logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Industri & Perdagangan    Pertanian    Usaha Pertanian

Mengetahui Cara Pembuatan Bibit Jamur Tiram


Ilustrasi bibit jamur tiram

Saat ini budidaya jamur tiram sudah banyak dilakukan oleh masyarakat karena tingginya konsumsi jamur ini. Permasalahan utama yang dihadapi para pengusaha jamur tiram adalah sulitnya mendapat bibit jamur tiram yang bagus.

Membelinya bibit jamur tiram termasuk sulit karena tidak semua bibit yang dijual berkualitas unggul. Oleh karenanya banyak yang akhirnya membuat bibit jamur tiram sendiri. Untuk menghasilkan bibit jamur tiram yang baik, ikutilah langkah-langkah berikut.

a. Pengambilan Spora

Spora diambil dari jamur yang sudah dewasa/jamur induk. Fungsi Spora adalah untuk berkembang biak. Spora tersebut terdapat di dalam kantung yang disebut Basidiospore. Basidiospore ini adanya di ujung basidia. Basidia terdapat di dalam  bilah-bilah atau sekat banyak dimiliki jamur induk. Untuk menghasilkan kultur murni gunakanlah Potatoes Dextrose Agar (PDA) yang dapat dibeli dalam bentuk siap pakai.

b. Pembuatan Media tanam

Media tanam yang bagus untuk jamur tiram adalah jerami/merang, walaupun ada pula yang menggunakan  serbuk gergaji, klobot jagung atau bekatul. Media tanam itu lalu dicampur dengan air, dedak 10% dan kapur 1%. Urutan kerja pembuatan media tanam adalah sebagai berikut.

  1. Potong jerami menjadi berukuran 1-2 cm.
  2. Rendam jeraminya selama semalaman, lalu  ditiriskan airnya
  3. Tambahkan dedak 10% dan kapur 1% lalu  diaduk rata
  4. Masukkan bahan tadi ke dalam plastik yang tahan panas hingga terisi 2/3 bagian, lalu dipukul-pukul dengan botol kaca agar padat.
  5. Lapisi dengan kertas dan diikat dengan karet.
  6. Leher plastik bagian atas dimasukkan pipa paralon dan bagian tengahnya diberi lubang, kemudian tancapkan tips.
  7. Tutup dengan kapas lalu media substrat dilapisi dengan kertas dan diikat dengan karet
  8. Disterilisasi pada suhu 121˚C selama 20 menit
  9. Media substrat dibuka lalu tips di tengah-tengah media dan kapas diambil dengan pinset steril.
  10. Masukkan bibit jamur tiram pada lubang yang terbentuk.
  11. Media substrat ditutup dengan kapas lagi dan dibungkus dengan kertas.
  12. Diinkubasi pada suhu ruang selama beberapa minggu hingga tumbuh miselium
  13. Kapas pada media dibuang dan media dibiarkan terbuka
  14. Semprotkan air setiap hari pada tempat pertumbuhan jamur agar kondisi sekitar terjaga kelembabannya.
  15. Tubuh buah jamur akan tumbuh secara perlahan-lahan dalam waktu sekitar 1 bulan.

Prospek

Usaha budidaya jamur tiram ini sangat cerah, hitungan kotornya sebagai berikut (asumsi pendapatan dari 1000 bag log).

  • Asumsi tiap hari panen 10 kg (rata-rata antara 8-12kg kadang 15kg)
  • Waktu panen effektif 3 bulan (90 hari, bisa lebih bahkan sampai 4 bulan )
  • Harga Rp. 9000/kg curah
  • Total penghasilan (kotor)  = 10 x 90 x 9000 =Rp.8.100.000,-

Bagaimana, cukup besar, bukan? Silakan Anda mencobanya, semoga sukses!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Budidaya Bunga Rosella yang Berkhasiat
  • Agro Bisnis yang Tidak Ada Matinya
  • Budidaya Jamur Merang dengan Media Jerami dan Kardus
  • Mengenal Budidaya Jamur Merang dengan Media Tanam Kardus
  • Kualitas Bibit Jamur Merang Pengaruhi Hasil Panen
  • Usaha Sayuran, Tips Menjaga Kesegaran Sayur dan Buah
  • Belajar Budidaya Jamur Tiram
  • Manfaat Jambu Air dan Prospek Usahanya
  • Perkembangan Ekspor Impor Indonesia dari Tomat
  • 7 Langkah Cerdas Budidaya Jamur Konsumsi
  • Budi Daya Jamur Tiram: Peluang Usaha yang Menjanjikan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA