Biografi JK Rowling - Ibu dari Harry Potter
Ilustrasi biografi jk rowling
Biografi menjadi semacam sejarah perjalanan hidup seseorang. Orang yang dibuatkan biografi biasanya adalah mereka para tokoh yang cukup dikenal banyak orang.
Tokoh-tokoh yang memiliki perjalanan hidup menarik yang bisa diajarkan kepada banyak orang, salah satunya adalah Jk Rowling. Biografi JK Rowling pun menjadi sebuah biografi yang cukup banyak digemari.
Jika Anda penggemar sosok Harry Potter, Anda juga pasti tidak asing dengan sosok nyata yang berdiri di balik kesuksesan cerita khayal Harry Potter tersebut.
Ia adalah seorang wanita bernama lengkap Joanne Kathleen Rowling yang lebih terkenal dengan nama JK. Rowling. Cerita mengenai Harry Potter yang ia tuangkan ke dalam buku mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat dunia. Imbasnya, buku yang bercerita tentang kisah dirinya berupa biografi JK Rowling pun tidak kalah diminati.
JK. Rowling dan Kehidupan Keluarga
Biografi JK Rowling pastinya adalah sebuah buku yang menggambarkan secara jelas siapa JK Rowling sesungguhnya.
Perjalanan hidup sang tokoh di balik suksesnya Harry Potter ini ternyata cukup menarik untuk disimak.
Masa anak-anak biasanya memang seringkali mengawali cerita pada sebuah biografi tokoh. Tidak berbeda dengan biografi JK Rowling ini.
Cerita tentang masa kecil JK Rowling ini menjadi cerita pengantar sebelum akhirnya mengenal siapa JK Rowling yang sesungguhnya.
Dalam biografi JK Rowling disebutkan bahwa JK. Rowling lahir di sebuah wilayah bernama Chipping Sodbury. Sebuah wilayah yang berada dekat salah satu kota milik negara Inggris bernama Bristol. Ia lahir pada 31 Juli 1965.
JK. Rowling adalah anak dari pasangan Peter James Rowling dan Anne Rowling. Saat berusia 4 tahun, keluarga besarnya pindah ke wilayah Winterbourne.
Layaknya anak kebanyakan, JK Rowling juga menghabiskan sebagian besar waktunya di bangku sekolah. Itu jugalah yang terangkum dalam biografi JK Rowing.
JK. Rowling kecil bersekolah di St Mishael’s School. Daya imajinasi JK. Rowling sudah terlihat sejak ia kecil. Salah satu tokoh dalam cerita Harry Potter, Albus Dumbledore, terimajinasi dari sosok kepala sekolahnya.
Hobi mengkhayal dan berimajinasi ternyata sudah dimiliki JK Rowling sejak kecil. Semua itu tergambar jelas dalam biografi JK Rowling yang banyak beredar di masyarakat. Sejak kecil, JK. Rowling sudah hobi menulis berbagai cerita. Ia sering membacakan cerita khayalannya kepada adik perempuannya, Dianne.
Dalam beberapa biografi JK Rowling disebutkan saat ia berusia 9 tahun, JK. Rowling beserta keluarga kembali pindah. Kali ini, keluarga JK. Rowling pindah ke sebuah desa bernama Gloucestersshire, Wales. Daya imajinasi JK. Rowling semakin terasah ketika ia diberi sebuah buku cerita oleh bibinya. Buku cerita itu berbentuk otobiografi berjudul Hons dan Pemberontak karya Jessica Mitford.
Karya-karya Mitford itulah yang kemudian banyak memberikan sumbangan imajinasi pada JK. Rowling dalam membuat cerita khayal Harry Potter. Biografi JK Rowling bisa jadi menginspirasi banyak orang, tapi ternyata JK Rowling sendiri banyak terinspirasi dari karya tulis seorang Mitford.
JK. Rowling Sebagai Ibu Harry Potter
Biografi JK Rowling - Diangkat ke Film
Kesuksesan kini milik JK Rowling. Biografi JK Rowling pun "berganti" cerita. Mulai dari perjuangan, penantian, hingga akhirnay keberhasilan JK Rowling. Sungguh sebuah perjalanan hidup seorang wanita pantang menyerah yang layak diapresiasi.
Cerita Harry Potter yang berhasil menghipnotis tersebut lantas diproduksi dalam bentuk film. Merefleksikan cerita dalam buku menjadi gerak dan diperankan oleh manusia nyata. Perusahaan yang memproduksi film Harry Potter adalah Warner Bros.
Anak muda yang beruntung dan dinilai memenuhi kriteria khayalan JK. Rowling untuk merefleksikan sosok Harry Potter dalam kehidupan nyata adalah Daniel Radcliffe. Kesuksesan film yang berasal dari novelnya juga terangkum jelas dalam biografi JK Rowling. Daniel memerankan sosok Harry Potter dari awal kemunculannya.
Kesan Harry Potter sepertinya akan sulit lepas dari Daniel. Begitupun, dengan kesan JK. Rowling. Keidentikan Harry Potter dengan JK. Rowling ibarat ibu dan anak. Bahwa perjalanan hidup JK Rowling dalam menciptakan tokoh Harry Potter ini menjadi jalan cerita utama dalam biografi JK Rowling.
Insiprasi yang didapatkan JK Rowling ketika menulis jalan cerita Harry Potter yang fenomenal itu juga digambarkan jelas dalam biografi JK Rowling. Seolah menjabarkan bagaimana proses kreatif itu bisa terjadi kapan saja tanpa kita sadari.
Dalam biografi JK Rowling, beberapa tokoh dalam cerita Harry Potter sebenarnya terinspirasi oleh kehidupannya sehari-hari. Albus Dumbledore dan Hermione, misalnya.
Jika sosok Dumbledore terinspirasi dari kepala sekolah saat ia bersekolah di tingkat dasar, Hermione justru terinspirasi dari dirinya sendiri. JK. Rowling mengatakan bahwa sosok dan kepribadian Hermione adalah refleksi dari sifat remajanya.
Perjalanan karir JK Rowling juga terangkum jelas biografi JK Rowling. Apa profesi ia sebelum menjadi penulis seperti sekarng ini. Sebelum menjadi penulis, JK.
Rowling sempat bekerja menjadi seorang sekretaris. Ia bekerja untuk sebuah perusaahaan di London bernama Amnesty International.
Dan apakah Anda tahu bahwa kisah tentang Harry Potter mungkin tidak pernah muncul jika pada 1990 kereta yang akan membawa JK. Rowling dari Manchester ke London tidak telat datang?
Saat itu, kereta yang akan membawanya terlambat sekitar empat jam. Saat menunggu kereta itulah, cikal bakal cerita Harry Potter mulai muncul di kepalanya. Semua itu dapat Anda temukan ketika Anda membaca biografi JK Rowling.
Itulah alasan mengapa dalam cerita Harry Potter ada sebuah adegan yang berlatar belakang stasiun, tepatnya peron 9¾. Cerita itu terinspirasi dari stasiun. 1995 merupakan tahun bersejarah bagi JK. Rowling.
Cerita khayalnya tentang penyihir kecil bernama Harry Potter berhasil diselesaikan. Cerita pertama dari rangkaian Harry Potter berjudul Harry Potter and the Philosopher’s Stone yang ditulis menggunakan mesin tik manual berumur tua. JK Rowling seolah tidak segan membagi ceritanya dalam biografi JK Rowling.
Siapa yang menyangka bahwa kesuksesan JK Rowling yang ia nikmati sekarang ini tidak didapatnya dengan sangat mudah. Perjuangan JK Rowling dalam "memperkenalkan" karya-karya imajinatifnya juga ikut terangkum dalam buku biografi JK Rowling yang saat ini rasanya sudah cukup banyak beredar.
Keberhasilan adalah kegagalan yang "diakumulasikan" sepertinya berlaku bagi JK. Rowling. Naskahnya tidak serta-merta langsung diterima oleh percetakan. Naskahnya baru diterima pada cetakan ke-13. Cerita anak-anak karya JK. Rowling mendapat respon yang cukup baik. JK. Rowling mendapatkan penghargaan dari dewan kesenian Skotlandia.
Bisa dibayangkan betapa beratnya penantian yang dijalankan oleh JK Rowling. Bahwa baru penerbit ke-13 lah yang bersedia menerbitkan novelnya. Semua itu bisa ikut Anda rasakan ketika membaca biografi JK Rowling.
Tangga kesuksesan mulai menghampiri JK Rowling. Itupun terangkum semuanya dalam biografi JK Rowling. Anda yang merasa kurang tersemangati oleh apapun, coba membaca biografi JK Rowling ini, perjalanan hidup yang dimiliki JK Rowling siapa tahu benar-benar bisa mengubah cara pikir Anda.
Tiga tahun berikutnya, 1998, cerita Harry Potter yang kedua berhasil diselesaikan. Cerita itu berjudul Harry Potter and the Chamber of Secret. Disusul dengan beberapa buku lanjutan seri dari Harry Potter. Harry Potter the Prisoner of Azkaban pada 1999. Pada 2000, JK. Rowling menerbitkan Harry Potter and the Goblet of Fire. Harry Potter and the Order of the Phoenix pada 2003. Harry Potter and the Half-Blood Prince pada 2005. Harry Potter and the Deathly Hallows pada 2006. Karya-karyanya yang fenomenal sudah barang tentu terangkum jelas dalam biografi JK Rowling.

