Budaya Cina

Mereka ada di mana-mana di seluruh penjuru dunia. Bangsa China, ribuan tahun diberkati oleh surga dengan keindahan tanah di benua Asia Timur. Namun dalam pepatah lama tiongkok, “Kebaikan turun ke bumi, lantas mati di tanah kami.”
Sepanjang sejarah peradabannya, orang Cina dirudung malang tak henti-henti, dari perang persatuan di abad awal masehi, invansi mongol dan Jepang, pergantian dinasti kerajaan, sampai revolusi budaya di akhir abad 21. Darah mengalir bumi makin subur dengan filosofi dan kekayaan seni. Tidak ada darah tumpah percuma. Karena seni dan budaya yang di berikan pada dunia, sepadan dengan pengorbanannya.
Seni lukis, seni sastra, bangunan, pelayaran, tenun, beladiri, olah raga, kuliner, dan barang murah dengan kualitas tertentu, merupakan sumbangan dari budaya Cina. Rasa setiakawannya dan prinsip hidupnya, menjadikan mereka adalah teman baik bersama dari pagi hingga petang. Sehingga pantas untuk diungkap, bahwa yang mahal dari China bukan barangnya, tapi orangnya.






