logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Industri & Perdagangan    Peternakan    Peternakan Tokek

Bisnis Tokek – Keuntungan dan Manfaatnya untuk Kesehatan


Ilustrasi bisnis tokek

Daftar Isi
  1. Keuntungan menjanjikan
  2. Manfaat untuk kesehatan

Bisnis tokek merupakan sebuah bisnis yang dianggap sangat menggiurkan akhir-akhir ini. Hewan yang satu ini dikabarkan dapat menyembuhkan penyakit HIV atau AIDS sehingga saat ini orang mulai berlomba-lomba untuk memburu atau menangkarkan hewan ini sebagai objek bisnisnya.

Entah dari mana kabar yang datang bahwa tokek mampu menyembuhkan HIV sehingga harga tokek menjadi melambung tinggi.

Sebelum isu tersebut santer di masyarakat, belum banyak orang yang tau maupun bergelut dalam bisnis tokek. Namun, lain dulu lain pula sekarang. Tokek menjadi salah satu hewan yang paling diburu. Pada umumnya saat orang menyebut nama tokek pasti mengacu pada tokek rumah, meskipun sebenarnya ada banyak jenis tokek.

Jenis tokek rumahan ini banyak tersebar di wilayah Asia. Kulit punggungnya ditutupi oleh sisik granular, bercampur dengan bintil-bintil yang agak besar. Hewan yang satu ini pada umumnya mulai aktif pada malam atau senja hari, meskipun kadang-kadang suaranya juga terdengar di siang hari. Tokek biasanya tinggal pada pohon-pohon yang memiliki lubang di daerah hutan atau tempat yang tergolong rimbun.

Hewan ini biasanya menangkap serangga sebagai mangsanya, meskipun tidak jarang juga memangsa hewan jenis vertebrata lain yang memiliki ukuran kecil.

Tokek berkembang biak dengan bertelur, sang betina meletakkan telurnya saling berlekatan di sudut dinding atau lubang tempat persembunyianya. Mereka biasanya menggunakan tempat yang sama secara berulang kali untuk menyimpan telur-telurnya.

Hewan ini memiliki banyak kemiripan dengan cicak yang banyak kita temui pada dinding-dinding rumah di malam hari sehingga tak jarang pula tokek juga disebut sebagai cicak besar. Yang membedakan adalah ukuran fisik, struktur dari kulit, dan responsnya saat dalam keadaan terancam. Jika dalam keadaan terancam tokek cenderung lebih agresif dibandingkan cicak.

Kesamaan dari keduanya adalah adanya scansor yang ada dibawah telapak kaki kedua jenis hewan ini. Scansor adalah partikel yang berfungsi untuk melekat pada media padat baik pada posisi vertikal maupun horizontal.

Adalagi keistimewaan yang dimilki oleh tokek maupun cicak yaitu kemampuan untuk memutus ekornya sendiri saat dalam keadaan bahaya guna menyelamatkan diri.

Ekor yang telah putus tersebut masih dapat bergerak secara spontanitas selama beberapa menit guna menarik perhatian dari pemangsa sehingga cicak atau tokek dapat melarikan diri pada saat itu. Ekor tokek akan kembali tumbuh dalam beberapa hari dan akan kembali sembuh seperti sedia kala setelah beberapa minggu.

Putusnya ekor tersebut juga sama sekali tidak berpengaruh bagi kesehatan sang tokek. Sampai saat ini ada sekitar empat puluh empat spesies yang tergolong masih satu keluarga dengan hewan ini.

Bisnis Tokek dan Keuntunganya yang Menjanjikan

Bisnis yang satu ini mulai banyak dilirik dan mendapat perhatian dari banyak khalayak karena keuntunganya dianggap sangat menggoda, selain karena kemudahannya untuk digeluti. Bahkan, tak jarang tokek yang memiliki ukuran dan berat yang mencapai di atas satu kilogram saja harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Untuk menangkarkan hewan yang satu ini juga tergolong mudah, kita hanya perlu memberinya makanan berupa serangga tau jangkrik yang dapat kita beli di pasar yang menjual makanan burung, harganyapun relatif murah.

Hewan-hewan ini biasanya dikirim keluar negeri setelah dibeli dari penangkaran atau dari orang yang telah menangkapnya dari alam liar. Binatang ini sebenarnya merupakan bianatang yanag agak sensitif dan mudah mengalami stres jika kita kurang hati-hati dalam menangkapnya. Jika hewan ini sampai mengalami stres, dikabarkan bahwa berat badannya akan menyusut dari ukuran semula sehingga akan turut juga memengaruhi harga jualnya.

Sebelum tokek banyak dicari seperti sekarang ini, sebenarnya sudah ada sebagian orang yang menggeluti bisnis tokek ini. Cara menjualnya bukan dalam keadaan hidup atau mengikuti ukuran dan berat badan yang dimiliki oleh tokek tersebut. Para penjual tersebut menjual tokek-tokek tersebut dalam keadaan mati dan sudah dikeringkan atau diasapkan terlebih dahulu.

Tokek yang telah kering atau diasapkan tersebut akan diekspor ke negara tetangga semisal Taiwan, Singapura, Cina, dan Jepang. Menurut para penjual tokek yang diekspor ke luar negeri dalam keadaan kering tersebut, tokek akan dijadikan sebagai bahan obat-obatan di sana.

Untuk membuat tokek kering ini memang tergolong sedikit susah dan rumit karena tokek yang mula-mula ditangkarkan atau ditangkap dalam keadaan hidup harus dibelah dulu dan dikeluarkan semua isi dalam perutnya. Setelah itu, tokek yang sudah dibelah pada bagian perutnya ditusuk seperti sate dan diasapkan agar menjadi tokek kering atau dendeng tokek.

Harga yang dipatok untuk tokek kering ini lumayan menjanjikan, karena setiap satu kilogram tokek kering memiliki kisaran harga antara 40 ribu hingga seratus ribu tergantung dari kualitasnya. Cina adalah negara yang saat ini mengimpor tokek kering dalam jumlah yang paling besar.

Bisnis Tokek dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Sejak dahulu tokek sudah diburu oleh sebagian orang karena hewan ini diyakini dan dipercayai memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan manusia. Bahkan sebelum hewan ini dijadikan sebagai komoditi perdagangan, masyarakat lokal telah menggunakanya sebagai bahan obat tradisional untuk berbagai penyakit.

Konon khasiat dari daging hewan yang bernama tokek ini jika kita konsumsi sebagai bahan makanan atau dalam bentuk serbuk dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kulit maupun asma. Bahkan, dipercayai juga jika daging tokek dapat meningkatkan stamina kaum laki-laki.

Meskipun kabar mengenai manfaat tokek telah lama beredar namun sampai sekarang masih belum ada penelitian resmi secara farmakologi yang bisa menunjukan dan membuktikan bahwa khasiat dari hewan yang satu ini adalah benar.

Tidak heran hewan ini diperjualbelikan dalam bisnis tokek.Dalam melakukan uji praktik ini para tim peneliti menggunakan sampel hewan berupa tikus yang memiliki jenis kelamin betina.

Dalam sebuah jurnal yang berjudul World Journal of Gastroenterology memang pernah dipublikasikan bahwa dalam laporan praktik klinis hewan ini dan menunjukkan bahwa tokek mempunyai efek yang positif terhadap tumor ganas.

Riset tersebut dilakukan oleh seorang professor bernama Wang dari Henan Universty of Cina. Namun, entah bagaimana mekanisme kerja hewan ini sebagai antitumor masih belum bisa diketahui sampai sekarang.

Sebagaimana kutipan yang terdapat dari Medicalnewstoday menunjukan hasil laporan praktik klinis bahwa hewan yang bernama tokek ini tidak hanya digunakan memperkuat sistem kekebalan tubuh organisme tetapi juga bisa menginduksikan sel tumor opoptosis atau sel tumor yang mempunyai kemampuan menghancurkan dirinya sendiri.

Selain dari pada manfaat di atas, tokek yang dijadikan bisnis tokek ini juga diyakini mampu menurunkan aktivitas dari protein VEGF dan bFGF yang sangat berpengaruh pada perkembangan sel-sel kanker yang ada dalam tubuh organisme.

Dampak dari peningkatan sistem kekebalan tubuh yang ada pada suatu organisme dapat kita deteksi berdasarkan thymus, yaitu sebuah kelenjar yang dapat memproduksi sel imun bagi organism.

Sel thymus tersebut terdapat pada bagian leher, limpa, dan sel pagosit. Kekebalan tubuh juga dapat diukur dari adanya penurunan protein VEGF dan bFGF dan meningkatnya sel apoptotik pada organisme yang menderita kanker.

Saat ini, WHO yang merupakan badan kesehatan dunia yang berada dibawah naungan PBB sedang melakukan penelitian terhadap khasiat yang dimiliki oleh daging dan kulit tokek yang dipercaya mampu dan bisa menyembuhkan penyakit yang paling ditakuti saat ini yaitu AIDS. Selain itu, penelitian tersebut juga ingin megungkap khasiat hewan ini untuk mengobati penyakit asma dan berbagai penyakit kulit yang sering diderita oleh manusia.

Dari penelitian yang dilakukan tersebut, diharapkan akan dapat terungkap dan diketahui apakah pengobatan dengan menggunakan media daging dan kulit tokek benar-benar bisa efektif atau tidak. Diharapkan pula akan diketahui efek samping apa saja yang mungkin terjadi jika kita mengonsumsi tokek sebagai obat. Semata agar bisnis tokek lebih dilegalkan untuk mendukung kesehatan manusia.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Budi Daya Tokek
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA