Buaya, Keluarga Reptil yang Tak Pernah Punah
Apakah Anda tahu perbedaan buaya masa kini dengan buaya yang hidup pada zaman dinosaurus?
Bentuk dan penampakan buaya tidak mengalami banyak perubahan sejak zaman dinosaurus hingga sekarang. Buaya termasuk famili Crocodilian yang tidak punah sejak 65 juta tahun yang lalu. Beberapa buaya prasejarah bertubuh raksasa dengan panjang mencapai 16 m.
Buaya dan Aligator
Bagaimana membedakan buaya dengan aligator? Jika Anda bertemu dengan dua hewan sefamili ini, perhatikan bentuk rahangnya untuk bisa membedakannya.
Aligator yang banyak ditemukan di Amerika mempunyai bentuk rahang yang lebih persegi dibandingkan dengan buaya. Aligator mudah dikenali juga dari susunan geliginya. Ketika rahangnya tertutup, hanya sebagian gigi bagian atasnya saja yang terlihat.
Sementara, buaya menunjukkan beberapa gigi bawahnya ketika rahangnya tertutup. Selain itu ukuran tubuh keduanya juga menunjukkan perbedaan. Buaya berukuran lebih besar daripada aligator.
Hewan Berdarah Dingin
Buaya adalah hewan berdarah dingin. Buaya mempunyai kebiasaan berjemur agar merasa hangat dan berdiam di dalam air untuk mendinginkan tubuhnya. Mulut buaya selalu terbuka agar tetap merasa dingin sebab udara sejuk di kulit tipis yang berada di dalam mulutnya akan membuat mereka merasa sejuk. Demikian cara buaya beradaptasi dengan suhu lingkungannya.
Buaya Sang Penyamar
Di dalam air, buaya menyamar menjadi batang kayu yang mengapung. Hanya mata dan lubang hidungnya saja yang terlihat di permukaan air. Penyamaran ini dilakukan ketika buaya menunggu mangsa.
Beberapa buaya dapat bertahan di bawah air selama satu jam. Buaya mempunyai lapisan khusus untuk menutup lubang hidung dan telinganya. Sementara mata mereka terlingdungi oleh kelopak mata khusus.
Jadwal Makan Sang Buaya
Beberapa buaya hanya makan dua kali dalam setahun. Ketika buaya menangkap hewan besar, buaya akan memakannya sekaligus dan mencernanya dalam waktu yang lama.
Gigi buaya dirancang untuk mencengkeram, bukan untuk mengunyah. Cengkeraman gigi buaya dapat mengoyak daging mangsanya menjadi potongan kecil sehingga dapat ditelan langsung oleh buaya. Di dalam lambung buaya ditemukan bebatuan. Buaya menelan batu – batu untuk membantu pencernaan makanan.
“Pernikahan” Buaya
Pada musim kawin, buaya jantan menunjukkan perilaku yang berbeda dari biasanya. Buaya jantan saling bertarung untuk menentukan siapa yang terkuat dan berhak untuk mengawini buaya betina sang primadona. Ketika buaya jantan menemukan pasangannya, mereka kemudian bercumbu dengan saling menggosokkan kepala atau berbaring berdampingan sambil membuka mulut.
Penerus Generasi Buaya
Induk buaya membuat sarang di tanah untuk menyimpan telur-telurnya. Buaya akan membuat sarang di tempat yang sama setiap tahunnya.
Ketika telur itu siap menetas, telur-telur itu mencicit untuk memberitahu induknya bahwa mereka siap menetas. Suara dari dalam cangkang itu akan membuat induknya membersihkan penutup sarang. Bayi buaya yang menetas memiliki ujung tajam di moncongnya untuk memecahkan cangkang telurnya yang keras.
Setelah menetas, induk buaya akan membawa bayi-bayinya di kantong di dasar mulutnya, dan dengan lembut akan membawa mereka masuk ke air.






