Budaya Pop

Budaya pop mulai benar-benar lahir ketika media massa merajalela dan memegang peranan paling penting dalam hidup manusia. Budaya pop ini, juga terbawa dari kerjasama yang baik, antara pasar dengan media. Sehingga lahirlah kelas dan kasta spasialisasi, seperti pembagian hobby, genre, segmentasi. Genre, segmentasi, merupakan produk dari budaya pop.
Apa yang sedang dinikmati sama-sama oleh semua orang, diandaikan yang paling menyenangkan bagi mereka, adalah budaya pop. Sehingga nilai dan tingkat kesulitan menjadi tidak penting. Maknanya menjadi berkurang. Lahirlah Kitsch, seni rendahan yang dibentuk dalam mekanisme fordisme.
Seni dari fordisme ini, seni yang semua orang mampu membuatnya, misalkan fastfood yang merupakan seni masak, tidak butuh keahlian koki, melainkan jaringan produksi seperti dalam pabrik mobil ford. Untuk apa di buat, ya untuk memenuhi kebutuhan pasar yang meluas, dan semua orang tengah menyukainya. Sehingga budaya itu dibuat dan dirakit bagai dalam pabrik.






