Beyonce, Sang Diva Berkepribadian Ganda

Siapa yang tak kenal Beyonce Knowles?
Penyanyi, aktris, dan model keturunan Afrika Amerika ini terkenal dengan aksi panggungnya yang total. Tak hanya memamerkan suara emasnya, Beyonce juga selalu menampilkan tarian yang dinamis dengan kostum yang artistik.
Tapi siapa sangka bahwa sosok di balik aksi panggung itu bukanlah Beyonce, melainkan alter egonya?
Sasha, sang alter ego
Sasha muncul sekitar tahun 2003. Saat itu, Beyonce yang juga merupakan vokalis utama Destiny's Child tengah mempersiapkan single Crazy in Love dalam album solo perdananya, Dangerously in Love.
Menurut gadis kelahiran 4 September 1981 ini, pada dasarnya ia adalah seorang yang pemalu. Sashalah sosok karakter yang lebih sensual, lebih agresif, lebih berani dan lebih percaya diri sehingga membuat aksi panggungnya lebih atraktif.
Pada tahun 2008, untuk pertama kalinya secara resmi Beyonce memperkenalkan nama Sasha pada dunia. Nama tersebut diabadikan sebagai judul album solo ketiganya, I Am… Sasha Fierce.
Tak hanya itu, pada tahun 2009 Beyonce dan Tina--ibunya yang berprofesi sebagai desainer--juga meluncurkan label busana Sasha Fierce. Koleksi busana dengan label alter ego Beyonce ini terdiri atas pakaian olahraga, pakaian dalam, asesoris metal serba gemerlap, celana ketat, kacamata, sepatu dan tas tangan.
Beyonce dalam karir grup dan solo
Bakat menyanyi Beyonce yang memiliki rentang suara hingga tiga setengah oktaf ini ditemukan saat ia masih bersekolah di St. Mary's Elementary School di Texas. Saat itu, guru menarinya menyenandungkan sebuah lagu. Lagu itu kemudian diselesaikan Beyonce dengan mencapai nada-nada tinggi.
Ketertarikan Beyonce pada musik dan seni panggung sendiri baru muncul saat ia berpartisipasi dalam suatu ajang bakat sekolah. Kala itu ia menyanyikan lagu Imagine karya John Lennon dan memenangkan kompetisi tersebut.
Era Destiny's Child dimulai pada tahun 1997. Setelah mengubah nama terdahulu mereka--Girl's Tyme, grup ini tampil dalam sejumlah acara lokal. Empat tahun kemudian, mereka menandatangani kontrak dengan Columbia Records. Pada tahun yang sama, Destiny's Child merekam lagu debut mereka, "Killing Time", yang menjadi soundtrack film Men in Black.
Tahun-tahun berikutnya merupakan masa keemasan bagi Destiny's Child. Album yang memuat lagu-lagu mereka seperti “No, No, No”, “"Bills, Bills, Bills", “Jumping, jumping”, “Say My Name”, “Survivor” serta “Independent Women” terjual jutaan kopi dan meraih banyak penghargaan, diantaranya Grammy Award for Best R&B Performance by a Duo or Group with Vocals. Setelah merilis album liburan 8 Days of Christmas, grup ini menyatakan hiatus untuk melakukan karir solo masing-masing.
Pada masa inilah, tepatnya tahun 2003, Beyonce merilis debut album solonya, Dangerously in Love, dengan hitsnya “Crazy in Love” dan “Baby Boy”. Diikuti dengan album solo kedua tahun 2006, B'Day. Album ini meuat hits seperti “Irreplaceable” dan “Beautiful Liar” yang dinyanyikannya duet bersama Shakira. Sementara album ketiga, dirilis pada November 2008 dengan tajuk I Am… Sasha Fierce. Album ini sukses meraih enam penghargaan Grammy dan Beyonce memecahkan rekor selama 52 tahun terakhir sebagai penyanyi wanita peraih Grammy terbanyak dalam semalam.
Setelah konser usai
Kini dengan berakhirnya tur dunia album I Am…Sasha Fierce, Beyonce mengaku ingin rehat. Usai menjalani lebih dari 100 konser di enam benua, istri rapper Jay - Z ini mengungkapkan keinginannya untuk belajar melukis, memasak, dan menjadi orang rumahan.
Dan Sasha pun akan 'tidur' untuk sementara.






