hujan Kemarin
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA