logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Rumah & Taman    Berkebun    Tabulampot

Bibit Tanaman Buah dalam Pot dari Perbanyakan Vegetatif


Ilustrasi bibit tanaman buah

Popularitas tanaman buah dalam pot semakin hari meningkat di berbagai acara pameran pertanian. Berbagai jenis dan ukuran tanaman buah dalam pot banyak menghiasi stand pameran, sambil menggoda setiap mata pengunjung yang memandang. Minat besar terhadap tabulampot tidak terlepas dari nilai artistik yang ditampilkan tanaman ini. Tentunya, semua itu tidak terlepas dari faktor mendasar dalam pemilihan bibit tanaman buah yang tepat.

Bibit tanaman buah dalam pot dapat diperoleh melalui perbanyakan vegetatif dan perbanyakan generatif. Cara perbanyakan vegetatif memiliki nilai plus dibandingkan perbanyakan generatif berdasarkan pengalaman penangkar tanaman. Bibit yang berasal dari perbanyakan vegetatif lebih unggul karena mampu menghasilkan buah relatif sama dengan buah induknya. Selain itu, tanaman lebih cepat berbuah, bentuk tanaman pendek dan kompak, dan mudah perawatannya.

Untuk memperoleh bibit vegetatif dapat dilakukan melalui cara pencangkokan, sambung pucuk, sambung susu, dan okulasi. Jika ditelaah, masing-masing cara menghasilkan bibit dengan kualitas bervariasi. Bibit cangkokan mudah berbuah dalam waktu 1-2 tahun setelah penanaman, dengan kualitas buah hampir sama dengan induknya. Kekurangannya adalah kualitas buah tidak dapat dipertahankan sampai peranakannya, percabangan tidak teratur, dan umurnya tidak panjang.

Untuk perbanyakan sambung pucuk, sambung susu, dan okulasi, sulit memperkirakan kualitas buahnya. Terkadang kualitas buahnya lebih baik atau kurang baik dibanding induknya. Masa tunggu tanaman berbuah memakan waktu antara 2-3 tahun setelah ditanam.

Untuk meminimalkan resiko kegagalan, maka sebaiknya harus dicermati karakteristik bibit yang prima, berkualitas dan cukup usianya dengan ciri-ciri sebagai berikut :

•    Tumbuh subur dan normal sesuai dengan usia bibit seharusnya.

•    Memiliki batang kokoh dengan percabangan tumbuh merata.

•    Daun rimbun, berwarna hijau, tidak mengalami cacat akibat serangan hama dan penyakit.

•    Perakaran tanaman tumbuh cukup rimbun dan tidak keluar dari media tanamnya.

•    Batang atas dan batang bawah memliki ukuran seimbang.

Setelah mengetahui ciri bibit yang berkualitas, tantangan berikutnya yang harus dihadapi dalam memulai tanaman buah dalam pot adalah darimana memperoleh bibit yang berkualitas. Meskipun bibit tanaman buah mudah diperoleh dari pedagang pinggir jalan atau di toko pertanian dan pameran pertanian, namun bibit-bibit yang diperoleh tidak terjamin kualitasnya. Bahkan, terkadang mengecewakan pembelinya.

Tips yang dapat digunakan sebagai pedoman mendapatkan bibit berkualitas dan menghasilkan tanaman berbuah lebat, tampak estetik dan bernilai jual mahal adalah sebagai berikut :

Bibit dengan Label Resmi

Bibit berkualitas tinggi yang banyak diperdagangkan di Indonesia memiliki label resmi dari balai pengawasan dan sertifikasi benih (BPSB) Departemen Pertanian. Label tersebut merupakan tanda bahwa tanaman berasal dari varietas unggul, baik batang atas maupun batang bawahnya, asal bibit, nama dan alamat penangkar bibit.

Namun para hobies harus tetap teliti, karena terkadang label yang terdapat pada tanaman tidak sepenuhnya benar. Hal ini disebabkan biaya pengurusan label cukup besar sehingga tidak semua tanaman diberi label resmi atau justru penangkar sendiri yang memberinya.

Maka selalu harus dipastikan nama dan alamat penangkar tertera pada label sebagai alat bantu menuntut kepada penangkar apabila kemudian hari terjadi hal-hal yang merugikan.

Mengenali Bibit Vegetatif

Proses perbanyakan vegetatif hampir pasti meninggalkan ciri khusus pada bibit yang dapat dikenali diantaranya :

  • Bibit okulasi memiliki bekas tempelan mata tunas dibagian batang, bekas pemangkasan di atas bidang okulasi dan posisi batang menyerong pada bagian atas.
  • Bibit berasal dari sambung pucuk memiliki bekas luka berbentuk “V” pada bagian batang pokok.
  • Bibit sambung susu pada bagian batang pokok terdapat bekas pertautan.
  • Bibit cangkokan memiliki batang kekar, percabangan muncul dari tanah, dan diameter batang besar tidak seimbang dengan tinggi tanaman.

Perakaran Bibit Kokoh

Untuk mengetahui perakaran bibit yang kokoh, dapat dikenali dengan cara mengangkat bibit sewaktu masih berada di dalam polibag. Apabila polibag dan media tanam tidak goyang atau jatuh, berarti perakaran tumbuh dengan baik mencengkeram media tanam.

Syarat lain perakaran yang baik adalah akar tidak menyembul keluar dari polibag. Perakaran yang kurang kokoh akan menancap di tanah dapat mengakibatkan terputusnya akar saat bibit dipindahkan dari polibag ke pot tanam.

Umur Bibit

Saat memilih bibit tanaman buah, yang juga menjadi perhatian utama adalah umur bibit yang sudah mencukupi. Bibit yang sudah berumur 6-8 bulan dengan tinggi lebih dari 60 cm akan mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Setelah memperoleh bibit yang sesuai kriteria, maka langkah selanjutnya adalah menaruhnya di tempat yang sejuk. Bibit juga memerlukan waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan iklim lingkungan barunya sebelum ditanam dalam pot.

Memulai Bisnis Tanaman Buah

Di era krisis seperti sekarang ini, ide usaha merupakan sesuatu yang berharga bagi masyarakat terutama untuk yang berjiwa wirausaha. Bibit tanaman buah dapat menjadi peluang usaha yang cukup menggiurkan, apalagi bila seseorang tahu persis kebutuhan dan permintaan akan bibit ini di tanah air. Maka jangan heran apabila pemerintah juga mengadakan beberapa balai pusat pembibitan tanaman buah di berbagai lokasi di nusantara. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah menggarap sektor yang kurang populer ini, namun keuntungan yang didapatkan bukan main besarnya.

Agar bisa mengetahui secara pasti kondisi usaha yang menjual dan membeli bibi tanaman ini, maka cara tersingkatnya adalah langsung menanyai beberapa petani buah yan ada di tempat terdekat. Dari mereka akan diperoleh informasi penting berhubungan dengan usaha yang akan ditekuni. Tanyakanlah kepada mereka segala hal yang perlu diketahui mengenai tanaman buah. Misalnya harga bibit, harga jual buah, perawatan, biaya keseluruhan untuk mengolah lahan, hingga keuntungan bersih saat panen berhasil.

Meskipun buah bukanlah kebutuhan pokok di nusantara, namun bagi rakyat kita memakan buah segar merupakan kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan. Lihat saja setiap sudur supermarket atau pasar tradisional pasti terdapat kios buah. Buah dapat menjadi pelengkap nutrisi dan kebutuhan gizi bagi keluarga, seorang ibu yang cerdas pasti akan menganggarkan dana untuk konsumsi buah segar. Fakta ini akan menjadi peluang usaha yang besar untuk digarap secepatnya.

Terkait dengan bisnis tanaman buah ini, Anda dapat memilih menjadi pengusaha bibit,  petani buah atau distributor. Tergantung minat dan keahlian dalam menjalankan tugas-tugas tersebut. Namun kadangkala juga ditemui beberapa pengusaha yang merangkap menjadi petani dan juga penadah hasil panen dari petani lainnya. Tentu saja keuntungan yang diperoleh akan berlipat-lipat.

Memulai bisnis bibit tanaman  diperlukan keahlian dalam mengembangbiakkan tanaman, merawat, dan membesarkannya. Bila ilmu yang dimiliki masih kurang, sebaiknya mengikuti pelatihan pembibitan yang umumnya dilaksanakan oleh balai penelitian tanaman buah di daerah. Segera berkunjunglah ke dinas yang terdekat, mintalah informasi tentang pelatihan tersebut.

Pemilihan bibit tanaman buah yang tepat akan mempermudah perawatan dan memberi hasil yang memuaskan. Selamat mencoba!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kebun Mini dengan berbagai Jenis buah-buahan
  • Buah Jeruk
  • Menanam Berbagai Jenis Buah dengan Tabulampot
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA