logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Tokoh

Biografi Diponegoro - Pelajaran Tentang Keberanian Mempertahankan Harga Diri Bangsa


Ilustrasi biografi diponegoro

        Daftar Isi
  1. Diponegoro dan Masa Kecil
  2. Diponegoro dan Belanda
  3. Diponegoro dan Perang

Biografi Diponegoro menjadi salah satu biografi pahlawan Indonesia yang menarik untuk disimak.

Seperti umumnya sebuah biografi, biografi Diponegoro juga bersifat lebih kompleks, tidak sekadar membahas tentang tanggal berapa Diponegoro lahir dan wafat, tapi lebih dari itu.

Kepribadian Diponegoro yang gigih, ulet dan merakyat menjadikannya sebagai sosok yang dikagumi.

Sebagai sebuah negara yang pernah dijajah dan berusaha untuk lepas dari penjajahan, Indonesia memiliki beberapa tokoh pejuang.

Tokoh pejuang tersebut berusaha sekuat tenaga, mempertaruhkan jiwa dan raga  untuk membebaskan negara Indonesia dari para penjajah. Salah satunya adalah Pangeran Diponegoro. Biografi Diponegoro sedikit banyak pasti mengulas tentang perjuangannya melawan penjajah.

Kepribadian Diponegoro yang gigih, ulet dan merakyat menjadikannya sebagai sosok pahlawan yang banyak dikagumi, bahkan hingga kematiannya. Cerita perjalanan hidup darinya pun banyak dibukukan dalam bentuk biografi. Selayaknya sebuah buku biografi yang bercerita mengenai seorang tokoh dari berbagai hal, biografi Diponegoro pun demikian.

Biografi seorang tokoh selalu menarik untuk disimak. Perjalanan hidupnya menjadi sebuah pelajaran berharga yang menyimpan banyak sekali nilai-nilai kehidupan. Terlebih jika biografi tersebut adalah biografi seorang tokoh yang berjuang untuk haknya, seperti biografi Diponegoro ini.

Nama Diponegoro pasti sudah sangat tidak asing di telinga Anda. Sejak tingkat sekolah dasar bahkan nama pangeran yang satu ini sudah sering mengunjungi buku tulis Anda. Pengetahuan tentang pahlawan-pahlawan Indonesia seperti menjadi sebuah pelajaran wajib saat itu. Alhasil biografi tokoh pahlawan Indonesia, salah satunya biografi Diponegoro ini akan mudah didapat.

Biografi Diponegoro - Diponegoro dan Masa Kecil

Pangeran Diponegoro dan Belanda

Cerita pergesekan Diponegoro dengan Belanda juga menjadi bahasan penting dalam biografi Diponegoro. Pergesekan Diponegoro dan penjajah, dalam hal ini Belanda diawali dengan keikutsertaan Belanda dalam menjalankan kegiatan pemerintahan di kerajaan Yogyakarta.

Saat itu, tahta kerajaan Yogyakarta telah diturunkan pada Raja Hamengkubuwana V yang masih berusia tiga tahun. Di usianya yang masih sangat belia tersebut, sudah pasti Raja Hamengkubuwana tidak bisa memimpin pemerintahan seorang diri.

Pemerintahan di kerajaan pun pada akhirnya dilimpahkan dan diatur pada Patih Danurejo dan orang-orang Belanda. Dalam biografi Diponegoro tersirat bahwa campur tangan pihak Belanda dalam menjalankan sistem pemerintahan Yogyakarta itulah yang disinyalir sebagai "penyulut" emosi Diponegoro sebagai putra daerah.

Sebagai putra dari Raja, Diponegoro sebenarnya tidak setuju mengenai hal itu, ia tidak ingin keistimewaan keraton ikut dikuasai oleh pihak penjajah. Namun saat itu, Diponegoro hanya diam. Hingga suatu saat, pihak Belanda tersebut sudah dianggap melampaui batas dan tidak lagi menghargai peraturan adat istiadat masyarakat Jawa.

Biografi Diponegoro pun mulai menuliskan tentang konflik-konflik Diponegoro dengan pihak Belanda. Mereka dengan sesuka hati memasang sebuah patok di daerah tempat tinggal nenek buyutnya, mereka pun mencekik rakyat dengan beban pajak yang cukup besar. Perlakuan Belanda yang semena-mena tersebut tentu saja mendapat perlawanan dari Pangeran Diponegoro.

Perilaku pihak Belanda dinilai sudah keterlaluan, dan dalam biografi Diponegoro pun dituliskan demikian. Ia bersama rakyat yang menentang Belanda, kemudian dengan gagah berani menyatakan perlawanannya terhadap pihak Belanda.

Ia mengobarkan semangat perang Sabil, yaitu perang yang dilakukan untuk melawan orang-orang kafir. Perang ini juga menjadi sebuah perang yang tercatat dalam buku biografi Diponegoro.

Menceritakan masa kecil seorang tokoh dalam biografi sepertinya menjadi sebuah hal yang wajar. Begitu juga dengan biografi Diponegoro ini. Diponegoro adalah putra dari seorang Raja Mataram, Hamengkubuwana III.

Lahir dan besar di Yogyakarta pada 11 November 1785. Ia dilahirkan dari seorang selir raja bernama R. A Mangkarawati yang merupakan wanita dari daerah Pacitan.

Karena merupakan anak dari seorang raja, Diponegoro pun mendapatkan gelar Pangeran di depan namanya. Tambahan nama "pangeran" di depan namanya ternyata memang sudah bawaan dari silsilah keluarga.

Lahir di lingkungan kerajaan tidak lantas membuat Diponegoro kecil menjadi anak yang manja. Lelaki yang kelak menjadi tokoh pahlawan Indonesia ini sudah terlihat istimewa. Dan hal ini tertulis dalam biografi Diponegoro.

Kehidupan Diponegoro sebagai salah satu keturunan raja juga diceritakan dalam biografi Diponegoro ini. Sudah merupakan tradisi bagi masyarakat Jawa bila seorang lelaki memiliki dua nama.

Nama pada saat ia kecil, dan nama saat ia mulai tumbuh dewasa, begitupun dengan Diponegoro. Semasa kecil ia mempunyai nama Bendoro Raden Mas Ontowiryo, namanya berubah menjadi Diponegoro setelah ia beranjak dewasa.

Jiwa ksatria dan rendah hati yang dimilikinya telah ia tunjukkan sedari kecil. Ia yang sadar akan posisi dirinya sebagai seorang anak selir, menolak untuk diangkat untuk menjadi seorang raja oleh ayahnya.

Ia lebih suka menjadi orang biasa yang pergaulannya tidak dibatasi oleh strata sosial. Dari kecil, Diponegoro seperti sudah dihadapkan pada konflik batin yang pada akhirnya mendidik ia menjadi seorang yang hebat.

Konflik batin seperti ini juga menajdi hal yang biasa dalam biografi Diponegoro. Dalam biografi Diponegoro diceritakan bahwa Pangeran Diponegoro akhirnya memutuskan untuk tinggal bersama sang nenek buyut di kawasan Tegalrejo.

Di Tegalrejolah, Pangeran Diponegoro perlahan mempelajari ilmu-ilmu agama Islam. Ia pun tumbuh besar menjadi seorang lelaki Muslim yang shaleh dan tetap mengagungkan nilai-nilai kejawaan yang sudah menjadi identitasnya.

Ia pun menjadi pribadi yang merakyat. Dalam kehidupannya sehari-hari, ia tidak suka menonjolkan diri sebagai seorang anak raja yang paling berpengaruh di Yogyakarta saat itu. Ia hidup biasa saja. Biografi Diponegoro menceritakan kesehajaan Diponegoro dengan jelas.

Sifat-sifat luhur inilah yang pada akhirnya membawa Diponegoro menjadi seorang yang berjiwa ksatria. Lebih jauh diceritakan dalam biografi Diponegoro, bahwa ketangguhan yang dimiliki Diponegoro adalah berkat proses panjang dalam menjalani kehidupan sebagai seorang putra selir.

Pangeran Diponegoro dan Perang

Peristiwa penting lainnya yang juga tercatat dalam biografi Diponegoro adalah perang yang terjadi pada masa itu.

Melihat tingkah laku yang seenak hati dari pihak Belanda kemudian menjadi latar belakang terjadinya perang pada masa itu.

Pernyataan perang yang diserukan Pangeran Diponegoro ternyata menimbulkan perang besar yang berlangsung selama lima tahun, antara 1825 hingga 1830.

Perang ini merupakan salah satu  perlawanan terbesar rakyat pribumi yang dialami Belanda selama menjajah nusantara.

Sebanyak 200.000 warga pribumi dan 8.000 orang Belanda tewas dalam peperangan itu. Dalam bahasa Belanda, perang Diponegoro ini terkenal dengan istilah De java Qorlog.

Perang besar ini tentu saja tercatat dalam biografi Diponegoro. Pihak Belanda dipimpin oleh seorang Jenderal, bernama Jenderal De Kock.

Sementara, warga pribumi saat itu dipimpin oleh Pangeran Diponegoro. Pangeran Diponegoro tidak sendiri, ia dibantu oleh Kyai Maja dan Sentot Prawirodirdjo. Pilihannya untuk melawan Belanda menjadi penggalan cerita menarik dari biografi Diponegoro ini.

Menurut beberapa ahli sejarah, tercetusnya perang Diponegoro disebabkan  karena permasalahan Sosiobudaya. Pangeran Diponegoro yang asli Jawa merasa terhina dengan perlakuan pihak Belanda yang menganggap remeh dan tidak menghargai nilai-nilai budaya Jawa. Biografi Diponegoro ini ternyata juga melahirkan sebuah penelitian tentang adanya gejala pelanggaran nilai-nilai sosial budaya.

Untuk mempertahankan harga dirinya, serta mempertahankan nilai-nilai luhur budaya Jawa, ia menyatakan perang dengan keberanian dan siap menanggung segala risiko bahkan nyawanya sekalipun. Inti cerita dari biografi Diponegoro adalah mengajarkan kita tentang keberanian dalam melawan pelecehan terhadap harga diri. Dan itulah sepertinya yang dibutuhkan masyarakat Indonesia belakangan ini.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Inspirasi dari Profil Wirausaha
  • Tokoh-Tokoh Geografi Penjelajah Bumi
  • Martha Christina Tiahahu, Pahlawan Kemerdekaan Wanita Asal Maluku
  • Tokoh-Tokoh Politik Indonesia Era Penjajahan dan Awal Kemerdekaan
  • Karakter Tokoh Wayang Kulit Lakon Ramayana
  • Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah - Napoleon Bonaparte, Penakluk dari Corsica
  • Mengenal Biografi H Samanhudi
  • Para Princess Disney yang Cantik dan Terkenal
  • Mengenal Tokoh Keperawatan Islam
  • Citraresmi, Tokoh Sunda Pemikat Sang Raja
  • Kuntowijoyo - Tokoh Budaya Indonesia
  • Tokoh-Tokoh Ilmuwan Islam yang Perlu Kita Tahu
  • Biografi Budi Utomo: Organisasi Modern Pertama di Indonesia
  • Biografi Singkat BJ Habibie Sang Jenius
  • Perjalanan Karier Pasya Ungu
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA