Budidaya Burung Walet

Merupakan pemakan serangga, bersifat aerial. Warna bulunya gelap, kecepatan terbangnya sangat tinggi. Ukuran tubuhnya kecil, memiliki sayap berbentuk sabit. Menyukai gua atau gedung yang cukup lembab dengan pencahayaan remang hingga gelap. Sarang yang ditempelkan pada langit-langit terbuat dari air liur (saliva). Digunakan untuk tempat beristirahat dan berkembang biak.
Budidaya burung walet bisa dilakukan, syaratnya yaitu berada didataran rendah dengan ketinggian maksimum 100 dpl, jauh dari jangkauan manusia atau gangguan burung pemakan daging. Sawah, padang rumput, hutan terbuka, pantai, danau, sungai dan rawa. Sebuah gedung bisa dijadikan kandang walet asalkan memiliki suhu dan kelembaban juga penerangan yang sama seperti di gua.
Tidak boleh terhalang oleh pepohonan tinggi. Pembibitan dilakukan tanpa sengaja, banyaknya burung walet yang mengitari gedung bisa dimanfaatkan. Burung yang datang, dipancing dengan memutar rekaman yang berisi suara burung walet.
Namun, ada juga yang memberikan tumpukan jerami yang menghasilkan serangga sebagai makanannya. Sarang walet mempunyai harga yang tinggi karena berguna bagi kesehatan, diantaranya mengobati paru-paru, melancarkan peredaran darah dan penambah tenaga.






