logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Budaya    Budaya Jawa

Budaya Jawa

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Ilustrasi budaya jawa 

Budaya Jawa terkenal sangat kaya dan memiliki ciri khas tersendiri. Sebelum membahas budaya Jawa, ada baiknya membahas pengertian dari budaya atau kebudayaan. Budaya atau kebudayaan adalah sebuah cara hidup yang berkembang serta dipunyai bersama oleh kelompok tertentu yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pada dasarnya, kebudayaan itu terbentuk dari berbagai unsur yang rumit seperti adat istiadat, politik, sistem agama, pakaian, bangunan, karya seni, dan bahasa perkakas. Lalu, dari sebuah budaya bisa terjaga dari eksistensi unsur budaya itu sendiri. Sejak awal abad millennium mulai muncul, sedikit demi sedikit, kemurnian budaya-budaya lokal mengalami sebuah degradasi. Kini, hanya sebagian kecil individu yang masih peduli dengan kemurnian budaya tersebut untuk tetap eksis.

Berbagai faktor seperti kesenjangan dan masalah ekonomi membuat masyarakat membuang jauh-jauh kemurnian budaya mereka sendiri. Hal ini adalah jargon yang sudah tak asing lagi terdengar di telinga kita.

Budaya Jawa

Kebudayaan Jawa dapat dikatakan budaya yang kini mengalami degradasi. Keberadaannya kurang mendapat dukungan dari masyarakat, termasuk masyarakat Jawa itu sendiri. Para generasi mudah yang semestinya melestarikan kebudayaan Jawa seolah-olah lupa sehingga akhirnya mereka semua menjadi “buta” dengan tradisi budayanya.

Hal itulah yang membuat budaya luar atau budaya western mudah menginjak-injak budaya lokal. Budaya unggah-unggah yang beberapa waktu lalu sering diajarkan oleh para pendidik saat kita bersekolah di SD, saat ini menjadi sesuatu yang dianggap kuno oleh para generasi muda. Sebenarnya dan seharusnya, generasi muda lah yang jadi penerus kemajuan kebudayaan Jawa, bukan dengan membuang jauh-jauh budaya tersebut.

Sampai saat ini, kita dapat menghitung dengan hitungan jari orang-orang yang masih peduli memelihara dan membangun kebudayaan Jawa tersebut. Di sisi lain, membanjirnya budaya luar secara tak langsung sudah memengaruhi perilaku masyarakat Jawa khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Masayrakat Jawa yang dulu terkenal dengan andap asor, kelembutan, harmoni, dan kecerdasannya, kini seolah sudah bertolak belakang dengan adanya kekerasan, kerusuhan, serta sering menentang harmoni.

Pada dasarnya, kebudayaan suku Jawa itu selalu mengutamakan keselarasan, keseimbangan, dan juga keserasian. Seluruh unsur kehidupan itu haruslah selalu harmonis dan saling berdampingan. Intinya, segala hal tersebut haruslah sesuai. Semua hal yang menyebabkan ketidakcocokan harus dijauhi. Jika ada hal-hal yang menjadi pengganggu keharmonisan, harus segera didiskusikan dan dibenahi agar bisa kembali harmonis atau cocok kembali.

Usaha menjaga keharmonisan inilah yang ternyata membuat banyak orang Jawa tak menyukai konflik secara terbuka. Dalam hal ini, rasanya tak sampai hati atau bahasa Jawanya ora tekan jika ada rasa ketidakpuasan atau ketidakcocokan yang diucapkan langsung ke orang bersangkutan, terlenih bila di depan masyarakat umum atau forum. Untuk meredakan sebuah konflik, akan lebih etis bila dibicarakan secara pribadi terlebih dahulu daripada langsung dibuka di depan umum dan banyak diketahui orang lain.

Tapi, cara seperti itu memiliki kelemahan sebab tak mau bicara secara terbuka. Artinya, mereka lebih suka bicara di belakang atau tanpa diketahui oleh yang bersangkutan. Akibat yang ditimbulkan adalah bukannya berupaya mengembalikan harmonisasi atau keseimbangan, tetapi malah memelihara ketidakharmonisan tersebut.

Berkaitan dengan hal itu, falsafah memelihara dan menjaga kehamonisasian tersebut terlihat jelas dari gerakan-gerakan tari tradisional Jawa, khususnya yang termasuk karya dari para raja Solo dan Yogyakarta. Gerakan dari tarian ini terkesan luwes, hati-hati, halus, anggun, penuh perhatian, agung, ekspersi gerak sangat terjaga, ekspresi wajah juga terjaga, dan tak ada ekspresi spontan yang meledak-ledak. Intinya, kita semua harus memelihara dan melestarikan kebudayaan Jawa sebagai bagian dari identitas.

Budaya Jawa - Budaya Sungkem

Budaya Jawa yang kini mulai meredup di kalangan masyarakat Jawa adalah sungkeman. Sungkeman berasal dari kata sungkem yang berarti ‘mencium tangan dengan posisi setengah jongkok atau bersimpuh’. Dan sungkeman bisa dimaknai sebagai rangkaian acaranya.

Harus Dilestarikan

Budaya sungkeman kini hanya bisa ditemui dalam acara-acara tertentu saja. Seperti saat pernikahan dengan adat jawa, atau ketika masa hari raya Idul Fitri tiba. Di luar tersebut, sudah jarang orang yang mau menggunakan tradisi sungkeman dalam rangkaian acara mereka. Selain dianggap tidak praktis, sungkeman juga sudah kehilangan makna. Pada awalnya, sungkeman disimbolkan sebagai wujud hormat dan bakti khususnya dari kalangan muda pada pihak yang lebih tua.

Hal ini ditunjukkan dengan kepatuhan untuk melaksanakan sungkem. Jadi, sebenarnya sungkeman adalah salah satu budaya jawa yang seharusnya dijaga kelestariannya. Sebab, dalam pelaksanaannya terdapat makna yang mendalam.

Akibat dari makin memudarnya salah satu kekayaan budaya jawa ini, makin sedikit pula orang orang yang tahu tentang aturan melakukan sungkeman. Tak jarang, sungkeman dilakukan sebagai formalitas tanpa mengedepankan aturan yang benar. Hal ini khususnya terjadi di kalangan generasi muda.

Aturan Melakukan Sungkem

Aturan melakukan sungkeman yang benar adalah, pihak yang lebih tua duduk di kursi. Dan orang-orang yang hendak melakukan prosesi sungkeman datang ke hadapan orang yang lebih tua tersebut. Lalu, ambillah posisi bersimpuh di hadapan orang yang hendak disungkemi tersebut.

Rapatkan kedua telapak tangan, dan ulurkan kepada orang tua. Setelah telapak tangan bertemu dengan telapak tangan sang orang tua, lalu majukan badan Anda. Telapak tangan diposisikan di atas kening sementara kepala Anda tertuju lurus pada lutut orang yang diberi sungkem. Setelah dirasa cukup, maka tarik tangan Anda dan mulai melangkah mundur tetap dalam posisi bersimpuh. Kira-kira dua kali mundur barulah Anda bisa berdiri untuk kemudian berjalan normal.

Inilah yang menyebabkan budaya sungkeman ini kurang begitu berkembang. Selain dianggap sulit dan tidak praktis, budaya sungkeman dianggap sebagai cermin budaya feodal jaman kerajaan.

Budaya Jawa - Bahasa Jawa

Perlu diketahui bahwa daerah yang menjadi pusat kebudayaan Jawa adalah Yogyakarta dan Surakarta. Selain kedua daerah tersebut, masih ada banyak lagi wilayah lainnya yang masih memelihara kebudayaan Jawa. Dari sekian banyak wilayah tempat tinggal orang Jawa, terdapat banyak pula variasi serta perbedaan-perbedaan yang sifatnya lokal terkait unsur kebudayaannya. Misalnya saja perbedaan tentang berbagai macam isntilah teknis, dialek bahasa, dan lain sebagainya.

Tapi, perbedaan-perdenaan tersbut tidaklah bersifat lebar dan besar, karena masih memperlihatkan sebuah pola atau sistem kenudayaan Jawa. Terkait dengan hal itu pula, bahasa sehari-hari yang digunakan di lingkungan Jawa adalah bahasa Jawa. Saat berbicara memakai bahasa Jawa, ada banyak hal yang harus diperhatikan seperti memerhatikan atau membedakan tingkatan orang yang diajak berkomuniksi (perbedaan umur dan status sosial).

Berdasarkan susunannya, bahasa Jawa terbagi ke dalam dua jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Bahasa Jawa Ngoko

Bahasa Jawa Ngoko ini terdiri atas dua, yaitu sebagai berikut.

  • Bahasa Jawa Ngoko Lugu atau Ngoko biasa.
  • Bahasa Jawa Ngoko Andap. Bahasa ini dipakai berkomunikasi dengan pihak-pihak yang sudah akrab atau dikenal dan orang yang umrunya lebih mudah muda atau orang yang status sosialnya agak lebih tinggi.

2. Bahasa Jawa Krama

Bahasa Jawa Krama ini terdiri atas delapan, yaitu bahasa Madya Ngoko, bahasa Krama Madya, bahasa Madyantara, bahasa Kramantara, bahasa Wredhakrama, bahasa Mudhakrama, bahasa Krama Inggil, dan bahasa Krama Desa.

Nah, itulah ulasan seputar budaya Jawa. Mari kita lestarikan kebudayaan Jawa sekarang juga!

Tolong di SHARE :
Share
 
Artikel Terkait

Tokoh-Tokoh Wayang Kulit Secara Lengkap
Wayang kulit, siapa yang tidak mengenal warisan budaya yang satu ini. Telah terlahir sebagai budaya Indonesia kuno, terutama kebudayaan Jawa yang sangat melekat pada masyarakat Indonesia. Pagelaran seni wayang kulit telah hadir dalam kehidupan masyarakat khususnya Jawa sejak lima abad lamanya. Kisah-kisah yang dikenalkan dan biasa dilakonkan yaitu kisah Ramayana dan Mahabharata. Kedua kisah ini memiliki sejumlah tokoh wayang kulit yang lengkap dengan beraneka karakter.

tokoh pewayangan dan wataknya
Masyarakat Jawa menjadikan pewayangan dan tokohnya sebagai gambaran kehidupan manusia. Kisah yang diceritakan dalam pewayangan dijadikan para leluhur sebagai alat untuk menyampaikan pendidikan tentang budi pekerti dan akhlak manusia.

Mengenal Berbagai Jenis Batik Jogja
Batik Indonesia mempunyai nilai tersendiri dan mempunyai ciri khas tergantung dari daerah yang membuatnya. Salah satu seni batik yang terkenal di Indonesia, adalah jenis batik Jogja dengan berbagi corak motif yang memukau. Motif pada batik Jogja mempunyai filosofi yang kental dengan sejarah Jogja.

Budaya di Jogjakarta, Kota Multikultural dengan Semangat Kota
Yogyakarta adalah kota budaya. Budaya di Yogyakarta akan membuat kita mudah jatuh hati padanya. Di Yogyakarta terdapat keraton tempat sultan dan keluarganya tinggal. Di sana juga terdapat tempat wisata terkenal, di antaranya seni pakaian batik, tempat pembuatan perak, Malioboro, budaya kuliner, dan lain-lain.

Belajar Fungsi Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta menjadi tempat wisata dan budaya yang dapat dijadikan objek pengetahuan sejarah Indonesia. Keraton Yogyakarta juga memiliki fungsi yang tidak hanya sekadar tempat kediaman sultan dan keluarganya. Fungsi keraton Yogyakarta tersebut dapat menjadi gambaran keadaan masa lalu Indonesia, khususnya masa penjajahan Belanda. Selain itu, keraton Yogyakarta merupakan banguan bersejarah Indonesia yang telah diakui UNESCO dan harus dilestarikan.

Sejarah dan Macam Batik Pekalongan
Di Indonesia, macam batik sangat beragam. Beberapa wilayah di Indonesia memiliki batik khasnya masing-masing. Lalu, apakah benar, batik itu asli dari Indonesia? Yuk, kita bahas selengkapnya di sini. Menulis dan “titik” adalah makna dari batik yang berasal dari kata amba. Kata ini berasal dari Jawa kuno. Dalam perkembangannya penyebutan mbatik atau batik lebih populer karena mengacu pada kata “ngembat” dan “titik”. Kata mbatik berasal dari Jarwo Dosok. Ciri khas batik adalah penggunaan malam yang berfungsi untuk menahan masuknya warna.

Mengenal Tradisi Ruwatan
Indonesia dikenal memiliki banyak latar belakang budaya. Hal ini juga dipengaruhi oleh kepercayaan dan agama nenek moyang Indonesia terdahululu. Salah satu daerah yang memiliki budaya yang masih bertahan hingga saat ini adalah daerah Jawa. Masyarakat Jawa masih melestarikan budayanya sampai saat ini. Dan, tradisi yang bertahan itu salah satunya adalah tradisi ruwatan.

Mengenal Seni Budaya Jawa Tengah
Jawa Tengah beribukota di Semarang. Masyarakat Jawa Tengah mayoritas terdiri atas suku Jawa, suku terbesar yang ada di Indonesia. Tidak hanya menetap di Jawa Tengah, suku Jawa juga tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Oleh karena itu, budaya Jawa Tengah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Kebudayaan itu meliputi berbagai aspek, seperti tarian, lagu daerah, makanan, rumah adat, dan juga bahasa.

Adat Kelahiran dan Perkawinan di Jawa Tengah
Melalui adat istiadatnya yang terus dipertahankan, Jawa Tengah saat ini dikenal dengan daerah dengan segudang kebudayaan dan keseniaan. Bahkan banyak yang menyebut Jawa Tengah merupakan kota budaya dan seni, tepatnya di Yogyakarta.

Naskah Bahasa Jawa Darmogandhul dan Gatholoco
Pengarang nusantara klasik sudah lama menelurkan karya-karya abadi. Ada yang lestari karena kualitasnya, namun ada juga yang dikenang sampai sekarang karena kontoversinya. Salah satu naskah bahasa Jawa yang terkenal kontroversial dari awal kemunculan sampai sekarang adalah Darmogandhul dan Gahtoloco.

Mengenal Lebih Jauh Adat Istiadat Jawa Barat
Masyarakat Jawa Barat terdiri atas suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat. Meskipun terdiri atas beberapa suku bangsa, namun pada dasarnya adat istiadat Jawa Barat adalah sama. Adat istiadat Jawa Barat diwariskan oleh para leluhur, dan sampai sekarang masih dilestarikan, dan dijadikan pedoman untuk kehidupan sosial masyarakatnya. Beberapa adat istiadat Jawa Barat yang masih dilestarikan, yaitu upacara adat pada masa kehamilan, upacara kelahiran dan masa bayi, upacara adat kematian, dan upacara adat bertani.

Suguhan Minuman Tradisional Jawa
Racikan jamu tradisional Jawa merupakan salah satu warisan budaya yang tak ternilai harganya. Minuman tradisional Jawa ini terbuat dari bahan-bahan alami, rempah-rempah diracik menjadi minuman yang disukai masyarakat dari kalangan bawah hingga masyarakat kelas menengah ke atas. Para konsumen pun memiliki alasan tersendiri hingga akhirnya mereka memilih jamu tradisional Jawa sebagai minuman favoritnya, salah satunya karena selain rasanya ada yang pahit, manis, dan asam, minuman tersebut memberikan banyak manfaat bagi kesehatan para konsumen. Berikut kami paparkan jenis minuman tradisional Jawa dengan segala manfaatnya.

Tarian Adat Jawa - Bedhaya Ketawang dan Bedhaya Semang
Tarian adat Jawa jumlahnya cukup banyak. Anda bisa mendapatkan pengetahuan seputar ini di buku-buku atau makalah mengenai kebudayaan. Dari sekian banyak tarian adat Jawa, ada dua tarian yang cukup unik, adalah Tarian Bedhaya Ketawang dan Bedhaya Semang. Penasaran? Simak artikelnya berikut ini!

Berbagai Pilihan dari Primbon Nama
Primbon nama menghadirkan berbagai nama. Nama-nama yang dihadirkan primbon nama memiliki arti tersendiri. Tentunya, karena pemberian nama diharapkan akan menjadi sebuah doa buat anak. Nah, berikut ini artikel mengenai primbon nama.

Jadi Ahli Ramal Dadakan Berdasarkan Ramalan Primbon
Tertarik dengan ramalan primbon? Jawabannya bisa jadi iya atau tidak. Tetapi yang jelas, ramalan primbon merupakan salah satu jenis ramalan tertua yang ada di Indonesia. Primbon sangat terkenal, khususnya di kalangan masyarakat Jawa. Panasaran? Simak pada artikel di bawah ini!

Mengenal Karakter Pribadi Orang Berdasarkan Ramalan Jawa
Seperti apa ramalan Jawa itu? Salaj satu yang dibahas dalam ramalan Jawa ini adalah tentang karekteristik seseorang. Dalam ramalan ini, hari lahir seseorang dapat memengaruhi sifat atau karakteristik orang tersebut. Itulah keyakinan yang berkembang luas di masyarakat Jawa. Ini tentunya boleh Anda percaya atau juga tidak. Ingin tahu ramalan Jawa seputar karakteristik seseorang? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap.

Babad Tanah Jawa dan Nilai-nilai Luhurnya
Babad Tanah Jawa yang sering disebut juga sebagai Babad Tanah Jawi merupakan sejarah tertua yang tumbuh di pulau Jawa. Isinya berupa kumpulan sejarah di tanah Jawa yang dibagi ke dalam beberapa bagian. Ceritanya bermula dari munculnya kerajaan Kediri sampai zaman penjajahan Belanda di Indonesia.

Horoskop dalam Ramalan Weton
Masyarakat Jawa, terutama di Jawa Timur dan Jawsa Tengah, sangat kental dengan unsur budaya, salah satunya adalah ramalan weton. Apa itu ramalan weton? Ramalan weton merupakan sebuah ramalan untuk menentukan karekteristik ataupun nasib seseorang berdasarkan hari kelahiran Jawa atau dikenal dengan wetonan. Ramalan weton ini akan menentukan masa depan seseorang berdasarkan penjabaran tanggal tersebut. Anda penasaran, bukan? Mari kita telaah lebih dalam di sini.

Menapaki Sejarah Kerajaan Sriwijaya
Sejarah Kerajaan Sriwijaya sama saja membicarakan salah satu kerajaan besar yang pernah ada di Nusantara. Sriwijaya adalah kerajaan dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas. Bayangkan saja, kerajaan yang berpusat di Sumatra Selatan ini membentang dari Kamboja, Thailand bagian selatan, Smenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, sampai pesisir Kalimantan. Lalu, bagaimana perjalanan sejarah Kerajaan Sriwijaya?

Lebih Dekat dengan Bangunan Kraton Yogyakarta
Bila Anda pergi ke Kota Yogyakarta, tak lengkap rasanya jika tidak melihat bangunan megah Kraton Yogyakarta. Bangunan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Kraton Yogyakarta adalah sebuah bangunan istana yang berada di Kota Yogyakarta. Istana ini merupakan tempat tinggal resmi Sultan Yogyakarta atau yang dikenal sebagai Sultan Hamengku Buwono.

Ruwatan - Upacara Adat Jawa
Upacara tradisional masih banyak dilakukan di Indonesia. Hal ini sedikit menandakan bahwa ritual tidak lepas dari budaya nusantara. Ritual tradisional ini tetap lestari walau banyak paham luar yang masuk. Kegiatan ini salah satunya dalam bentuk upacara adat. Ruwatan, merupakan upacara adat Jawa yang masih dilakukan sampai saat ini.

Mengenal Upacara Adat Bekakak yang Unik
Yogyakarta memiliki banyak tradisi ritual unik dan upacara adat. Selain ritual bersih desa yang jamak dilakukan di desa-desa di wilayah Yogyakarta setelah masa panen tiba, masyarakat juga punya serangkaian tradisi lain yang cukup menarik, seperti labuhan di pantai selatan dan Gunung Merapi. Selain itu, terdapat tradisi adat Rabo Pungkasan di Pleret, Bantul dan ritual adat penyembelihan pengantin Bekakak, di Desa Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta.

Ragam Hias Seni Batik Indonesia Sungguh Memukau
Seni batik merupakan warisan kekayaan budaya Indonesia sejak masa silam yang hingga kini masih terus dilestarikan di Indonesia. Perkembangan batik hingga kini makin bervariasi. Corak batik biasanya disesuaikan dengan nilai-nilai kebudayaan warga setempat. Namun, seiring berkembangnya seni tersebut, corak batik pun makin meluas.

Keunikan Kisah Keris Pusaka Yang Legendaris
Keris pusaka adalah sebuah istilah yang diberikan pada senjata khas salah satu suku bangsa yang ada di Indonesia. Sebagai salah satu warisan budaya asli Indonesia, sudah seharusnya kita mengenal, mencintai, dan melestarikan keris.

Primbon Tanggal Lahir - Mitos dan Kebudayaan
Primbon tanggal lahir adalah sebuah kebudayaan yang awalnya berkemnbang di Jawa. Primbon tanggal lahir ini sudah dikenal sejak 78 Masehi dan primbon tanggal lahir adalah salah satu primbon yang cukup berpengaruh dalam kehidupan masyarakat saat itu. Bahkan, hingga hari ini pun, primbon ini masih sangat dipercaya. Seperti apa sebenarnya primbon tanggal lahir ini dan apakah primbon ini bermanfaat untuk kehidupan kita? Temukan semua jawabannya hanya di sini.

Makalah Kebudayaan Jawa: �Ronggo Warsito Pujangga Klasik Terakhir
Hal yang akan kita bahas sekarang, yaitu mengenai makalah kebudayaan Jawa. Pada kekinian daerah yang disebut sebagai Jawa adalah meliputi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Padahal, dahulu kala yang disebut dengan Jawa yaitu seluruh pulau Jawa dengan sebutan Jawa Dwipa. Oleh karena harus mengikuti pandangan masyarakat saat ini, Jawa yang dimaksud dalam artikel ini adalah willayah Jawa Tengah secara kekhususan.

Profil Kebudayaan Jawa Barat
Kebudayaan Jawa Barat sering diidentikkan dengan budaya suku Sunda. Hal ini karena sebagian besar masyarakat Jawa Barat merupakan warga keturunan dari Suku Sunda. Itulah mengapa sebagian besar kebudayaan di propinsi Jawa Barat kental dengan nuansa Sunda.

Mitos Gunung Kemukus - Antara Pesugihan, Seks Bebas, dan Teladan
Mendengar nama pesugihan pasti bukan lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Dan untuk mereka yang \\\"hobi\\\" melakukan hal tersebut, nama Gunung Kemukus pasti lebih tidak asing lagi. Ya. Karena nama gunung yang satu itu memang kerap dijadikan sebagai tempat untuk pesugihan. Memiliki harta dengan jalur \\\"kiri\\\".

Majapahit - Wawasan Nusantara pada Sebentuk Kerajaan
Bhineka Tunggal Ika, salah satu slogan yang artinya berbeda tapi satu dan terlahir pada era Majapahit, lenyap hilang di balik diskursus baru di Indonesia, yakni Arabisasi nusantara, penampilan Islam Indonesia yang lebih cenderung kepada copy paste budaya, dan melupakan ajaran Agama Islam yang intinya adalah akhlak karimah, berganti dengan kekerasan kepada mereka yang berbeda.

Mengenal Lebih Dekat Ajaran Kejawen
Pengertian kejawen secara sederhana adalah tata-laku hidup yang dianut oleh sebagian orang Suku Jawa. Kejawen ini bukan agama melainkan aliran sinkretik (perpaduan) semua agama. Sampai sekarang, penganut aliran kejawen masih ada yang beribadah di Candi Ceto. Secara bahasa, 'kejawen' memiliki arti segala yang berpautan dengan adat dan kepercayaan Jawa.

Baik Buruk Gambaran Primbon Jodoh
Primbon jodoh sangat dikenal luas di tanah Jawa karena memang dari daerah inilah primbon itu mulai dikenal. Sejak ratusan tahun yang lalu, masyarakat Jawa sudah mengenal primbon, baik itu yang berhubungan dengan kelahiran, kematian, jodoh, rezeki, karier, dan hal lainnya. Sebagian masyarakat percaya bahwa masa depan dapat dilihat dari primbon ini. Ingin tahu seperti apa primbon jodoh itu? Berikut pembahasannya.

Wayang Kulit - Kebudayaan Indonesia yang Layak Dilestarikan
Wayang kulit? Bila kita bertanya kepada nenek atau kakek kita, kemungkinan besar mereka akan paham. Namun, bisa dipastikan bahwa sebagian besar remaja akan bertanya sambil mengernyitkan dahi ketika mendengar kata wayang kulit.

Belajar Pidato Bahasa Jawa Krama
Pidato bahasa Jawa Krama sendiri kini hanya bisa dijumpai pada acara tertentu saja. seperti pada saat upacara pernikahan yang menggunakan adat Jawa. Atau juga pada beberapa kegiatan kebudayaan misalnya pada acara di kraton atau upacara adat Jawa lainnya.

Penggunaan Penanggalan Jawa
Penanggalan Jawa memang masih digunakan oleh masyarakat jawa. Ada beberapa hal yang memang mengharuskan masyarakat Jawa untuk tetap menggunakan penanggalan Jawa ini. Dan sebagian masyarakat Jawa masih sangat memeprcayai akan hal ini.

Sekilas Tentang Kehidupan Masyarakat Jawa
Apa yang ada dalam bayangan Anda jika ada yang menyebutkan masyarakat Jawa? Tentu yang teringat adalah sopan santunnya yang lembut. Berikut utaian singkat mengenai masyarakat Jawa.

Dibalik Makna Tanggal Lahir
Anda percaya dengan yang namanya makna tanggal lahir? Makna tanggal lahir sangat erat kaitannya dengan dunia ramalan, khususnya bagi masyarakat Jawa. Mereka percaya bahwa hari baik itu akan membawa nasib baik pula bagi anak-anaknya kelak. Orang Jawa umumnya mengenal perhitungan tanggal kelahiran dengan istilah weton. Seperti apa makna tanggal lahir itu? Mari kita bahas secara lengkap di sini.

Geyeng dalam Ramalan Jodoh Jawa
Ramalan jodoh Jawa biasanya memakai penanggalan biasanya penanggalan ini untuk menikah. Hal ini karena adanya kepercayaan maka pasangan ini disebut dengan pasangan geyeng. Dalam budaya Jawa, menentukan jodoh itu adalah sebuah hal yang gampang-gampang susah. Salah satu caranya adalah dengan ramalan jodoh Jawa. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas di artikel ini.

Harmonisasi Islam Dalam Kebudayaan Jawa
Kebudayaan Jawa selalu mengutamakan keseimbangan, keselarasan dan keserasian. Agama Islam bisa diterima masyarakat Jawa karena juga dinilai mengandung tiga unsur penting itu. Kebudayaan Jawa itu harus terus dilestarikan asalkan tidak keluar dari tatanan akidah.

Budaya Jawa dan Asal Kerajaan Demak
Budaya Jawa dan asal Kerajaan Demak, merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi. Kerajaan Demak sendiri didirikan oleh Raden Fatah -atau disebut juga Pate Rodin oleh Tome Pieres- pada 1478, bertumpu pada budaya Jawa. Budaya Jawa menjadi mengalami pergeseran dengan masuknya nilai-nilai Islam setelah Kerajaan Demak berdiri. Karena itulah budaya Jawa dan asal Kerajaan Demak ibarat dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan.

Batik dalam Falsafah Kebudayaan Suku Jawa
Kebudayaan suku Jawa merupakan salah satu kebudayan tertua yang ada di Indonesia. Hadirnya berbagai kerajaan yang berdiri kokoh dimasa lampau merupakan salah satu bukti yang berbicara bahwa kebudayaan suku Jawa sudah ada sejak sangat lama, jauh sebelum modernisasi mengenai kehidupan masyarakat Jawa seperti sekarang ini.

Kumbakarna - Cerita Wayang Bahasa Jawa
Dalam cerita wayang bahasa Jawa siapa pun yang mendengar kata “raksasa” pasti akan membayangkan sosok jahat nan superbesar. Juga si buruk rupa yang setinggi gunung, bersuara menggelegar, dan menakutkan dalam mimpi buruk. Santapan favoritnya adalah anak-anak manusia, hobinya berbuat kerusakan. Sungguh, tak ada hal baik atau bijak pada sosoknya.

Membangkitkan Etos Kerja dengan Pepatah Jawa
Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki beragam norma yang telah menjadi pegangan atau pedoman hidup sehari-hari. Demikian pula orang Jawa yang memiliki pepatah jawa.

Geliat Lagu Pop Jawa Semakin Mendapat Tempat di Masyarakat
Lambat laun, penampilan grup musik campursari yang mengusung lagu pop Jawa semakin digemari masyarakat. Banyak sinden yang kemudian banting stir menjadi penyanyi lagu pop Jawa ini. Termasuk diantaranya Anik Sunyahni. Penampilan Anik Sunyahni menjadi sangat fenomenal, karena dalam waktu singkat jadi terkenal dan digemari banyak orang.

Gambuh, Tembang Jawa yang Sarat Makna
Tembang Jawa merupakan warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya. Salah satunya adalah Gambuh, tembang Jawa yang sarat akan makna.

Ramalan Jodoh Weton
Tahukah Anda ramalan jodoh weton? Ramalan jodoh weton merupakan dunia ramal-meramal dengan menggunakan media weton. Ramalan jodoh weton ini kebanyakan diterapkan oleh orang-orang suku Jawa. Weton itu sendiri bermakna penjumlahan hari-hari dalam seminggu dengan hari-hari dalam pasaran Jawa. Ingin mengenal lebih jauh seputar hitungan weton dengan ramalan jodoh weton? Temukan semua jawabannya di sini.

Sekilas Tentang Ruwahan
Adat Jawa yang selalu dilakukan masyarakat khususnya menjelang bulan suci Ramadhan adalah ruwahan. Istilah Ruwahan ini sendiri mengambil dari bulan dalam kalender jawa yang berada persis sebelum bulan Ramadhan tiba. Tradisi ruwahan sendiri pada dasarnya merupakan sebuah tradisi peninggalan dari agama Hindu.

Berbagai Kegiatan disaat Padangmbulan
padhangmbulan menjadi salah satu momen yang dapat menyatukan warga desa dan juga sebagai sarana penampilan kesenian bersama.

Estetika Sastra Jawa dan Perkembangannya
Sastra Jawa memiliki estetika yang sangat tinggi, salah satunya karena bahasa Jawa itu sendiri merupakan bahasa yang unggul. Dikatakan demikian karena bahasa Jawa berasal dari bahasa Sansekerta, yang memiliki arti sempurna atau tinggi.

Asmaradhana, Filosofi Pernikahan Adat Jawa
Pernikahan adalah hal yang sangat sakral. Orang Jawa menginterpretasikan makna perkawinan dalam sebuah lagu Jawa yaitu Asmaradhana.Ini menjadi gambaran pernikahan adat Jawa secara umum.

Cerita Rakyat Berbahasa Jawa, Media Melestarikan Bahasa Jawa
Salah satu media yang bisa digunakan untuk melestarikan bahasa jawa adalah cerita rakyat berbahasa jawa. Cerita rakyat berbahasa jawa bisa menjadi media pelestarian bahasa jawa yang efektif. Pendengar atau pembaca tidak akan pernah sadar bahwa mereka telah belajar berbahasa jawa.

Pidato Basa Jawa, Tradisi Yang Menghilang
Pidato bahasa jawa pada saat ini sudah merupakan barang langka. Pidato bahasa Jawa pada saat ini lebih sering ditemui dalam prosesi pernikahan. Salah satu penyebab jarangnya penggunaan pidato bahasa jawa, selain karena masalah orang yang ahli, juga masalah gengsi

Topik Terkait
Budaya Jawa
Akulturasi Budaya
Antropologi Budaya
Budaya
Budaya Batak
Budaya Betawi
Budaya Cina
Budaya Dayak
Budaya India
Budaya Indonesia
Budaya Islam
Budaya Jepang
Budaya Madura
Budaya Melayu
Budaya Organisasi
Budaya Politik
Budaya Pop
Budaya Sunda
Budaya Toraja
Globalisasi Budaya
Keanekaragaman Budaya
Keragaman Budaya
Komunikasi Budaya
Konflik Budaya
Masalah Budaya
Nilai Budaya
Pewarisan Budaya
Sejarah Budaya Islam
Seni Budaya
Seni Budaya Indonesia
Seni dan Budaya Islam
Sosiologi Budaya
Taman Budaya

Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA