Menyiasati Besarnya Biaya Haji

Biaya haji di Indonesia tidaklah murah, baik biaya haji program regular maupun ONH Plus. Bagi pemakai jasa ONH Plus, tentu biaya haji tersebut tidak terlalu bermasalah sebab mereka sudah terlebih dahulu memunyai anggaran yang cukup untuk menunaikannya.
Namun dalam masyarakat kita pada umumnya, yang hanya bisa menjangkau ibadah haji proram regular, harga yang dipatok pemerintah masih saja sulit untuk dijangkau. Berbagai usaha telah dilakukan untuk memenuhi biaya tersebut dengan cara menabung pribadi, tabungan program haji, menjual tanah, dan sebagainya.
Terlepas dari usaha yang Anda lakukan dalam memenuhi biaya tersebut, yang pertama yang harus diingat adalah Anda harus memiliki perecanaan yang matang. Jangan sampai usaha yang Anda lakukan mengganggu kestabilan biaya kehidupan keluarga Anda sehari-hari secara berlebihan.
Banyak orang bertanya, bagaimana ia bisa berhaji? Biaya haji dari mana? Tiap bulan, gaji langsung habis dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, seperti bayar listrik, telepon, cicilan rumah, cicilan motor, belanja, sekolah anak-anak, dan sebagainya.
Anda jangan pesimis. Sering kali biaya haji datang tidak terduga atau terkumpul sedikit demi sedikit di atas niat yang kuat. Anda tentu mendengar banyak cerita tentang seorang nenek yang hanya penjaja makanan bisa naik haji, seorang penjaga masjid bisa naik haji, guru, pekerja kantoran, dan sebagianya. Intinya, haji tidak pernah pandang bulu. Siapa saja bisa mencukupkan biaya haji asal ada tekad yang kuat, usaha, dan doa.
Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk memenuhi biaya haji, antara lain sebagai berikut.
- Jika memiliki kelebihan uang, Anda bisa menabungnya sementara waktu dan menginvestasikannya dalam bentuk ternak atau usaha lain.
- Pisahkan kebutuhan pokok, seperti cicilan rumah atau kendaraan, uang sekolah anak, uang belanja, tagihan listrik, air, dan sebagainya. Usahakan untuk lebih menghemat kebutuhan yang dirasa tidak penting. Jika dari pengaturan tersebut masih terdapat sisa, Anda bisa berpikir untuk menjadikannya sebagai tabungan biaya haji.
Anda bisa menabung dengan cara sendiri atau mengikuti program-program tabungan biaya haji oleh bank-bank tertentu. Mengutip ahli perencana keuangan keluarga, bila Anda ingin menabung, ambil dana tabungan di awal bulan (setelah gaji keluar) agar tidak keburu habis oleh Anda sendiri.
- Anda bisa menempuh jalan arisan haji. Anda hanya perlu mengumpulkan banyak orang untuk terlibat arisan haji ini. Tentu saja, orang-orang tersebut memiliki minat yang sama untuk menunaikan ibadah haji. Anda tinggal menentukan iuran bulanannya saja.
Hitungan sederhananya, grup arisan haji Anda ada tiga puluh orang. Biaya haji tahun ini Rp30.000.000,-. Maka, uang arisan haji per bulan pada tahun ini adalah jumlah biaya haji dibagi dengan tiga puluh orang. Jadi, angka kasar iuran adalah Rp1.000.000,- per orang setiap tahun.
Hasilnya, pada tahun itu dari uang yang terkumpul Rp1.000.000,- dari tiga puluh anggota, maka arisan dapat memberangkatkan satu orang saja. Apabila kelompok arisan Anda ingin memberangkatkan dua anggota, maka iuran uang arisan dalam satu tahun tinggal dikalikan dua, dan seterusnya. Ingat, orang yang akan diberangkatkan sudah harus diundi tahun sebelumnya sebab berkaitan dengan pendaftaran pemberangkatan jamaah haji oleh pemerintah.
Kelemahan arisan ini terbentur pada biaya haji yang tiap tahunnya menurun atau membengkak. Anda bisa menyelesaikannya secara bermusyawarah dengan anggota arisan.
Biasanya, jika ada selisih kenaikan sedikit, beban itu ditambahkan secara otomatis pada orang yang berhaji. Kelebihannya, iuran selama satu tahun itu bisa Anda cicil per bulan dan Anda bisa segera naik haji jika Anda memenangi undian di awal. Tak lupa, dalam arisan haji ini harus disertakan nama ahli waris untuk berjaga-jaga jika salah satu anggota arisan meninggal dunia.






