Binaraga, Olahraga Pamer Otot Tubuh

Binaraga adalah kegiatan pembentukan tubuh yang melibatkan hipertropi otot secara intensif. Dengan melakukan latihan beban dan diet protein tinggi secara rutin dan intensif, seseorang dapat meningkatkan massa otot yang dimilikinya. Seseorang yang menekuni aktivitas ini disebut binaragawan (pria) atau binaragawati (wanita).
Binaraga menjadi bagian dari gaya hidup untuk membentuk tubuh sekaligus menjaga kesehatan. Selain itu, binaraga bisa dipertandingkan dalam berbagai kontes atau sebagai salah satu cabang olahraga yang sering dipertandingkan pada berbagai ajang pesta olahraga, misalnya Pekan Olahraga Nasional (PON) atau Sea Games.
Dalam kompetisi binaraga, para binaragawan memamerkan otot tubuh di hadapan para juri yang menilai penampilan fisik mereka. Para juri tersebut akan memberikan penilaian berdasarkan beberapa kriteria, seperti massa otot, simetri tubuh, definisi otot, serta penampilan yang mencakup koreografi, musik, dan tema.
Otot tubuh ditonjolkan melalui serangkaian proses seperti cutting phase, kombinasi dari pengurangan kadar lemak tubuh, penggelapan warna kulit tubuh (dilakukan dengan berjemur di bawah sinar matahari), pembaluran minyak pada tubuh, ditambah efek penyinaran panggung. Semua hal itu membantu para juri untuk melihat definisi otot secara lebih jelas.
Sejarah Binaraga
Usaha untuk membentuk tubuh dengan memperbesar massa otot melalui serangkaian latihan fisik sudah lama dikenal sejak zaman Yunani Kuno sekitar abad ke-5 SM. Hercules, seorang pahlawan yang gagah dalam mitologi Yunani, melambangkan sosok makulinitas dan keperkasaan kaum pria. Suatu bentuk pemuliaan terhadap bentu fisik yang ideal dan simetris dalam kebudayaan dan kesenian Yunani tergambar dari bentuk-bentuk patung Yunani Kuno.
Pada kurun waktu 1880 sampai 1953 merupakan tahun awal perkembangan binaraga di dunia Barat. Eugen Sandow adalah “bapak binaraga modern”. Dia dikenal sebagai perintis olahraga binaraga karena memperbolehkan penonton untuk menyaksikan penampilan ototnya dalam “pamer otot”. Sandow mengadakan kontes binaraga di dunia pertama kali pada 1901 yang digelar di London.
Cakupan Binaraga
1. Binaraga Profesional
Dalam dunia binaraga modern, binaragawan profesional secara umum merujuk pada para binaragawan profesional yang telah memenangi kompetisi kualifikasi sebagai tingkat amatir dan mendapatkan “pro card” dari IFBB. Seorang binaragawan professional berhak mengikuti kompetisi binaraga dunia, terrmasuk Arnold Classic dan The New York Pro.
Bagi binaragawan yang merebut gelar dari berbagai kontes di dunia, dapat mengikuti kompetisi binaraga paling bergengsi dan tertinggi di dunia, yaitu Mr. Olympia. Selain itu, ada gelar internasional bergengsi lain, yaitu Mr, Universe.
2. Binaraga Alami
Binaraga alami merujuk pada kontes binaraga yang mengharuskan para pesertanya secara rutin harus lulus tes bebas zat ilegal. Bagi yang tidak lulus, dilarang mengikuti kontes di tahun depannya. Tes yang dilakukan melalui uji sampel urine. Zat yang dilarang dalam binaraga alami adalah anabolik, steroid, prohormon, dan diuretik.
Pertumbuhan Otot
Umumnya, binaragawan menempuh tiga strategi untuk memaksimnalkan perkembangan ototnya. Berikut ini tiga strategi binaragawan dalam mengembangkan ototnya.
1. Latihan Beban
Latihan beban bertujuan untuk membangun jaringan otot. Latihan ini dilakukan dengan cara mengankat beban ssuai dengan porsinya secara bertahap.
2. Gizi
Pertumbuhan, pemulihan, dan perbaikan, otot binaragawan memerlukan diet khusus. Biasanya, seorang binaragawan memerlukan asupan kalori dan protein yang lebih banyak dari pada orang biasa. Protein dan kalori berguna untuk pertumbuhan otot yang telah dilatih dengan latihan beban.
3. Suplemen
Gizi memiliki peranan penting dalam membangun otot dan menghilangkan lemak. Untuk mencapai hal ini, binaragawan memerlukan berbagai makanan suplemen untuk meningkatkan pertumbuhan otot.
4. Istirahat
Jika telah melakukan latihan beban, asupan gizi yang cukup, dan mengkonsumsi suplemen, pertumbuhan otot berlangsung saat istirahat. Tanpa istirahat dan tidur yang cukup, otot tidak akan pulih dan tumbuh dengan baik.






