logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Industri & Perdagangan    Pertanian    Usaha Pertanian

Budidaya Jamur Merang dengan Media Jerami dan Kardus


Ilustrasi budidaya jamur merang

Artikel ini membahas seputar budidaya jamur merang. Sebelum membahas cara budidaya jamur merang, mari kita bahas sedikit tentang tumbuhan jamur itu sendiri. Jamur sudah dikenal sebagai makanan yang spesial sejak tiga ribu tahun lalu. Saat itu, jamur merupakan makanan khusus bagi raja Mesir. Karena rasanya yang enak, penggunaan jamur sebagai makanan pun meluas ke masyarakat umum.

Tumbuhan ini memiliki kandungan gizi tinggi. Jamur mengandung protein, kalsium, fosfor, dan kalori, juga rendah lemak. Selain itu, jamur juga sudah digunakan di Cina sebagai bahan obat-obatan sejak dua ribu tahun silam.

Salah satu jenis jamur yang terkenal sebagai bahan makanan dan obat-obatan yaitu jamur merang. Saat ini, budidaya jamur merang banyak dilakukan. Budidaya jamur merang di Indonesia diperkirakan sudah muncul pada 1950-an. Namun, di Cina sana, budidaya jamur merang sudah dilakukan sejak pertengahan abad ke-17. Jamur merang merupakan jenis jamur pertama yang dapat dibudidayakan secara komersial.

Jamur merang dikenal juga dengan nama Volvariella volvaceae, Straw Mushroomdan Fukurotake. Dari namanya, dapat diketahui ciri khas jamur ini terdapat pada morfologi volva atau tudungnya. Jamur merang muda berbentuk bulat. Semakin besar, semakin oval dan membentuk bulat telur.

Setelah dewasa, batangnya memanjang dan tudungnya membuka hingga menyerupai payung. Jamur merang tumbuh secara alami di daerah beriklim tropis. Jamur merang merupakan komoditi yang menjanjikan dalam penjualan dan ekspor-impor. Jamur merang mengandung 26 - 30% protein, 45 - 50% karbohidrat, dan 9 - 12% serat, dengan kadar abu 9 - 13%.

Jamur merang juga mengandung vitamin C, B, mineral dan beberapa jenis asam amino. Untuk tempat, budidaya jamur merang dapat dilakukan menggunakan media (tempat) seperti jerami, kardus, dan lain sebagainya.

Jamur merang sangat populer di masyarakat Indonesia, bahkan di negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur. Rasa dan aromanya khas dan lezat sehingga dapat diolah sebagai bahan utama maupun pelengkap menu-menu tradisional. Oleh karena itu, budidaya jamur merang memiliki prospek usaha yang sangat besar. Jamur merang biasanya dipasarkan dalam bentuk segar di pasar tradisional.

Media Jerami untuk Budidaya Jamur Merang

Budidaya jamur merang dapat dilakukan menggunakan media jerami. Pertama, pada pembuatan kumbung (rumah berdinding anyaman bambu berukuran 4x4 m). Lokasi kumbung harus memiliki sumber jerami, sumber air, dan jalan. Kumbung yang digunakan untuk budidaya jamur merang idealnya menggunakan dinding dalam dan atas yang menggunakan plastik polietilen. Dinding luar memakai sterofoam.

Kumbung dengan bagian atas yang lancip, ketika udara panas, uapnya akan mengalir ke sebelah samping. Bagian atas kumbung yang lancip biasanya dipakai untuk kumbung yang mempunyai satu rak di tengah. Sementara kumbung yang bagian atasnya datar, uap air akan jatuh ke tengah-tengah kumbung. Tipe kumbung ini biasanya dipakai untuk kumbung yang mempunyai dua rak.

Kedua, yang harus diperhatikan dalam budidaya jamur merang adalah media pertumbuhan. Media pertumbuhan jamur merang terdiri dari jerami, kapur CaCO3, dedak, dan limbah kapas. Pada jerami terdapat lignin, selulosa, dan silika. Untuk alternatif jerami, dapat digunakan alang-alang, eceng gondok, batang jagung, atau kelaras pisang yang memiliki komponen sama dengan jerami. Selain limbah kapas, sebagai alternatif dapat juga digunakan hampas sagu, hampas tahu, hampas tempe, atau hampas kapuk.

Pupuk kompos untuk budidaya jamur merang dibuat menjadi dua lapisan. Lapisan atas merupakan kompos kapas, sedangkan lapisan bawah merupakan kompos jerami. Pertama-tama, kompos jerami disimpan dalam rak kurang lebih setinggi 40cm per rak. Setelah 10 hari, kompos jerami dilapisi dengan sekitar 0,5cm kompos kapas yang telah dikompos selama satu bulan. Kompos dipasteurisasi sampai suhu 70°C selama 4-5 jam. Penanaman dapat dilakukan setelah suhu kurang dari 40°C.

Hal Ktiga pada budidaya jamur merang yang harus diperhatikan yaitu tahap pasteurisasi atau steam. Lantai kumbung harus dalam keadaan bersih dan alat-alat yang berfungsi sebagai wadah penanaman bibit wajib disertakan dalam proses pasteurisasi. Ruang dalam keadaan tertutup dan drum pasteurisasi diisi penuh.

Setelah itu, pipa disalurkan ke dalam kumbung. Suhu pasteurisasi 70°C biasanya dicapai setelah 7-8 jam. Kemudian suhu tersebut dipertahankan selama 4-5 jam. Penanaman bibit dilakukan setelah dibiarkan selama 1 hari pada suhu kurang dari 40°C. Bila pada proses steam tidak matang, jendela wajib dibuka supaya amoniak dapat keluar.

Keempat, penanaman bibit pada budidaya jamur merang dilakukan pada pH 7 atau pH netral. Bibit ditanamkan pada peralatan yang telah mengalami pasteurisasi. Bibit log dihancurkan sampai lembut, kemudian ditaburkan pada 2/3 media dari tinggi media. Bagian tengah media tidak ditaburi bibit. Bibit sempilan ditanamkan di bawah media gulungan di dua tempat. Di tiang dapat juga dibuat bantalan dan ditanami bibit. Bibit ditabur untuk setiap 1 meter persegi sebanyak 1 log.

Penanaman bibit untuk budidaya jamur merang dilakukan sore hari. Pada hari kedua, miselium mulai tumbuh. Jika miselium telah muncul, langsung dilakukan penyiraman. Jika miselium belum muncul, maka penyiraman dilakukan esok harinya.

Penyiraman bibit dilaksanakan pada siang hari. Mulai hari ke-4, pintu dan jendela dibuka pada pukul 06.00-06.15. Hari ke-5, jendela dibuka 15°, dan pintu di buka pkl 00.00 selama setengah jam. Hari ke-6, jendela di buka 30°. Hari ke-7, jendela di buka 45° dan hari ke-8 jendela di buka 60-90° bila jamur tumbuh besar. Kemudian jendela dibuka terus hingga panen.

Media budidaya jamur merang juga harus dipelihara. Penyiraman dilakukan pada 3 sampai 4 hari setelah penanaman dengan tujuan mengubah masa vegetatif jadi masa generatif. Penyiraman pada siang hari menimbulkan stres pada jamur merang sehingga jamur merang mengubah fase tanamnya.

Temperatur ruangan diatur pada suhu ruangan 34°-36°C, sedangkan temperatur media 34°- 38°C. Jika temperatur media bersuhu 38°C ke atas, akan tumbuh cendawan Monilia yang tumbuh pada hari ke-5 higga ke-8.

Jamur merang siap panen jika bentuknya sudah bulat merata. Bila masih ada tonjolan, panen dilakukan keesokan harinya. Panen hasil budidaya jamur merang sebaiknya tidak memakai kuku tangan, tapi memakai pisau yang sudah disterilkan. Pangkal buah jamur disisakan sedikit dan media tidak boleh diangkat.

Kualitas jamur yang rendah terlihat dari bercak-bercak pada jamur merang. Hal ini dapat disebabkan oleh pasteurisasi yang tidak matang atau pun dedak tidak matang. Jika jamur pecah, kemungkinan karena suhu terlalu tinggi atau terlambat waktu panen.

Budidaya Jamur Merang dengan Media Kardus

Budidaya jamur merang dengan media kardus bukanlah sebuah teknologi baru. Pada 1985, kumpulan petani di Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, sudah melakukan budidaya komoditas ini. Namun bukan memakai media kardus, tetapi kertas bekas puntung rokok.

Dengan metode ini, masa panen terjadi setiap 3 minggu untuk satu sekali pembuatan media. Keuntungannya dapat diperoleh mulai awal minggu ketiga. Jika dibandingkan dengan media jerami, budidaya jamur merang dengan media kardus jelas lebih menguntungkan.

Di dalam sebuah kumbung, diperlukan sekitar 1 kuintal media kardus yang telah disatukan dengan bekatul dan kapur. Paket ini mampu membuat 50kg-60kg jamur setiap bulan. Jika perlakuannya bagus, dalam 1 kuintal media jamur dapat dihasilkan 1 kuintal jamur lebih. Idealnya paket media jamur harus perbarui setiap bulan supaya produksi jamur maksimal. Hasil budidaya jamur merang yang menggiurkan bukan?

Jamur merang yang dibudidayakan melalui media dari olahan kardus biasa disebut jamur kardus. Budidaya jamur merang dengan media olahan kardus ini mempunyai keistimewaan dibandingkan jamur yang ditanam pada media lain. Jamur merang yang tercipta dari media kardus lebih kenyal dan warnanya lebih putih. Jamur yang ditanam pada media jerami cenderung berwarna kecoklatan. Warna putih pada jamur membuat kesan lebih segar serta menarik pada saat dihidangkan, baik dalam dalam bentuk basah atau pun kering.

Di samping itu, jamur kardus ini masih dalam keadaan segar setelah dipanen lebih dari satu hari. Jamur kardus juga memiliki aroma yang harum serta tidak apek sehingga dapat langsung diolah. Campuran media dengan tambahan kacang buncis, kangkung, bonggol pisang, dan bekatul, menambah aroma jamur menjadi lebih khas dan tidak sama dengan jamur merang jerami. Bau apek pada jamur merang jerami terjadi karena reaksi kimia dalam jerami.

Jadi, tertarik untuk segera melakukan budidaya jamur merang?

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Budidaya Bunga Rosella yang Berkhasiat
  • Agro Bisnis yang Tidak Ada Matinya
  • Belajar Budidaya Jamur Tiram
  • Budi Daya Jamur Tiram: Peluang Usaha yang Menjanjikan
  • Manfaat Jambu Air dan Prospek Usahanya
  • Mengenal Budidaya Jamur Merang dengan Media Tanam Kardus
  • Kualitas Bibit Jamur Merang Pengaruhi Hasil Panen
  • Perkembangan Ekspor Impor Indonesia dari Tomat
  • Usaha Sayuran, Tips Menjaga Kesegaran Sayur dan Buah
  • 7 Langkah Cerdas Budidaya Jamur Konsumsi
  • Mengetahui Cara Pembuatan Bibit Jamur Tiram
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA