logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Tokoh

Menyimak Cerita dalam Biografi Hatta


Ilustrasi biografi hatta

    Daftar Isi
  1. Riwayat Mochammad Hatta
  2. Riwayat Studi Bung Hatta
  3. Karier Organisasi Bung Hatta
  4. Ketika Dwi Tunggal Disatukan

Biografi Hatta menjadi salah satu biografi yang cukup menarik untuk dijadikan referensi sejarah.

Belajar sejarah bangsa Indonesia dari perjalanan hidup seorang Hatta juga tidak kalah menarik. Melihat dari cara pandang yang berbeda dari sebuah perjalanan panjang bangsa Indonesia.

Biografi Hatta tentu saja menceritakan tentang bagaimana perjalanan Bung Hatta dalam menjalani hari-harinya sebagai salah satu tokoh penting di negeri ini. Tentang bagaimana ia mempertahankan kemerdekaan bersama partner abadinya, Soekarno.

Bung Hatta merupakan tulang punggung dwi tunggal Soekarno Hatta.

Bung Hatta merupakan tulang punggung dwi tunggal Soekarno Hatta. Semasa prakemerdekaan Indonesia, Bung Hatta berperan sebagai pemikir di bidang ekonomi Indonesia.

Sangat menarik membuka kembali lembaran sejarah biografi Hatta. Namun sebelum mengulas sepak terjang Mohammad Hatta lebih lanjut, mari kita membuka lembaran awal riwayat Mohammad Hatta.

Keahlian Hatta di bidang ekonomi itulah yang merupakan salah satu faktor mengapa beliau dipinang oleh Soekarno sebagai pendamping. Soekarno sadar betul, bahwa pada masa-masa seperti itu, ekonomi merupakan salah satu faktor yang akan membuat Indonesia semakin kuat. Dalam biografi Hatta pastilah juga ikut diceritakan bagaimana perjalanan karir Hatta sebagai seorang yang penting di negeri ini.

Biografi Hatta - Riwayat Mohammad Hatta

Biografi Hatta pasti juga menceritakan bagaimana latar belakang Mohammad Hatta. Dalam buku catatan perjalanan Mohammad Hatta Anda akan mengetahui lebih jauh siapa orang ke dua di Indonesia yang namanya cukup familiar itu.

Dalam biografi Hatta disebutkan bahwa Mohammad Hatta lahir di Sumatera Barat, tepatnya di Bukittinggi pada 12 Agustus 1902 dari pasangan Haji Muhammad Djamil dan Saleha.

Latar belakang Mohammad Hatta juga menjadi satu hal menarik yang diceritakan dalam biografi Hatta. Ayah kandung Bung Hatta merupakan ulama asli Batu Ampar yang dihormati, sedangkan ibu kandungnya adalah sosok saudagar sukses di Bukit Tinggi.

Dari ibunya kelak Bung Hatta mendapatkan pendidikan ekonomi. Kehidupan Hatta sedari kecil yang memang sudah akrab dengan ekonomi secara aplikasi inilah yang kemudian membentuk pribadi Hatta menjadi seorang ahli ekonomi. Hal tersebut juga menjadi bagian yang menanrik dari biografi Hatta.

Keadaan ekonomi Hatta sedari kecil memang sudah berkecukupan. Hatta kecil dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang berada. Walaupun hidup berkecukupan, bukan berarti Hatta kecil mendapat perlakuan yang mewah dari orang tuanya. Pendidikan moral yang diterima di lingkungan keluarga Hatta sewaktu kecil juga menjadi sepenggal cerita menarik dari biografi Hatta.

Di keluarganya, Mohammad Hatta merupakan anak ragil (bungsu) dari empat bersaudara, yang terdiri dari dua kakak tiri (Halimah dan Rabiah) serta satu kakak kandung, Rafiah. Meskipun hidup dengan saudara tiri, Hatta hidup rukun. Kerukunan yang dimiliki oleh keluarga Bung Hatta juga menjadi pesan yang tersimpan dalam biografi Hatta.

