logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Tokoh

Menguak Biografi Plato Si Murid Socrates


Ilustrasi biografi plato

Banyak pihak yang meragukan hal-hal yang berkaitan dengan biografi Plato, terutama tentang karya-karya yang ia tulis. Entah itu pemikiran original Plato sendiri, atau gagasan sang guru -Sockrates- yang dilakukan saat percakapan, kemudian ditulis kembali. Plato, begitu ia disebut. Ada pula yang menyebut bahwa aslinya adalah Platon, nama khusus yang diberikan kepadanya. Nama asli Plato adalah Aristokles. Ia lahir di Athena pada 427 SM.

Biografi Plato: Kelahiran dan Keluarganya

Tanggal dan tahun lahir Plato tidak diketahui secara pasti. Namun para ahli meyakini bahwa ia terlahir di lingkungan keluarga aristokrat yang terpandang. Berdasarkan sumber-sumber kuno, ia disebutkan terlahir di Athena sekitar tahun 429 - 423 SM. Ayahnya bernama Aristun. Konon, ayahnya masih keturunan raja Athena, Codrus dan raja Messenia, Melantus. Sementara itu ibunya bernama Perictione. Perictione berasal dari keluarga terpandang dan terpelajar, kebanyakan keluarganya adalah penegak hukum dan sastrawan.

Plato memiliki 3 saudara kandung, yakni 2 orang saudara lelaki bernama Adeimantus dan Glaucon serta seorang anak perempuan bernama Potone. Tidak ada keterangan pasti apakah saudara-saudara kandung tersebut lebih tua atau lebih muda dari Plato.

Sang ayah meninggal dunia saat Plato masih kecil. Lantas ibunya menikah lagi dengan Pyrilampes, pamannya. Ia adalah seorang duta Yunani untuk Persia, dan merupakan orang terpandang di Athena. Sebelum menikah dengan ibunya Plato, Pyrilampes pernah menikah dan memiliki seorang anak lelaki yang tampan bernama Demus. Setelah menikah dengan Pyrilampes, ibunya kembali mengandung dan melahirkan seorang anak lelaki bernama Antiphon. Nama-nama saudaranya ini kelak sering kali muncul dalam buku-buku filsafat karangannya.

Konon, Plato adalah seorang pegulat yang andal dan memiliki badan yang tegap. Karena itulah ia dipanggil 'Plato' yang artinya lebar atau rata. Informasi ini disampaikan oleh Paul Strathern dalam bukunya 90 Menit Bersama Plato. Unik memang seseorang yang sangat berpengaruh gagasannya ternyata dahulunya hanya seorang pegulat. Masih menurut Strathern, Plato sering memenangkan pertandingan gulat, namun ia tidak pernah menjadi juara di pertandingan Olimpus -cikal bakal pertandingan olahraga Olimpiade saat ini.

Tidak hanya memiliki fisik yang kuat, Plato juga memiliki otak yang cerdas dan kerendahan hati yang mulia. Ia dikenal sebagai anak yang cepat tanggap, senang belajar, dan tidak sombong. Ia mampu menguasai pelajaran tata bahasa, musik, dan olahraga dengan baik semasa kecilnya. Ia juga sudah mulai menghadiri kelas filosofi sebelum ia bertemu Socrates.

Biografi Plato: Pertemuan dengan Sang Guru

Seiring berjalannya waktu, ketertarikan Plato pada filosofi semakin besar. Pada saat yang sama di Athena ada seorang pria tua dan jelek bernama Socrates, yang di kemudian hari menjadi gurunya. Plato sudah sering mendengar cerita tentang Socrates dari orang-orang. Sosok itu sering berdialog dengan pemuda-pemuda di pasar. Pada suatu hari, Plato pun menyudahi kepenasarannya dan mulai ikut bergabung untuk terlibat diskusi dengan pemuda-pemuda lain dan dengan sang guru.

Socrates sangat memengaruhi pola pikir filsafat Plato. Ia adalah orang yang berpengaruh dalam biografi Plato. Hal ini terlihat dalam berbagai kitab filsafat yang ditulis oleh Plato. Plato sangat mengagumi gurunya, ia adalah murid yang patuh. Mereka memiliki kedekatan karena kecocokan pola pikir, sehingga hubungan keduanya menjadi seperti ayah dan anak. Mereka sering terlibat dalam diskusi filsafat mendalam, yang kemudian dituliskan Plato dalam karya-karyanya. Socrates sendiri jarang menulis, ia lebih suka berdiskusi.

Kebiasaan Socrates untuk berdiskusi dianggap kelewatan oleh masyarakat Athena. Ini karena Socrates suka sekali berkeliling kota dan bertanya tentang banyak hal kepada setiap orang yang lewat, seolah-olah ia orang bodoh yang tidak tahu apa-apa. Lama-kelamaan masyarakat kesal dan merasa tersinggung setelah menyimpulkan bahwa Socrates hanya ingin mengetahui sejauh mana seseorang benar-benar tahu akan sesuatu dan kapan ia justru bersikap 'sok tahu'.

Akhirnya dengan dalih dianggap membahayakan dan merusak akhlak anak-anak muda, Socrates akhirnya dipenjarakan dan dihukum mati. Ini membuat Plato kecewa. Ia (dan para murid Socrates yang lainnya) merasa tuduhan kepada guru mereka tidak masuk akal. Plato bahkan bersedia membayar denda kepada pengadilan untuk membebaskan guru yang menjadi sumber inspirasinya ini. Namun sang guru menolak dibebaskan dan lebih memilih takdirnya untuk dihukum mati.

