Budidaya Bunga Rosella yang Berkhasiat
Ilustrasi budidaya bunga rosella
Pasti pernah mendengar teh bunga Rosella. Bunga ini berwarna merah menyala dan disinyalir bisa mengobati berbagai macam penyakit, katakan seperti menurunkan gula darah pada penderita diabetes, menurunkan panas, menurunkan tekanan darah, menghambat pertumbuhan kangker, dan memulihkan ketergantungan pada obat.
Rasanya celupan bunga ini asam-asam menyegarkan. Banyak sekali orang menjual bunga kering Rosella, lalu diseduh dengan air panas. cara minum yang seperti ini mirip dengan teh, oleh sebab itu bunga Rosella pun menyandang kata “teh”
Menanam Bunga Rosella
Menanam dan budidaya bunga Rosella tidaklah sulit. Bibit tanamannya berasal dari biji yang disemai. Kalau hanya untuk menanam di halaman, kini sudah banyak disediakan bibit Rosella yang siap taman, biasanya dijual di tempat yang menjual tanaman obat.
Satu polybagnya berkisar 5000 sampai 1000 Rupiah. Bisa ditanam dipot dengan media tanah dan pupuk kandang sebagai tanaman pagar. Rosella juga dimanfaatkan sebagai penghuni taman karena tajuknya yang rimbun dan bunganya yang Indah. Jika ditanam di lahan yang luas, Rosella perlu dibuatkan bedengan terlebih dahulu. Jarak tanamnya sekitar 50x50 cm atau tergantung dengan kesuburan tanamannya.
Pemeliharaannya cukup dengan menjamin bahwa tamanan tidak kekeringan. Rosella menyukai matahari secara langsung, butuh air dan tanah yang berpori. Bila media tanam cukup mengandung humus, pemupukan tidak perlu dilakukan. Kecuali untuk skala produksi. Pemupukan ulang dapat dilakukan sebulan sekali.
Tinggi Vitamin C
Rosella mengandung Vitamin C, terutama bunganya yang berwarna merah menyala. Para pakar menganggap bahwa zat pewarna yang ada di dalam buah ataupun bunga mengandung vitamin dan antioksidan. Oleh sebab itu, kelopak bunga Rosella disinyalir mengandung vitamin C tinggi, bahkan sembilan kali lebih banyak daripada Jeruk Citrus. Dan sepuluh kali lipat dibanding Belimbing.
Vitamin C dianggap dapat memulihkan metabolisme tubuh dan mengganti sel yang rusak. Gunanya lagi untuk daya tahan tubuh. Kelopak bunga Rosella juga kaya vitamin A, serat, tinggi kalsium, zat besi, natrium dan zat-zat gizi lainnya. Di sejumlah negara bunga Rosella dianggap sebagai obat tradisional.
Olahan Rosella
Ragam olahan Rosella semakin berkembang, disesuaikan dengan tempatnya di masyarakat. Di Amerika, bunga Rosela dijadikan selai, sirup dan pewarna makanan alami. Pada zaman dahulu, Rosella dimanfaatkan sebagai sayuran. Di Afrika kelopak bunga Rosella ditumbuk dan dimakan bersama dengan campuran kacang tanah.
Bunga Rosella juga digunakan sebagai saus, jeli, selai, sirup maupun koktail. Warna dan rasa selai Rosella hampir mirip dengan selai Ceri. Rasanya asam, namun khusus untuk sirup, biasanya Rosella dimasak dengan menggunakan gula.
Penggunaan minuman kesehatan dengan menggunakan bunga kering Rosella baru dikembangkan belakangan ini. di Indonesia, Rosella diseduh dan dijadikan semacam teh tubruk. Rasanya asam dan warnanya cenderung merah, boleh ditambah gula, atau mau langsung diminum, tidak masalah. Silahkan Anda memilih sendiri.

