BisBarKas: Bisnis Barang Bekas
Ilustrasi bisnis barang bekas
Sekarang ini bisnis barang bekas sedang trend di kota besar. Prinsip bisnis ini adalah menerima titipan barang second dari siapa saja, asalkan barang tersebut tak berbahaya dan tak dilarang negara.
tersebut benar adanya. Bila masih ingin menyangkal, cobalah lihat apa yang Anda pakai, barang-barang apa saja yang ada di rumah Anda, adakah barang-barang bekas di situ?
Bila tidak ada barang bekas, paling tidak Anda mungkin pernah memakai barang bekas walau Anda tidak pernah ingat. Waktu bayi, mau tidak mau Anda memakai barang bekas saudara tua Anda. Bahkan, bila Anda anak tertua atau anak tunggal, biasanya ada satu atau dua baju dan jaket bekas orang lain.
Tidak perlu malu memakai barang bekas. Apalagi, bila harganya hanya 35-40% dengan kondisi yang masih sangat baik. Cukup dipoles sana-sini atau dipermak sedikit, jadilah barang yang tampak baru. Anda pun bisa menjual barang-barang Anda yang sekiranya masih layak pakai.
Ada banyak cara melakukannya. Bisa dengan membuat garage sale sendiri, membuka warung barang bekas, atau mendatangi pasar loak. Jangan salah, bisnis barang bekas itu menjanjikan. Mau coba?
Jual beli barang bekas berprospek cerah
Dalam usaha barkas ini sebenarnya pemilik usaha tak harus membeli barang-barang bekas dari rumah ke rumah atau ada orang yang manawarkan barangnya. Melainkan sistem konsinyasi, titip jual. Jadi pemiliki usaha menawarkan jasa penyediaan display kepada konsumen yang ingin menitipkan barangnya dengan harga yang sudah disepakati oleh pemilik barang. Namun dengan catatan jika barang laku nanti harga dipotong sekian persen untuk jasa konsinyasi. Masa display tergantung kebijakan pemilik toko.
Ternyata penawaran seperti ini banyak diminati oleh masyarakat yang ingin melego barang koleksinya. Mereka berpikir daripada disimpan dirumah dan memenuhi ruangan ada baiknya barang-barang yang sudah tidak dipakai dan masih baik, kenapa tak dijual saja. Dan uangnya bisa dipakai untuk keperluan yang lain.
Dari segi ekologis bisnis barang bekas bermanfaat terhadap lingkungan, karena tak mengganggu lingkungan dan menghindari pencemaran. Bisnis ini mengadopsi prinsip reuse, refuse dan recycle, yang dicanangkan oleh PBB dan penggiat lingkungan hidup. Ibarat kasarnya kalau bisa dipakai lagi atau dijual kenapa harus dibuang?
Jenis-jenis barang bekas bernilai ekonomis
Tips menjual barang bekas agar laku, sebaiknya memilih jenis produk yang memenuhi criteria di bahwa ini. Karena biasanya konsumen barkas bukanlah pembeli inpulsif yang datang hanya untuk lihat-lihat saja. Mereka datang ke toko barkas kebanyakan dari rumah sudah menetapkan barang apa yang akan dicari. Berikut ini merupakan criteria barang yang laku diburu oleh pembeli.
- Barang collectable
Jenis barang yang paling banyak dicari oleh konsumen barang bekas adalah benda-benda yang memiliki nilai kolektable / koleksi. Benda ini misalnya piringan hitam kuno, perangko, compact Disc group music, komik, kaset, diecast dan lain sebagainya. Semakin pembeli seperti ini biasanya rajin menyambangi toko-toko barkas untuk berburu benda-benda koleksi, baik itu masih terbilang baru maupun lawas.
Tentu semakin langka barang tersebut harganya lebih mahal, misalnya komik DC edisi Superman terbitan tahun 70 harganya kisaran 200 ribu sampai 500 ribu. Tak heran jika toko barkas dijadikan ajang berkumpulnya penggemar die cast misalnya.
- Bernilai historis
Jenis berikutnya barang yang menjadi incaran adalah benda yang memiliki nilai sejarah atau saksi bisa dari peristiwa bersejarah. Misalnya surat-surat dari tokoh pahlawan, sepeda kuno yang dulu dipakai oleh tentara Jepang, teropong / binocular. Pedang Katana dan lain sebagainya. Harga barang historis biasanya mahal dan konsumennya dari kalangan menengah ke atas bahkan orang asing pun kerap mendatangi toko barkas untuk sekedar lihat-lihat. Namun demikian ada juga benda historis yang tak bisa dijual sembarangan, karena dilindungi Pemerintah misalnya mobil kuno milik presiden RI pertama. Benda dari masa kerajaan Nusantara.
Diperlukan kehati-hatian dalam bisnis benda historis, sebaiknya pemilik usaha sebelum mendisplay dagangannya diteliti dahulu, apakah ada surat-suratnya. Dirunut asal usulnya. Dimintai alamat pemiliknya dan kartu identitasnya. Tujuannya agar aman dan nyaman dalam bisnis ini.
- Benda bernilai seni
Benda berikutnya adalah barang yang bernilai seni. Misalnya lukisan, patung, karya instalasi dan sejenis. Konsumen bisanya tak mempermasalahkan siapa pelukisnya, asalkan benda tersebut memiliki nilai estetika dan seni, langsung di beli. Apalagi barang tersebut dibuat oleh seniman terkenal, pasti karya seni yang dijual toko barkas tak akan lama dipajang.
- Nilai fungsional
Dagangan yang laku dijual dibarkas salah satunya adalah benda-benda yang memiliki nilai fungsional. Misalnya penyedot debu bekas, lemari pendingin, penyejuk udara, meja kursi dan lain sebagainya. Prilaku konsumen seperti ini biasanya lebih teliti ketika membeli benda fungsional, mereka memeriksa terlebih dahulu barangnya hingga detail. Kalau perlu denda tersebut dinyalakan, biar tahu apakah masih berfungsi atau tidak. Mereka tak mau ambil resiko membeli barang elektronik bekas yang garansinya habis.
- Edukatif dan toolkit
Jenis barang bekas lain yang laku adalah barang-barang yang memiliki nilai edukatif dan toolkit, misalnya puzzle, mikroskop dan lain sebagainya. Selain itu tool kit bekas pun banyak dicari konsumen. Apalagi tool kit / perkakas buatan dari Jerman yang kwalitasnya terkenal baik. Tool kit baru buatan Jerman sangat mahal, maka dari itu ada konsumen yang mau membelinya dalam kondisi second hand . bekas.
1. Garage Sale
Kegiatan menjual barang bekas di garasi mobil kini mendapatkan arti yang lebih luas. Tidak harus di garasi mobil. Halaman rumah, bahkan ruang tamu pun bisa disulap sebagai tempat jualan.
Jika dulu kegiatan seperti ini dilakukan karena mau pindahan ke kota lain atau mau ganti suasana baru di rumah, kini bisnis ini sudah semakin dibuat serius.
Para pelakunya, bahkan mendatangi banyak rumah untuk mendapatkan barang dagangan baru. Pembelinya pun semakin banyak. Bukan karena tidak mempunyai uang untuk membeli yang baru, melainkan barang lama mempunyai kualitas dan keunikan tersendiri.
2. Warung Barkas
Untuk yang benar-benar serius dan mempunyai modal tempat, membuka warung barang bekas (barkas) bisa menjadi bisnis yang cukup bagus. Modal utamanya adalah jaringan pertemanan yang luas.
Dengan banyaknya teman, akan semakin mudahlah mendapatkan barang dagangan yang bisa dipajang di warung barkas. Misalnya, box bayi, baby walker, yang dipakai hanya sebentar, bisa menjadi barang yang cukup dicari.
Bila perlu, gunakan sistem titip selama tiga bulan. Bila barang laku, pemilik warung mendapatkan 30% dari harga barang. Bila selama tiga bulan tidak laku, barang tersebut bisa dikembalikan tetapi tetap masuk dalam katalog walau tidak dipajang lagi.
Jangan lupa diberi keterangan, bila stok masih ada. Jadi, jika ada yang mencari barang tersebut, pemilik warung masih bisa menghubungi pemilik barang dengan syarat barang belum terjual.
3. Pasar Loak, Pasar Klitikan
Yogyakarta bisa dibilang gudangnya barang bekas. Pergilah ke pasar Beringharjo. Naiklah ke lantai tiga. Di sana, Anda akan puas melihat begitu banyak barang bekas, antik pula.
Lantai tiga itu sudah seperti museum. Bila apa yang dicari tidak ditemukan di sana, pergilah ke pasar Klitikan di malam hari. Pasar dengan bangunan yang cukup nyaman ini ada di Wirobrajan.
Pasar loak ini terkesan modern dengan tata letak yang sangat bagus. Di sini, barang bekas yang diperdagangkan jauh lebih beragam dibanding barang-barang bekas yang ada di pasar Beringharjo. Bila beruntung, Anda bisa barter atau tukar tambah. Pokoknya, semua bisa dinegosiasikan.
Tips mendirikan toko bekas
Sebenarnya kunci sukses menjalankan bisnis toko bekas adalah jujur dan teliti. Karena karakter konsumen barkas sangat hati-hati dan teliti dalam memilih barang incarannya. Oleh karena itu dibutuhkan kesabaran dari pemilik toko untuk menerangkan kondisi barang yang dijual di toko barkas. Pemilik barang harus bisa meyakinkan konsumen bahwa barang yang dijual dalam kondisi prima dan statusnya legal.
Selain itu lahan untuk mendirikan toko barkas harus cukup luas, mirip dengan supermarket. Karena barang yang dipajang beragam dan ada yang ukurannya besar misalnya almari, filing kabinet. Guna menghemat modal usaha, Anda bisa menyewa gudang bekas yang disulap menjadi toko barang bekas.
Demikianlah sekilas tentang cerahnya bisnis barang bekas. Semoga bermanfaat.

