logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Rumah & Taman    Berkebun    Sayuran Organik

Meluasnya Budidaya Sayuran Organik


Ilustrasi budidaya sayuran organik

Hingga saat ini, arti kata ‘organik’ terbatas pada tumbuhan segar yang diproduksi oleh petani dengan bantuan sedikit pupuk dan pestisida. Dulu petani melakukan budidaya sayuran organik hanya terbatas pada sekelompok kecil orang-orang yang peduli pada kesehatan, nutrisi dan lingkungan.

Namun kini, budidaya sayuran organik mulai meluas, bahkan produk organik tak hanya terbatas pada buah dan sayur saja. Kini ada telur organik, daging ayam organik, beras organik hingga susu organik.

Pengertian Sayuran Organik

Salah satu solusi menciptakan makanan sehat bebas racun adalah membudidayakan sayuran organik secara mandiri. Selama ini pertanian modern terlalu banyak memakai pupuk kimia, dan obat-obatan. Ternyata kedua unsur tersebut melekat pada sayuran dan buah-buahan.

Jika sayuran yang terdapat residu kimia dari kedua unsur tersebut dikonsumsi dalam jangka panjang, efeknya bukannya menyehatkan malahan dapat memicu timbulnya kanker. Oleh karena itu, disarankan mengonsumsi sayuran yang dibudidayakan secara alami tanpa ada unsur kimiawi. Baik dari proses pemumpukan dan pembasmian hama menggunakan bahan alami.

Sayuran dan buah-buahan itu dinamai bahan makanan organik. Sekarang mengonsumsi sayuran dan bahan makanan organik lainnya menjadi bagian dari pola hidup sehat secara holistik. Pola konsumsi sehat seperti ini perlu ditiru demi menjaga kesehatan.

Manfaat Budidaya Organik bagi Lingkungan

Menanam sayuran organik sangat mudah seperti menanam sayuran lainnya. Bisa di mana saja, termasuk di lahan sempit seperti halaman rumah sekalipun. Mengolah tanah kosong menjadi kebun sayuran organik menciptakan peluang bisnis kecil-kecilan. Apalagi membudidayakan sayuran organik yang memiliki nilai ekonomis, selain dikonsumsi sendiri bisa dijual lagi di warung maupun restoran organik.

Cara bertanam sayuran organik sama seperti cara bertanam sayuran lainnya. Bedanya hanya terletak pada perawatan dan pemumpukannya yang menggunakan pupuk kandang dan media kompos sebagai pengaya unsur  hara. Termasuk pestisida dengan menggunakan bahan-bahan yang natural tanpa ada unsur kimia sekalipun.   

Budidaya sayuran organik sangat bermanfaat mengembalikan kondisi tanah yang tadinya rusak karena berkali-kali ditanami sehingga unsur haranya habis. Cara bertanaman sayuran organik menggunakan pupuk kandang dan kompos, yang ramah dengan alam dan mampu memperkaya humus di tanah.

Tanah yang kaya akan humus bisa ditanami apa saja dan tanaman menjadi subur. Lahan terbatas yang bisa dijadikan kebun organik Budidaya tanaman organik bisa menggunakan pekarangan rumah, sebagian halaman kantor, atau lahan tidur. Bahkan kalau tak punya lahan, pakai media pot juga tak dilarang.  

Berikut ini merupakan contoh-contoh lahan yang bisa dipakai untuk bertanam sayuran organik.

1. Halaman Rumah

Gunakanlah halaman rumah Anda untuk bercocok tanam. Rumah yang penuh dengan hijau-hijau lebih nyaman dipandang dari luar. Cobalah menanam sayuran di sebagian halaman rumah yang kosong.

Kalau tak ada halaman, Anda bisa menggunakan pot   peralon-peralon pvc dengan diameter 5 Cm, dan pinggirnya dilobangi memanjang. Sedangkan di bawahnya di lobangi lagi untuk saluran pembuangan air.  Isi peralon tersebut dengan media tanam yang sudah dicampuri pupuk kompos, kemudian ditanam bibit sawi atau bayam. Pot-pot peralon ini digantung di tembok secara horisontal.

2. Halaman Kantor 

Tak ada salahnya kantor Anda dihiasi tepatnya ditanami dengan aneka sayuran organik. Kantor merupakan tempat tinggal kedua setelah rumah pribadi. Dengan kata lain sebagian hidup Anda dicurahkan di kantor.

Menanam sayuran di kantor merupakan kegiatan selingan, menghibur diri di tengah kepenatan kerja. sambil istirahat sejenak menyempatkan diri menyirami tanaman dengan air. Memandang tanaman hijau dipercayai bermanfaat meredakan stres.

Lahan yang bisa dipakai untuk bertanam sayuran, bisa di belakang kantor atau lantai atas sendiri. Ketika panen sayuran organik bisa dipakai untuk pesta kecil, masak-masak  bersama teman sejawatnya.

3. Tanah Kosong 

Lahan berikutnya adalah memanfaatkan lahan tidur yang tak terpakai. Terbesit rasa prihatin melihat lahan kosong/lahan tidur yang tak dipakai bertahun-tahun. Daripada nganggur lebih baik dipakai buat bercocok tanam.

Sebenarnya tak ada salahnya menyewa lahan kosong guna diolah menjadi lahan pertanian organik. Anda bisa menghubungi pemilik lahan untuk meminta izin memakai lahan kosongnya, kalau perlu dikontrak setahun. Apabila penggunaan lahan dipakai untuk kepentingan bisnis.

Jenis Sayur Hijau 

Hampir semua sayuran dan buah-buah bisa dibudidayakan secara organik, asalkan Anda mengerti karakter tanaman. Di bawah ini merupakan macam-macam sayuran yang bisa dibudidayakan secara organik, antara lain:

1. Bayam

Bayam merupakan tanaman yang mudah tumbuh di mana saja, di tanah maupun di pot. Bayam tak suka tanahnya kebanyakan air, karena bisa membusukan akar. Bayam banyak disukai petani organik karena masa panen bayam sangat cepat. Masa panen bayam yakni selama 1,5 bulan saja. Selain itu, hasil panennya cepat diserap pasar. Bayam mengandung banyak zat besi, sangat bermanfaat mencegah anemia.

2. Sawi Hijau 

Pilihan tanam kedua adalah sawi hijau, sayuran jenis ini mudah sekali dibudidayakan di lahan terbatas. Hanya menggunakan pot dari peralon saja, sayur jenis ini bisa tumbuh subur. Sawi merupakan sayuran semusim yang masa panennya pun cukup singkat.

Sawi banyak dipakai sebagai sayuran tambahan untuk mie ayam, bakso, tomyam dan lain sebagainya. Kandungan nutrisi pada sawi hijau antara lain kalsium, fiber, Vitamin A, B1, dan masih banyak lagi. Jenis lain sawi adalah pakcoy, sawi putih, sawi merah, semua jenis sawi bisa ditanam secara organik. Permintaan sawi organik datang dari restoran organik, hotel dan catering diet.

3. Selada 

Selada merupakan sayuran hijau yang banyak diminati konsumen. Ciri daun selada bergelombang atau kriting kecil-kecil, warnanya hijau muda. Menanam selada sangatlah mudah, tanah tempat tanaman, jangan terlalu kering, maupun terendam air. Asal rajin disiram air selada bisa tumbuh subur.

Jika banyak serangga yang bersarang di daun tanaman selada, bisa disemprot dengan pestisida herbal. Petisidan ini terbuat dari bahan alami. Tanaman sayur semusim ini bisa dipanen setelah dua bulan.   Karakter daun selada jika dimakan ada sensasi renyah dan segar. Selada lebih enak dikonsumsi dalam keadaan segar  tanpa harus dimasak. Tak heran pada sajian masakan Sunda, selada dijadikan sayur lalapan.  

Keunggulan Tanaman Organik

Tanaman organik lebih segar dan lebih sehat. Bila dilakukan dengan agak serius, tanaman ini bisa memberikan keuntungan ekonomi yang tidak sedikit. Coba perhatikan singkong yang ditanam secara organik.

Daunnya lebih gurih dan ubinya lebih besar. Begitupun dengan wortel, kentang, dan jenis sayuran lain yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat untuk menu makan sehari-hari, ternyata hasilnya sangat menyenangkan.

Jadi untuk satu bisnis, bidang budidaya tanaman organik ini sangat perlu dicoba. Tanah akan lebih berbau segar dan tidak tercium bau bahan kimia. Pasti sangat menyenangkan ketika berhasil makan tanaman sendiri.

Cukup untuk memasak semangkuk sayur sederhana dengan bahan satu siung bawang merah dan bawang putih, garam, gula sedikit. Menu sederhana itu akan tercium cukup menggoda. Cobalah untuk mencicipinya dan Anda mungkin akan ketagihan.

Budidaya Sayuran Organik

Mengapa budidaya sayuran organik kini makin populer dan bahkan produknya banyak dicari orang? Alasannya seperti telah disebutkan di atas adalah karena masyarakat sekarang lebih peduli pada kesehatan, nutrisi atau gizi dari sayuran tersebut.

Seperti kita semua ketahui, budidaya tumbuhan organik merupakan cara membudidayakan tumbuhan dengan menggunakan cara yang alami, dimana petani menyuburkan tanah tempat tanaman tersebut ditanam.

Sementara budidaya tanaman dengan cara lama dapat merusak tanah karena pemakaian pupuk dan kimia yang ada pada pestisida dengan tujuan menyuburkan tanaman, bukan tanahnya.

Kontaminasi Pestisida pada Sayur dan Buah

Berikut 12 buah-buahan dan sayuran yang paling banyak terkontaminasi pestisida, menurut kelompok peneliti lingkungan Environmental Working Group (EWG):

  1. Stroberi
  2. Paprika
  3. Bayam
  4. Buah ceri
  5. Buah peach
  6. Semangka (yang berasal dari Mexico)
  7. Seledri
  8. Apel
  9. Aprikot
  10. Kacang hijau
  11. Anggur (yang berasal dari Chile)
  12. Ketimun

Produk lainnya cenderung memiliki residu pestisida yang rendah. Bahkan sebenarnya tidak perlu membeli pisang organik, karena sisa-sisa pestisida yang menempel di kulitnya tidak akan termakan. Sayuran lain yang pestisidanya rendah termasuk brokoli, kentang, kol, bawang, asparagus, dan blueberry.

Di Indonesia, budidaya sayuran organik masih tergolong langka. Sayuran dan buah-buahan organik hanya bisa di dapat di supermarket besar. Tak heran jika harganya pun termasuk mahal untuk kalangan pembeli di Indonesia yang masih banyak menyukai membeli sayuran di pasar.

Mungkin jika budidaya sayuran organik ini makin meluas dan dikenal di kalangan petani Indonesia, sayur dan buah-buahan organik akan dapat dinikmati dengan harga murah. Karena tentu saja, sayuran dan buah-buahan organik akan lebih baik bagi kesehatan kita, juga untuk lingkungan kita.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Sejengkal Tanah untuk Sayuran Organik
  • Menanam Jenis Sayur Sayuran Di Rumah
  • Budidaya Sayuran
  • Cara Berkebun & Khasiat Sayur-sayuran Organik
  • Kebun Sayuran di Pekarangan Rumah
  • Manfaat dan Cara Bertanam Aneka Sayuran Organik
  • Benarkah Tanaman Sayuran Organik Lebih Sehat ?
  • Cara Menanam Tomat
  • Kelebihan dan Kelemahan Sayur Organik
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA