Bisul
Apakah Anda pernah terserang penyakit bisul? Bagi yang pernah terserang bisul, pasti tahu seperti apa rasanya. Walaupun penyakit ini hanya berupa foliker kecil pada kulit, tetapi rasa nyeri yang ditimbulkan memang membuat penderitanya tidak tahan. Jadi, orang-orang yang pernah terkena penyakit di kulit ini pasti akan sangat menderita karena rasa nyeri yang ditimbulkan.
Nah, artikel ini akan membahas seputar penyakit bisul, mulai dari penyebab sampai pengobatannya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini ulasan lengkapnya.
Apa Itu Bisul?
Bisul yang dalam bahasa Latin disebut abscessus adalah sekelompok nanah yang sudah terakumulasi di rongga atau di jaringan setelah terinfeksi bakteri atau parasit. Bisa juga terinfeksi oleh barang asing seperti luka tembakan dan tikaman. Penyakit ini timbul sebagai reaksi ketahanan dari jaringan untuk menghindari menyebarnya benda-benda asing di tubuh.
Jika benda asing atau organisme membunuh sel sekitarnya, akibat yang ditimbulkan yaitu toksin akan keluar. Toksin inilah yang menyebabkan radang berupa aliran sel darah putih yang mengarah ke tempat tersebut sehingga meningkatkan aliran darah di tempat tersebut.
Penyakit bisulan ini berbeda dengan empyema. Empyema lebih mengacu pada akumulasi nanah dalam kavitas yang sebelumnya sudah ada secara normal. Sementara itu, bisulan lebih mengarah pada akumulasi nanah dalam kavitas yang baru terbentuk lewat proses terjadinya bisulan tersebut.
Bisul adalah Infeksi Kulit
Bisulan atau furunkel adalah bentuk infeksi kulit yang terjadi di seluruh folikel rambut serta jaringan subkutaneus di sekitarnya. Penyebab dari infeksi kulit ini yaitu bakteri stafilokokus atau dapat juga disebabkan oleh jamur dan bakteri lainnya.
Penyakit ini biasanya banyak muncul di bagian wajah, bokong, leher, dan payudara. Sementara itu, bisulan akan terasa sangat mengganggu dan menyakitkan bila muncul di sekitar telinga, jari-jari tangan atau di sekitar hidung.
Bisulan diawali dengan munculnya benjolan keras warna merah yang di dalamnya berisi nanah. Lama-kelamaan, benjolan merah ini akan berfluktuasi dan bagian tengahnya berubah menjadi kuning atau putih membentuk pustula. Nah, bisulan ini mungkin saja pecah dengan sendirinya atau dipecahkan sampai mengeluarkan nanah dan terkadang mengeluarkan darah.
Proses Terjadinya Bisul dan Penyebabnya
Sebelum mengetahui penyebab penyakit ini, sebaiknya kita cari tahu dulu bagaimana infeksi kulit ini bisa tumbuh di permukaan kulit. Berikut ini prosesnya.
- Bakteri akan masuk ke dalam tubuh kita melalui jaringan kulit.
- Setelah masuk, bakteri ini akan mengeluarkan racun atau toksin yang mampu membunuh sel-sel di sekitarnya.
- Di sisi lain, tubuh kita akan merespons, yaitu melakukan pertahanan dengan mengirim sel darah putih guna membasmi racun tersebut.
- Lalu, dengan sendirinya, sel kulit kita akan menghalau toksin tadi menyebar dengan cara membentuk jaringan ataupun membentuk dinding bisul. Akibatnya, toksin atau penyakit akan tetap berada dan mengumpul di satu titik.
- Karena toksin tadi terkumpul di satu titik kulit, maka muncullah benjolan yang berisi nanah.
Dari proses tersebut, dapat disimpulkan bahwa penyakit ini bisa terjadi karena tubuh manusia tengah melakukan proses perlawanan sekaligus pertahanan terhadap penyakit. Infeksi kulit ini adalah sebuah tanda bahwa terdapat bakteri dan benda asing lain yang masuk lalu merusak sel kulit tanpa diketahui oleh si penderita. Itulah proses terjadinya infeksi kulit bernama furunkel. Selanjutnya kita cari tahu soal penyebab penyakit infeksi kulit ini.
Sebagian orang pasti pernah mendengar ucapan yang isinya melarang seseorang duduk di atas bantal supaya tidak bisulan. Larangan ini sering sekali diucapkan para orangtua kepada anak-anaknya saat kecil dulu. Apa sebenarnya penyebab bisulan ini? Benarkah hanya duduk di atas bantal, seseorang akan terkena bisulan?
Penyebab bisulan itu sangatlah bervariasi, tetapi penyebab utamanya adalah bakteri. Bagi yang memiliki kulit cukup sensitif, Anda harus waspada jika di sekitar kulit terdapat luka. Luka yang terbuka lebar dan tak dirawat secara baik tentu akan memancing bakteri sehingga berpeluang menjadi bisulan.
Penyebab lain dari penyakit ini yaitu karena adanya darah kotor. Pada dasarnya, darah kotor ini sangat erat hubungannya dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Jika mengonsumsi makanan tertentu yang tidak cocok dengan golongan darah lalu masuk ke dalam tubuh, kemungkinan besar Anda akan terserang penyakit bisulan.
Faktor kebersihan dan alergi pun mungkin saja menjadi penyebab penyakit kulit ini. Ya, faktor kebersihan sering menjadi penyebab munculnya infeksi kulit ini. Setiap hari, tubuh manusia itu pasti selalu bersentuhan dengan bakteri dan kuman. Jika jarang atau tak pernah dibersihkan, kuman dan bakteri tersebut mungkin saja akan masuk ke tubuh sehingga menimbulkan bisulan.
Selain itu, kotoran-kotoran yang menempel di permukaan kulit pun dapat menghambat pori-pori kulit. Akibatnya, minyak yang dihasilkan di lapisan bagian bawah kulit tak dapat keluar sehingga akan menyebabkan penyakit bisulan.
Alergi terhadap protein tinggi ternyata diyakini juga dapat menyebabkan bisulan. Itulah sebabnya mengapa ada sebagian orang yang terkena bisulan setelah mengonsumsi telur, baik itu telur ayam ataupun telur puyuh. Ya, orang-orang yang alergi telur memang sangat rentan dengan penyakit ini. Tapi, jika tak memiliki alergi protein atau alergi telur, Anda tak usah khawatir makan telur sebab telur bukanlah makanan penyebab bisulan.
Pencegahan Penyakit Bisul
Apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah penyakit ini? Cara terbaik untuk menghalau munculnnya infeksi kulit dan mencegah penularan adalah menjaga kerbersihan kulit menggunakan sabun cair yang di dalamnya terkandung zat antibakteri.
1. Pencegahan untuk Orang Dewasa
Berikut ini adalah tip-tip mencegah bisulan yang wajib kita lakukan secara rutin.
- Mandilah dengan teratur paling sedikit dua kali sehari. Kebiasaan mandi dua kali sehari tentu akan membuat tubuh kita selalu bersih serta bebas dari kuman atau bakteri-bakteri yang merugikan tubuh.
- Gantilah pakain secara teratur, khususnya pakaian dalam. Menggunakan pakaian dalam lebih dari satu hari atau berhari-hari akan menyebabkan permukaan tubuh kotor meskipun kita sudah mandi berkali-kali.
- Bersihkan tubuh dari keringat. Jangan pernah sekali pun meremehkan keringat jika ingin terbebas dari infeksi kulit ini. Segeralah hilangkan keringat dengan sapu tangan atau gunakan kipas angin supaya kulit tak terlalu lembab. Perlu diketahui bahwa kondisi kulit yang sangat lembab sangat disukai bakteri untuk berkembang biak dengan sempurna di lapisan kulit.
- Setelah mandi, cuci tangan, atau cuci muka, segera lap menggunakan handuk supaya kulit tubuh menjadi kering dan tak begitu lembap.
- Bagi yang alergi terhadap protein tinggi atau telur, hindarilah mengonsumsi telur agar tak muncul benjolan merah.
2. Pencegahan untuk Anak
Bisulan dapat menyerang siapa pun dan segala usia. Tapi, yang banyak mengalaminya adalah bayi dan anak-anak. Jadi, anggapan yang mengatakan bahwa bisulan itu disebabkan karena terlalu banyak mengonsumsi telut adalah tidak tepat.
Jika lingkungan sekitar kurang bersih, infeksi akan dengan mudah menyerang. Kita tahu bahwa anak sangat suka bermain, termasuk bermain di tempat-tempat yang kotor seperti di tanah. Nah, bila kebersihan anak dan bayi tidak diperhatikan oleh orangtuanya, ini tentu akan mempermudah munculnya infeksi kulit.
Anak-anak pun sering menggaruk-garuk kulit sebab rasa gatal yang diakibatkan oleh keringat dan biang keringat. Proses menggaruk ini tentunya akan merusak kulit dan memudahkan masuknya kuman sehingga muncul infeksi. Oleh sebab itu, anak yang sering mengeluarkan keringat dan keringat bunter, akan mudah terkena bisulan.
Jadi, kita sebagai orangtua harus selalu menjaga kebersihan sang buah hati. Tanamkanlah pol;a hidup sehat pada anak-anak kita sehingga terhindar dari penyakit bisul.
Semoga bermanfaat!