Biografi Plato: Akademia

Plato banyak mengembara ke berbagai tempat, mulai dari Megara (Yunani), lalu ke Kyreni (Afrika Utara), Mesir, hingga ke Sisilia. Pengembaraannya itu tentu untuk mencari kebijaksanaan sesuai yang diajarkan oleh sang guru. Sekembalinya dari pengembaraan, ia kemudian mendirikan sekolah bernama Akademia bagi setiap orang yang ingin belajar ilmu seperti etika, matematika, maupun logika. Salah satu murid Plato yang paling terkenal adalah Aristoteles. Bahkan konon katanya, mereka pernah berdebat sampai ayam dibawa-bawa ke Akademia

Suatu hari Aristoteles pernah bertanya kepada Plato sebagai guru, apakah manusia itu? Plato kemudian menjawab 'manusia itu adalah binatang/ hewan yang berkaki dua'. Keesokan harinya Aristoteles membawa seekor ayam lalu menyodorkannya; 'inikah yang anda maksud manusia? Sekiranya Anda menjadi Plato saat itu, mungkin Anda berfikir Aristoteles murid kurang ajar.

Setelah kaget melihat ayam yang muridnya bawa, Plato kemudian merevisi devinisinya tentang manusia. 'manusia adalah hewan bekaki dua dan tidak berbulu', begitu teriak Plato. Mendengar jawaban baru, Aristoteles pun tidak kehilangan akal. Keesokan harinya ia kembali ke Akademia dengan membawa seekor ayam yang bulunya sudah habis ia cabuti. Kemudian ia kembali bertanya; 'apakah ini yang guru maksud tentang manusia?'

Cerita itu berakhir sampai di sana, tidak ada informasi lebih jauh mengenai anekdot definisi manusia. Apa yang terjadi setelah itu tidak ada yang tahu, apakah mereka bertengkar kemudian Plato mengeluarkan Aristoteles dari Akademia, atau Plato merebut ayam tak berbulu itu kemudian ia menggorengnya. Yang jelas, di kemudian hari, Aristoteles memperbaiki definisi Plato tentang manusia, dan dengan sangat akurat melakukan pembedaannya dengan binatang.

Di akhir kehidupannya, Plato sempat terjerat politik di kota Syracuse. Saat sedang berkeliling negeri, ia mengunjungi Syracuse yang saat itu berada di bawah kekuasaan Dionysus. Salah seorang saudara ipar Dionysus berguru kepada Plato, tetapi ini bukan berarti sang raja senang akan keberadaan Plato. Ia justru tidak menyukai Plato. Dengan kekuasaannya, ia menjadikan Plato budak belian. Plato mengalami masa-masa sulit di sebuah kota bernama Cyrene, yang saat itu dilanda perang melawan Athena.

Karena kebaikan hati seorang majikannya, Plato dibebaskan dan dikembalikan ke Athena. Setelah Dionysus meninggal dunia, Plato diundang untuk datang kembali oleh adik iparnya yang pernah menjadi murid Plato. Ia meminta Plato menjadi guru untuk calon raja yang baru, yakni Dionysus II. Tidak seperti ayahnya yang menentang Plato, calon raja ini menyukai filsafat dan menerima ajaran Plato. Namun karena ternyata keberadaannya menyulut keributan antara Dionysus II dan sang paman yang mengirim Plato ke istananya, akhirnya Plato memutuskan untuk meninggalkan kota tersebut.

Biografi Plato berakhir dengan kembalinya Plato ke kota kelahirannya, Athena. Ia menjalani hari tuanya dalam kedamaian. Ada banyak versi yang menyebutkan bagaimana Plato menjalani akhir hayatnya. Beberapa sumber menyatakan bahwa Plato meninggal saat tengah tertidur lelap, beberapa sumber lainnya mengatakan bahwa Plato meninggal saat tengah tidur-tiduran sembari bersiul mengikuti nada seruling yang dimainkan untuknya. Sumber lain bahkan mengatakan bahwa ia wafat saat sedang menghadiri pesta pernikahan kerabatnya.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Profil Tokoh Islam Ibnu Sina alias Avicenna (980-1037)
  • Ajaran Populer Presiden Sukarno
  • Profil Fatmawati Istri Soekarno
  • Profil Muhammad Abduh dan Corak Tafsirnya
  • Teladan dari Para Tokoh Orang Sukses
  • Voltaire - Tokoh Liberalisme Prancis
  • Kiprah Yayasan Putri Indonesia
  • Kisah CEO Apple Computer, Steve Jobs
  • Nama - Nama Penulis dan Bidang Garapannya
  • Biografi Aa Gym: Belajar Sabar dari Sang Adik
  • MENGENAL ILMUWAN MUSLIM DUNIA
  • Biografi Ryan D Masiv: Sedikit Bicara Banyak Bekerja
  • Biografi Martin Luther King Jr: Martir Rasisme
  • Biografi Abraham Lincoln - Gambaran Kesempurnaan Seorang Pemimpin
  • Biografi Diponegoro - Pelajaran Tentang Keberanian Mempertahankan Harga Diri Bangsa
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA