Budaya Indonesia Adalah Budaya Dunia
Sejak zaman dulu, Indonesia terkenal sebagai sebuah wilayah dengan keberagaman. Beragam etnis, beragam bahasa, dan beragam pula budayanya. Bayangkan saja, jumlah etnis di negeri ini lebih dari 200 suku bangsa. Jika satu etnis punya satu budaya saja, maka jumlahnya juga lebih dari 200 ragam budaya. Maka, tak salah jika jargon "Budaya Indonesia Adalah Budaya Dunia" bagi negeri kita.
Keberadaan berbagai etnis yang melebur selama beratus-ratus tahun menghasilkan tambahan ragam budaya, yang sering kali unik, eksotik, dan memikat. Budaya tersebut terdiri dari seni kata dan sastra, musik, pakaian, tari, lukis, pahat dan sebagainya.
Diakui Dunia
Setiap bergeser sedikit saja di wilayah Indonesia, kita akan menemukan budaya yang berbeda. Misalnya, Aceh memiliki budaya yang sangat berbeda dengan budaya tetangganya, Sumatera Utara. Bergeser lagi sedikit, kita akan menemukan budaya yang unik di Riau dan Sumatera Barat. Terus, bergeser akan terus pula menemukan budaya yang berbeda, sampai di ujung Papua. Jika dihitung-hitung, tangan kanan dan kiri plus jari kanan dan kiri tak akan mampu mengkalkulasi jumlah budaya Nusantara.
Fakta itu juga diakui oleh dunia internasional. Sejumlah budaya asli Indonesia mendapatkan status sebagai warisan dunia yang harus dilestarikan. Lembaga PBB, yaitu Unesco, mencatat beberapa warisan budaya sebagai budaya asli Indonesia, seperti wayang, angklung, dan seni batik. Senjata karya agung para empu "jaman baheula", yaitu keris, juga diakui oleh lembaga PBB tersebut. Beberapa budaya lainnya seperti kebaya, kain tenun, dan sejumlah tarian, juga siap-siap dicatat oleh Unesco.
Pengakuan oleh Bangsa Sendiri
Pengakuan itu sangat penting untuk menjaga kelestarian budaya tersebut. Namun, lebih penting lagi pengakuan dari masyarakat kita sendiri. Misalnya, batik. Orang Indonesia sendiri harus sering menggunakan batik agar tetap lestari. Atau, musik angklung. Memang benar sudah diakui oleh dunia, tetapi keberadaannya akan cepat punah, jika orang Indonesia tak mau memainkan angklung.
Selain untuk menjaga kelestarian, pengakuan oleh bangsa sendiri juga bisa menjadi sebuah penghargaan terhadap budaya. Sudah sering terjadi, budaya bangsa ini malah dihormati dan dipakai justru oleh bangsa lain. Malaysia berulang kali menggunakan dan bahkan mengklaim sebagai pemilik budaya-budaya asli Indonesia, seperti angklung, tarian Pendet, dan sebuah lagu daerah.
Asal Muasal Budaya Dunia
Sejumlah profesor dari kampus terkemuka di Brasil, Inggris, dan Amerika, meyakini bahwa Indonesia merupakan asal muasal peradaban manusia. Artinya, tanah nusantara ini merupakan tempat lahirnya berbagai budaya bernilai tinggi, yang kemudian menyebar ke seantero dunia. Kajian tentang asal muasal peradaban ini, sekarang sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan ilmuwan dunia.
Kajian para ilmuwan tersebut sejalan dengan fakta di lapangan. Di sejumlah lokasi ditemukan peninggalan bersejarah ribuan, bahkan jutaan tahun lalu, seperti rangka manusia purba. Keberadaan candi, batu tulis, arca, dan sisa-sisa peninggalan lainnya, juga turut menguatkan dugaan bahwa Indonesia merupakan asal muasal peradaban dan budaya dunia. Namun, tentu saja, segala macam dugaan tersebut harus dibuktikan lebih lanjut.






