Memulai Bisnis Warnet dengan Modal Terbatas
Warnet menjamur dimana-mana, dari pusat-pusat perbelanjaan sampai ke komplek perumahan sekarang ini. Dari ruko bertingkat sampai dengan rumah papan. mereka bersaing mengambil kesempatan dari marak dan berkembangnya internet pada saat ini.
Bagi yang bermodal besar tentu gampang mengeluarkan investasi sampai ratusan juta untuk membuat sebuah warnet yang nyaman. Untuk yang memiliki modal sedikit tentu harus memperhitungkan modal dan biaya secara detail, supaya dikemudian hari tidak mengalami kerugian. Berbagai macam cara dapat dipergunakan, misalnya dari pembelian komputer secara leasing atau pembelian komputer second. Selain itu Anda harus memperhitungkan modal awal dengan detail. Anda bisa melakukannya dengan perhitungan ROI.
Perhitungan ROI
ROI adalah sebuah analisa yang memperlihatkan kepada Anda efisiensi dan produktivitas dari sebuah investasi yang ditanamkan. Dalam perhitungan ROI (Return on Investment). Pertama, Anda harus menghitung semua modal investasi yang akan dilakukan. Dari izin usaha, sewa toko, peralatan dan equipment, juga semua biaya yang terkait dengan pembuatan sebuah warnet.
Kemudian Anda hitung semua biaya bulanan yang harus dan kemungkinan akan kita keluarkan selama satu bulan tersebut. Yang terakhir adalah dengan memperhitungkan pendapatan yang akan diterima, baik harian, bulanan ataupun dalam satu tahun.
Berikut ini contoh analisa dalam angka yang dapat Anda hitung dalam Bisnis Warnet (komputer diasumsikan untuk pemakaian 36 bulan, peralatan untuk 12 bulan).
Modal
- Komputer (10 unit) dan server Rp 35.000.000,-
- Sewa toko per tahun Rp 10.000.000,-
- Instalasi dan lain-lain Rp 3.000.000,-
- Peralatan Rp 2.000.000,-
Jumlah Rp 50.000.000,-
Biaya bulanan
- Listrik dan air Rp 500.000,-
- Karyawan 2 orang Rp 1.400.000,-
- Lain-lain Rp 500.000,-
Jumlah Rp 2.400.000,-
Pendapatan
- Pendapatan dari sebuah warnet dengan 10 komputer. Minimal pemakaian tiap komputer adalah 7 jam dan sewa perjam Rp 3.000,-
- 10 komputer x 7 jam x Rp.3000,- = Rp 210.000,-/hari
- Dalam satu bulan (30 hari) pendapatan Anda dari warnet adalah Rp 210.000,- x 30 = Rp 6.300.000,-
Penyusutan
Biaya penyusutan dari peralatan Rp 2.000.000,- : 12 bulan = Rp 167.000,-
Biaya penyusutan komputer Rp 35.000.000,- : 36 bulan = Rp 972.500,-
Biaya amortisasi (penyusutan) sewa toko Rp 10.000.000,- : 12 bulan = Rp 833.400,-
Total biaya penyusutan Rp 1.972.900,-
Total biaya bulanan (biaya penyusutan + biaya bulanan)
Rp 1.972.900,- + Rp 2.400.000,- = Rp 4.372.900,-
Pendapatan bersih perbulan
Rp 6.300.000,- – Rp 4.372.900,- = Rp 1.927.100,-
ROI
[(Rp 4.372.900,- x 12 bln) : Rp 50.000.000,-] x 100% = 104.9%
Maka jangka waktu pengembalian modal kita adalah
Rp 50.000.000,- : Rp 4.372.900,- = 11.43 bulan
Menambah Pendapatan
Sesuai prinsip ekonomi, Anda tidak bisa menganggarkan pendapatan yang tinggi. Jumlah pendapatan yang kita terima sedikit dari yang diharapkan, ini di sebabkan oleh :
- Biaya penyusutan peralatan yang kita hitung hanya untuk satu tahun.
- Jumlah jam terpakai untuk satu komputer hanya 7 jam dalam satu hari. Bayangkan jika warnet beroperasi 24 jam. Maka jam terpakai untuk komputer juga akan meningkat.
Pendapatan lain yang mungkin kita dapatkan dari bisnis warnet ini, antara lain dari printer dan pejualan minuman atau makanan ringan. Ini bisa menambah pendapatan hingga 500 ribu perbulan. Atau Anda bisa dapatkan dari bisnis lain yaitu dari internet marketing dan berbagai bisnis online lainnya.
Sebagai bahan pertimbangan kita dapat memulainya dari www.asianbrain.com, selain dapat pelajaran dari ahli-ahli marketing di asianbrain. Anda akan mendapatkan berbagai pengalaman dari teman-teman di asianbrain.