Dari sekilah cerita tersebut, sudah dapat dipastikan bahwa Bung Hatta datang dari keluarga baik-baik. Latar belakang inilah yang pada akhirnya menjadi bekal Hatta untuk sebagai seorang yang bisa mengayomi masyarakat. Hal-hal baik itulah yang juga tercatat dalam biografi Hatta.

Biografi Hatta - Riwayat Studi Mohammad Hatta

Karier Sang Proklamator dalam Dunia Organisasi

Hatta yang tumbuh menajdi seorang pemuda juga ikut diceritakan dalam biografi Hatta. Selama masa mudanya, Bung Hatta giat sekali mengikuti perkumpulan dan organisasi pergerakan kemerdekaan.

Jiwa perjuangan Hatta tumbuh karena beliau kerap menghadiri orasi dan ceramah politik yang diselenggarakan oleh perkumpulan pemuda di Sumatera. Salah satu sosok yang mempengaruhi pemikiran Hatta yakni Abdoel Moeis, politikus ulung dari partai Sarekat Islam.

Abdoel Moeis juga seorang pencipta roman Salah Asuhan yang karyanya terkenal sampai sekarang. Persinggungannya dengan Abdoel Moeis juga terangkum dalam biografi Hatta.

Saat menjabat sebagai bendahara organisasi Jong Sumatranen Bond, Bung Hatta gemar membaca dan menulis artikel. Bung Hatta pernah bekerja sama dengan sebuah harian lokal Neratja. Beliau merupakan salah satu penulis harian itu.

Bahkan sewaktu kuliah di Belanda pun, Bung Hatta masih sering mengirimkan tulisannya untuk harian tersebut. Karir Hatta sebagai penulis juga mewarnai rangkaian cerita yang ada di biografi Hatta.

Masa kuliah di Rotterdam tahun 1992, selain menimba ilmu ekonomi di kampus, beliau ikut Indonesische Vereniging, sebuah perhimpunan mahasiswa Hindia di Belanda. Di organisasi tersebut beliau dipasrahi tugas sebagai bendahara juga.

Indonesische Vereniging kemudian merumuskan sebuah ide untuk mengganti nama Hindia yang artinya negara jajahan, menjadi Indonesia. Dalam perubahan nama tersebut, biografi Hatta juga menceritakan keterlibatan Hatta. 

Sebagai sebuah biografi, biografi Hatta juga tidak hanya menyimpan cerita tentang bagaimana kehidupan keluarga Hatta.

Bagaimana Hatta dididik oleh kedua orang tuanya, dan bagaimana Hatta menjalani hari-harinya sebagai putra Minang. Biografi Hatta juga menceritakan bagaimana lelaki ini bersekolah.

Dalam biografi Hatta diceritakan bahwa Hatta kecil menapaki dunia sekolah berawal dari Sekolah Melayu, semacam sekolah dasar di Bukittinggi pada 1913. Setelah menyelesaikan pendidikan rendah, lantas melanjutkan sekolahnya di ELS (Europese Lagere School) di kota Padang.

Latar belakang keluarga Hatta yang berkecukupan, memungkinkan Hatta untuk menimba ilmu di sekolah. Hal ini memberinya sedikit keistimewaan, sekaligus memberinya ilmu.

Kesempatan yang terhitung emas bagi masyarakat Indonesia pada masa lalu ini secara mudah dimiliki Hatta. Hal ini juga bisa Anda nikmati ketika membaca sekilas tentang biografi Hatta.

Sembari menimba ilmu di ELS, Hatta muda tertarik dengan kegiatan organisasi kepemudaan dan masuk ke Jong Sumatranen Bond (JSB), semacam ikatan pemuda dan pelajar Sumatera. Di JSB dia menjabat sebagai bendahara organisasi.

Masuknya Bung Hatta ke JSB merupakan awal kariernya di dunia organisasi yang kelak mengantarkan beliau ke medan perundingan bersama Bung Karno. Perjalanan Hatta dalam organisasi ini juga akan ikut diceritakan dalam biografi Hatta.

Biografi Hatta kembali melanjutkan ceritanya, kali ini cerita mengenai sekolah lanjutan yang dijalankan oleh Hatta. Setelah menamatkan ELS pada 1916, dia memutuskan meneruskan studinya di MULO (Meer Vitgebreid Lager Onderwijs) semacam sekolah menengah yang berada di Padang, dan tamat pada 1919.

Latar belakang keluarga Mohammad Hatta yang akrab dengan hitung-menghitung, mengingat ibunya adalah seorang saudagar, Mohammad Hatta berminat dengan dunia ekonomi.

Beliau merantau ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan menengah atasnya di Handel Middlebare School semacam sekolah SMK ekonomi.

Setelah tamat, dalam biografi Hatta diceritakan bahwa Hatta langsung berlayar ke Belanda untuk mendalami ilmu ekonomi di sebuah universitas yang terletak di Rotterdam, Nederland Handelshogeschool. 

Biografi Hatta - Ketika Dwi Tunggal Disatukan

Biografi Hatta seperti mulai menyajikan cerita terpanasnya. Perlawanan Hatta terhadap pihak Belanda menjadi "suguhan" yang menanrik dalam biografi Hatta ini. Perlawanan Bung Hatta terhadap Belanda melalui jalur perundingan dan propaganda mencari dukungan internasional.

Tercatat bahwa pada 1927 di Belanda, Bung Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme. Di Belanda pulalah beliau bersahabat erat dengan Jawaharlal Nehru yang kelak menjadi Perdana Menteri India dan mengakui kemerdekaan Indonesia.

Bersama Liga Menentang Imperialisme Bung Hatta mencari dukungan internasional untuk membantu mengusir Belanda dari Indonesia. Risikonya, Bung Hatta dipulangkan ke tanah air. Sepak terjang Hatta demi mendapatkan kemerdekaan juga tercatat dalam biografi Hatta.

Biografi Hatta kemudian berlanjut "memanas". Pertemuannya dengan Soekarno menambah "kinerja" Hatta. Pertemuan Hatta dengan Soekarno terjadi saat beliau kembali ke Indonesia. Saat itu, Soekarno, yang baru lulus dari ITB akhirnya "berpartner" dengan Hatta. Mereka berjuang antarmeja perundingan dan orasi-orasi menggalang semangat rakyat untuk terus berjuang sampai titik darah penghabisan.

Pada momen yang sempurn, tepatnya 17 Agustus 1945, dan berkat dorongan kaum muda, Indonesia memproklamirkan diri sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, lewat deklarasi yang diberi nama Proklamasi dan ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta. Penandatanganan teks proklamasi kemerdekaan tersebut bisa jadi merupakan cerita yang paling memorable dalam biografi Hatta.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Nama-Nama Tokoh Khulafaur Rasyidin
  • Kesederhanaan dan Kedekatan Presiden Soekarno pada Rakyat
  • Biografi Kaka: Pesepak Bola Sederhana
  • Beruntungkah Anak Jenius di Dunia?
  • Mengenal Tokoh Perumus Pancasila
  • Mengenal Habib Hasan Lebih Dekat
  • Biografi Joe Satriani: Guru Gitar yang Sukses
  • Nama - Nama Penulis dan Bidang Garapannya
  • Biografi Sayuti Melik, Penulis Naskah Proklamasi
  • Profil Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
  • Tokoh Wayang Arjuna - Kisah di Balik Sepuluh Nama Arjuna
  • Biografi Mikha Tambayong: Artis ABG yang Multitalenta
  • Tokoh Sejarah Islam Setelah Rasulullah
  • Mengenal Sosiologi dari Pemikiran Tokoh-tokoh Sosiologi
  • Mengenal Biografi Nabi Muhammad SAW
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA