Definisi Biokimia Enzim
Sebagai cabang ilmu biokimia, biokimia enzim sangat menarik untuk kita pelajari dalam mempelajari ilmu tentang makhluk hidup. Pengertian dari bioimia enzim sendiri ialah cabang ilmu biokimia yang mempelajari tentang proses reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup yang di dalamnya melibatkan enzim. Dalam setiap organisme kehidupan, hidupa makhluk hidup sejatinya bergantung pada reaksi biokimia yang terjadi di dalam tubuhnya.
Makhluk hidup yang sehat, tentunya memiliki reaksi biokimia yang didalam tubuhnya secara harmonis. Dari sinilah kehidupan makhluk hidup tergantunga pada sistem reaksi biokimia yang terjadi di dalam tubuhnya. Jika biokimia dalam tubuh berjalan tidak normal atau yang disebut juga dengan abnormalitas, tubuh makhluk hidup tersebut akan mengalami sakit, bahkan kehidupannya pun bisa saja terhenti atau mati.
Reaksi yang terjadi di dalam tubuh terdapat dalam dua macam, yaitu reaksi fisika dan reaksi kimia. Dimana reaksi fisika hanya mengubah bentuk dari zat terhadap reaksi yang tela di alaminya, sedangkan untuk zatnya sendiri reaksi fisika ini tidak berubah. Tentunya ini berbeda dengan reaksi pada kimia, reaksi pada kimia mengubah bentuk dan membuat zat baru dari zat – zat sebelumnya. Zat yang baru ini berbeda bentuk dengan zat yang membentuknya.
Dalam tubuh manusia, reaksi – reaksi kimia banyak terjadi. Contohnya saja, reaksi amilum menghasilkan glukosa, reaksi protein menghasilkan asam amino, serta reaksi lemak menghasilkan lemak dan reaksi – reaksi lainnya. Reaksi – reaksi terebut, secara spesifik di bantu oleh suatu enzim yang dapat mengubah reaksi – reaksi tersebut menjadi sebuah zat. Reaksi – reaksi dalam biokimia enzim ini tentunya dapat kita lihat membentuk zat yang berbeda dari zat lainnya.
Perkembangan Ilmu Biokimia
Pada tahun 1828, Friedrich Wohler secara kontroversial berpendapat bahwa senyawa organik bisa di buat secara mandiri atau bisa dikatakan senyawa organik yang ada saat ini bisa di buat dan membentuk senyawanya sendiri. tentu hal ini berbanding terbalik dengan pemahaman umum pada saat itu, pemhaman umum mengajarkan bahwa organisme merupakan bagian dari terbentuknya senyawa tersebut.
Dari pertentangan pemahaman tersebut, akhirnya Friedrich Wohler melakukan penelitian untuk memperkuat pendapatnya tersebut. Ia melakukan penleitiannya di laboratorium dengan menggunakan proses sintesis urea yang kemudian berhasil ia buktikan. Dan dari sinilah mulai berkembang ilmu kimia dengan penelitian – penelitian yang dilanjutkan oleh para ilmuan dalam reaksi kimia tersebut.
Berkat keberhasilan Friedrich Wohler ini, kemudian dilakukanlah penelitian – penelitian lain yang mengembangkan ilmu kimia pada saat itu. Menyusul keberhasilan Friedrich Wohler, kemudian di temukanlah suatu molekul enzim untuk pertama kalinya. Enzim ini ditemukan oleh Anselme Payen paa tahun 1883 yaitu enzim diastase. Perkembangan akan ilmu kimia pada saat itu memang sudah menjurus pada ilmu biokimia enzim, yang memang sangta berpengaruh penting pada kehidupan makhluk hidup.
Dengan di temukannya ilmu kimia tentang enzim inilah kemudian istilah biokimia lahir yang diperkenalkan oleh ahli kimia Jerman Karl Neuber pada tahun 1903. Dari sinilah para peneliti melakukan berbagai macam teknik untuk menemukan teknik baru dalam ilmu biokimia tersebut. penemuan – penemuan ini seperti yang kita kenal di antarnya, kromatografi, mikrosof elektron, simulasi molecular, difraksi sinar X, radioisotop, elektroforesis dan masih banyak yang lainnya.
Teknik – teknik yang di temukan dalam ilmu biokimia tersebut selanjutnya membuka misteri dan melahirkan penemuan – penemuan baru dengan berbagai macam penemuannya seperti molekul dan jalr metabolik sel. Selanjutnya, ilmu biokimia tersebut terus berkembang hingga sampai saat ini.
Dengan lahirnya ilmu yang mempelajari tentang biokimia ini, tentunya banyak aspek yang telah di bantu dengan adanya ilmu ini. Perkembangan yang terus menerus dengan ditemukannya enzimini telah melahirkan penemuan – penemuan baru seperti ge, molekul, genetika dan masih banyak lagi. [penemuan – penemuan tersebut telah sedikit banyaknya telah membantu perkembangan di bidang kedokteran, pertanian, dan lainnya.
Enzim dan Bagian-bagiannya
Seperti yang sudah kita ketahui, enzim merupakan senyawa organik atau yang bisa di debut juga dengan katalis protein yang di hasilkan oleh sel dan berperan penting sebagai katalisator yang biasa kita sebut dengan biokatalisator. Dalam hal ini, enzim merupakan sebagi pengatur kecepatan dan kekhususan reaksi – reaksi kimia yang ada di dalam tubuh makhluk hidup.
Namun, walaupun enzim di hasilkan oleh sel, enzim yang bertugas sebagai katalis ini tidak selalu berada dalam sel dalam tugasnya tersebut. reaksi – reaksi kimia yang ada dalam tubuh yang bisa di kendalikan oleh biokimia enzim ini di antaranya respirasi, pertumbuhan , perkembangan, fotosinteais, fiksasi nitrogen, pencernaan, kontraksi otot, dan lain sebaginya.
Reaksi – reaksi kimia ini dapat berjalan dengan baik berdasarkan suhu tubuh makhluk hidup itu sendiri. Contohnya saja, pada makhluk hidup yang berdarah dingin, suhu normal untuk reaksi kimia berjalan dengan baik berkisar pada suhu 27 derajat celcius. Sedangkan untuk makhluk hidup yang berdarah panas, seprti kita manusia dan makhluk hidup lainnya berkiar pada suhu pada 37 derajat celcius. Reaksi – reaksi enzim inilah yang nantinya akan membantu dalam pembentukan biokimia enzim pada tubuh kita.
Reaksi kimia seperti yang sudah kita jelaskan di atas, reaksi – reaksi kimia dalam tubuh membutuhkan enzim sebagai katalisator yang bisa mempercepat reaksi – reaksi tersebut pada tubuh kita. Jika reaksi berjalan tanpa bantuan enzim, maka reaksi tersebut akan berjalan dengan sangat lama dan bahkan akan mungkin tidak akan mengalami kehidupan. Dari sinilah enzim sangat berperan bagi kehidupan kita.
Dalam tubuh makhluk hidup, reaksi – reaksi kimia dibantu oleh enzim yang bertugas sebagai katalisator. Katalisator ini mempercepat terjadinya reaksi kimia. Reaksi – reaksi ini tentunya akan menghasilkan zat baru dalam tubuh. Ada dua jenis katalisator yang terdapat dalam tubuh mahkluk hidup kita ini, yaitu apoenzim dan kofaktor.
Apoenzim disini merupakan bagian dari enzim yang mengandung protein dan biasanya bersifat labil. Sifat apoenzim yang labil ini di sebabkan karena mudah terpengaruhnya apoenzim ini terhadap suhu dan tingkat keasamannya. Sedangkan kofaktor merupakan abgian enzim yang tidak mengandung protein namuan mengandung ion – ion logam dan juga molekul yang bisas di sebut dengan koenzim.
Koenzim ini berfungsi sebagai suatu zat yang mentransport suatu zat dari enzim ke enzim lainnya. Dari reaksi ini, koenzim sendiri mengalami perubahan secara kimiawi, sehingga koenzim ini disebut juga dengan substrat molekul.
Sebagai tugasnya enzim mengkatalis suatu reaksi dengan cara meningkatkan cara meningkatkan laju reaksi. Peningkatan laju reaksi ini enzim melakukan dengan penuruna energi pada aktivasi. Dari proses inilah enzim kemudian di bebaskan dan membentuk molekul baru yang berbeda.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kerja enzim, yaitu :
1. Konsentrasi enzim
Pada pelaksanaan tugasnya, konsentrasi enzim dapat bertambah dan mempengaruhi laju reaksi pada biokimia enzim tersebut.
2. Konsentarsi Substrat
Dari beberapa eksperimen, dengan laju enzim sebagai katalisator, kecepatan reaksi yang terjadi bisa bertambah cepat. Namun hal ini tidak semuanya dapat di lakukan dan terjadi di setiap reaksinya.
3. Suhu
Suhu pada reaksi biokimia enzim ini sangat berpengaruh. Jika pada eaksi kimia pada tubuh rendah, maka kecepatan reaksi pada tubuh tersebut akan melambat. Namun jika suhu tubuh tinggi, maka kecepatan enzim sebagai katalisator akan cepat.
4. Pengaruh pH
Pengaruh pH pada reaksi enzim sangat berpengaruh adanya. Tinggi rendahnya suatu pH dapat mempengaruhi aktifitas pada enzim sebagi katalisator tersebut.
5. Pengaruh Inhibitor
Inhibitor merupakan suatu reaksi yang dapat mempengaruhi kinerja enzim sebagai katalisator dalam reaksi kimia pada tubuh.
Demikianlah pembahasan mengenai biokimia enzim, semoga bermanfaat !

