Bisnis IT yang Cerdas
Siapapun bisa memiliki bisnis IT. Keahlian mengenai IT memang sangat ditubuhkan. Namun, bisnis tetaplah bisnis itu sendiri. Ia memiliki karakteristik yang umum sebagaimana bisnis-bisnis lainnya.
Dalam bisnis IT, perencanaan, strategi, dan manajemen bisnis tentu saja harus meggunakan kaidah prinsip bisnis secara umum. Dulu, bisnis IT memang didominasi oleh para ahli. Namun, beberapa ahli pemasaran IT meramalkan bahwa bisnis IT yang berdasarkan pada keahlian semata akan mengalami memunduran.
Pelaku bisnis IT harus mampu mengkombinasikan kompetensi dan keahlian teknis. Pengalaman bisnis dan kemampuan memberikannya memberikan solusi komprehensif.
Dengan berbagai ijazah dan sertifikat, Anda mungkin merupakan seorang ahli. Namun, itu belum cukup. Anda harus memiliki kemampuan verbal, yakni kemampuan berkomunikasi untuk solusi dan berhubungan baik dengan orang lain. Pebisnis IT yang memiliki semua persyaratan itu akan mampu bertahan menjadi seorang entrepreneur di dunia IT.
Mengapa Bisnis IT Tidak Ramai?
Bisnis IT tidah terlihat ramai karena usia disiplin IT sendiri masih relatif muda dibanding disiplin bisnis lainnya. Selain itu, percepatan konsep dan perkembangan IT sendiri membuat kompetisi sedemikian rapat, cepat, dan mampu menggerus para pelaku bisnis yang lamban dan tidak kreatif merespon setiap perkembangan dan temuan-temuan baru.
Yang Harus Dilakukan Para Pebisnis IT
Berikut ini merupakan beberapa hal yang harus dilakukan para pebisnis IT.
- Siapkan sistem perencanaan, strategi, dan manajemen yang bagus, sebelum Anda membuka bisnis IT.
- Setiap peluang usaha memiliki nilai untung dan rugi. Oleh sebab itu, setiap keputusan harus memperhitungkan opportunity cost yang harus dibayar.
- Anda harus cerdas, cepat, dan kreatif, dalam mengambil berbagai peluang yang ada. Usahakan untuk mengemas bisnis Anda dengan baik, menarik, dan solutif, bagi keperluan banyak orang.
- Anda harus memiliki kemampuan verbal. Di antara kesibukan Anda dengan mesin (komputer), Anda harus tetap melatih teknik dan strategi berkomunikasi dengan manusia. Usahakan untuk menyampaikan pengetahuan dan teknologi yang Anda kuasai dengan bahasa sederhana yang dapat dipahami orang awam. Ingat, tidak semua pelanggan Anda paham dunia IT.
- Bangunlah jaringan dan kerja sama dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan bisnis Anda. Setiap pertemuan dengan orang lain, siapa pun ia, harus percaya bahwa ia akan membawa manfaat bagi Anda meskipun tidak secara terang-terangan.
- Anda bisa mempertimbangakan untuk menjadi reseller produk barang dan jasa dari vendor luar negeri sebagai titik awal dalam mengembangkan bisnis IT Anda.
- Anda bisa mengamati, meniru, dan memodifikasi produk IT yang sudah ada dengan cerdas dan menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat. Jangan lupa, Jepang pernah melakukan hal sama saat memulai bisnis IT-nya hingga mampu merajai pasaran dan memimpin inovasinya.
- Buatlah konsep produksi dan pelayanan yang baik dan terukur supaya Anda dapat mengevaluasinya secara berkelanjutan. Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada bisnis IT Anda.
- Jangan sekadar melakukan bisnis dengan sistem keuntungan sebesar-besarnya. Anda harus terus melakukan investasi untuk penelitian dan pengembangan perusahaan.






