Dua Ilmuwan Pencetus Teori Black Hole

Setidaknya ada dua orang yang pernah mengemukakan tentang teori Black Hole. Keduanya adalah ilmuwan yang berasal dari Amerika Serikat. Walaupun melakukan penelitian di bidang yang sama, namun penemuannya terpisah dengan rentang waktu yang cukup jauh. Siapa sajakah mereka?
John Mitchell
John Mitchell adalah ilmuwan Amerika pertama yang mengemukakan teori Black Hole, ini yaitu pada 1783. Meskipun pada masa itu belum menggunakan istilah “black hole”, namun ia telah meneliti adanya sebuah lubang hitam yang memiliki gravitasi lebih besar daripada bumi. Ia juga menganalisis, bila ada sebuah objek benda yang mencapai kecepatan 11 km/s maka benda tersebut akan lepas dari pengaruh gravitasi bumi.
Archibald Wheeler
Sedangkan orang yang pertama kali memperkenalkan istilah “black hole” dan mampu menjelaskannya dengan lebih detail adalah John Archibald Wheeler, seorang ahli fisika berkebangsaan Amerika Serikat, pada 1968.
Ia meneliti bahwa adanya fenomena bintang yang telah memancarkan cahayanya selama 19 juta tahun sehingga mengakibatkan hidrogen yang merupakan sumber energi yang digunakan sebagai bahan bakar bintang tersebut menjadi “habis”, kemudian bintang tersebut menjadi bintang biru raksasa.
Setelah itu, bintang biru tersebut berubah menjadi bintang merah raksasa yang dingin. Pada fase inilah yang disebut dengan “bintang mati”. Bintang mati ini lalu akan mengalami ledakan yang dahsyat atau Supernova. Hasil ledakan supernova ini menghasilkan dua bintang yaitu Black Hole dan bintang Netron.
Black Hole ini memiliki gaya tarik yang luar biasa kuat. Apa pun yang melintas di dekatnya, maka akan terhisap ke dalam materi super pejal padat dari bintang mati tersebut, termasuk cahaya. Hal tersebut mengakibatkan di sekelilingnya menjadi gelap.
Itulah sebabnya Wheeler menyebut materi tersebut dengan “black hole”, bintang mati yang memiliki kemampuan menarik cahaya ke dalam medan gravitasinya sehingga keadaan di sekelilingnya menjadi gelap gulita. Sedangkan Black Hole itu sendiri tidak terlihat dan tidak bisa menyedot materi yang jaraknya jauh sekali, hanya mampu menarik materi yang lewat dekat sekali dengannya. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya, kecuali melalui perilaku terowongan kuantum.
Matahari Menjadi Black Hole?
Fenomena Black Hole ini bisa dialami oleh bintang mana pun, termasuk oleh matahari kita. Lalu bagaimana bila itu terjadi?
Bila matahari menjadi lubang hitam dengan massa yang sama, maka bumi akan menjadi gelap gulita dikarenakan tidak ada cahaya yang lolos dari jeratan lubang hitam ini, namun bumi akan tetap mengelilingi lubang hitam tersebut dengan kecepatan dan jarak yang sama seperti saat ini.
Namun bahaya akan segera datang bila bumi jaraknya hanya 10 mil dari lubang hitam. Sesuatu yang masih jauh dari kenyataan karena saat ini jarak bumi dengan matahari adalah 93 mil.
Namun bahaya besar lainnya akan terjadi bila matahari bertabrakan dengan lubang hitam lain sehingga menjadi satu lubang hitam yang lebih besar sehingga memiliki gaya tarik yang jauh lebih besar dan memungkinkan bumi tersedot ke dalamnya!






