Ketika Bola di Kaki Lionel Messi

Sepak bola adalah olahraga yang paling digemari di dunia. Maka, tak heran jika setiap kali perhelatan akbar Piala Dunia, semua mata tertuju pada perhelatan akbar empat tahunan itu.
Bundarnya bola yang dapat bergerak lincah mengakibatkan pemain sepak bola harus memiliki skill individu yang hebat. Umpan, dribbling, dan tendangan langsung ke gawang akan menyihir jutaan orang untuk melongo sejenak. Setelah bola tersebut berbuah gol, setiap orang akan berteriak “GOOOL”.
Lionel Messi Pemain Hebat
Dari sekian pemain sepak bola yang hebat, saya mengagumi Lionel Messi. Kelincahan, kecepatan, akselerasinya yang super duper cepat tentunya menyihir jutaan penonton. Lapangan bola bagi Lionel Messi adalah panggung atraksi sirkus yang menggairahkan.
Pemain bertinggi 169 cm ini mengawali karir sepakbolanya di klub Grandoli, asuhan Jorge Messi yang tak lain adalah ayahnya Messi. Kemudian, ia pindah ke Newell's Old Boys. Namun, klub ini tidak sanggup membayar biaya terapi hormon yang mencapai 500 pounds per bulannya. Untunglah, Barcelona segera melihat potensi hebat Leo Messi dan menawarinya pindah ke Spanyol untuk bergabung dan membiayai terapi hormonnya.
Pada 2005, ketika Lionel Messi membela Tim Tango, aksinya menarik perhatian dunia. Tubuh mungilnya tak membuat dirinya gentar keika melewati satu hingga tiga orang pemain lawan yang berbadan besar. Pada 2006, ia berhasil membantu Barcelona melawan Chelsea di perempat final piala Liga Champions. I
instingnya sebagai pemain sepak bola semakin terasah sejak memperkuat tim Barcelona senior. Kematangan bermain bola Lionel Messi berkat perpaduannya dengan rekan setim di Barcelona, Ronaldinho, pada waktu itu sebelum kepindahan Dinho ke Klub AC Milan.
Bukti dari kualitas permainan Lionel Messi teruji ketika dirinya memberi kontribusi terhadap Barcelona dalam meraih gelar. Puncaknya, ketika tahun 2009, bersama Barcelona dirinya dapat menjuarai berbagai kejuaraan yang diikuti. Barca meraih semua gelar, totalnya sebanyak 6 (enam) gelar pada tahun 2009.
Kualitas permainan Messi pun ditandai dengan meraih Golden Booth Award dan Most Valauble player di Liga Champion serta meraih penghargaan tertinggi sepak bola dengan meraih predikat sebagai Pemain Terbaik Eropa (B'lon d'orr) dan Pemain terbaik Dunia versi FIFA.
Dalam usianya yang belum mencapai 24 tahun, Messi seakan membuktikan kualitas permainan yang meningkat. Kendati tim Tango-nya tidak berhasil menjuarai Piala Dunia 2010, setelah dibantai tim Jerman, tak membuat para pengamat mencaci Lionel Messi. Dia tetap sebagai pemain terbaik yang menghadirkan permainan menyerang nan cantik.






