Meluasnya Budidaya Sayuran Organik

Hingga saat ini, arti kata ‘organik’ terbatas pada tumbuhan segar yang diproduksi oleh petani dengan bantuan sedikit pupuk dan pestisida. Dulu petani melakukan budidaya sayuran organik hanya terbatas pada sekelompok kecil orang-orang yang peduli pada kesehatan, nutrisi dan lingkungan.
Namun kini, budidaya sayuran organik mulai meluas, bahkan produk organik tak hanya terbatas pada buah dan sayur saja. Kini ada telur organik, daging ayam organik, beras organik hingga susu organik.
Budidaya Sayuran Organik
Mengapa budidaya sayuran organik kini makin populer dan bahkan produknya banyak dicari orang? Alasannya seperti telah disebutkan di atas adalah karena masyarakat sekarang lebih peduli pada kesehatan, nutrisi atau gizi dari sayuran tersebut.
Seperti kita semua ketahui, budidaya tumbuhan organik merupakan cara membudidayakan tumbuhan dengan menggunakan cara yang alami, dimana petani menyuburkan tanah tempat tanaman tersebut ditanam. Sementara budidaya tanaman dengan cara lama dapat merusak tanah karena pemakaian pupuk dan kimia yang ada pada pestisida dengan tujuan menyuburkan tanaman, bukan tanahnya.
Kontaminasi Pestisida pada Sayur dan Buah
Berikut 12 buah-buahan dan sayuran yang paling banyak terkontaminasi pestisida, menurut kelompok peneliti lingkungan Environmental Working Group (EWG):
1. Stroberi
2. Paprika
3. Bayam
4. Buah ceri
5. Buah peach
6. Semangka (yang berasal dari Mexico)
7. Seledri
8. Apel
9. Aprikot
10. Kacang hijau
11. Anggur (yang berasal dari Chile)
12. Ketimun
Produk lainnya cenderung memiliki residu pestisida yang rendah. Bahkan sebenarnya tidak perlu membeli pisang organik, karena sisa-sisa pestisida yang menempel di kulitnya tidak akan termakan. Sayuran lain yang pestisidanya rendah termasuk brokoli, kentang, kol, bawang, asparagus, dan blueberry.
Di Indonesia, budidaya sayuran organik masih tergolong langka. Sayuran dan buah-buahan organik hanya bisa di dapat di supermarket besar. Tak heran jika harganya pun termasuk mahal untuk kalangan pembeli di Indonesia yang masih banyak menyukai membeli sayuran di pasar.
Mungkin jika budidaya sayuran organik ini makin meluas dan dikenal di kalangan petani Indonesia, sayur dan buah-buahan organik akan dapat dinikmati dengan harga murah. Karena tentu saja, sayuran dan buah-buahan organik akan lebih baik bagi kesehatan kita, juga untuk lingkungan kita.






