Budidaya Sayuran
Ilustrasi budidaya sayuran
Idealnya memiliki rumah tinggal adalah yang memiliki lahan yang masih tersisa yang tidak dipenuhi bangunan. Namun kondisi saat ini banyaknya pengembang perumahan yang ternyata banyak yang mendesain rumah tinggal dengan menyisakan sedikit yang belum terbangun dengan alasan mahalnya harga rumah atau tanah jika mengalokasikan halaman yang luas. Akibatnya kita tidak dapat melakukan kegiatan budidaya tanah, khususnya untuk budidaya sayuran.
Banyak mereka yang tinggal di perumahan yang lahannya terbatas kemudian tidak dapat berkebun padahal keinginan hati sebenarnya bisa selalu berkebun di rumah untuk sekadar mengisi waktu luang atau sedikit melupakan kepenatan setelah seharian beraktivitas dengan pekerjaan. Namun saat ini bukan menjadi suatu alasan kita tidak bisa berkebun karena terbatasnya lahan.
Bertanam Sayuran Organik di Lahan Sempit
Berkebun di lahan sempit dapat disiasati dengan cara yang mudah dan aman serta menghasilkan tanaman yang dapat menghasilkan buah,sayur yang sehat tidak kalah kualitasnya dengan yang biasa kita beli dan konsumsi setiap hari. Saat ini orang lagi berusaha untuk selalu mengkonsumsi buah dan sayur organik dengan alasan kesehatan. Oleh karena itulah, maka budidaya sayuran di lahan sempit sangat digemari untuk saat ini.
Memulai bertanam sayuran organik atau budidaya sayuran di lahan sempit tidaklah susah, kita tinggal menyiapkan tempat bertanam yang terdiri dari pot, polibag, atau paralo diameter 20 cm yang telah dipotong selebar kira-kira 5 sampai 7 cm dengan dibuatkan beberapa lubang kecil beberapa buah dibagian bawahnya yang berfungsi sebagai resapan agar air tidak menggenang.
Berikutnya adalah menyiapkan media tanam berupa tanah kompos yang dapat langsung kita beli jadi di kios penjual bunga, ataupun kita dapat membuat sendiri dari sisa sampah dapur dengan menyisihkan sampah basah dan kering yang diproses dalam bak khusus selama 1 sampai 2 bulan sudah dapat dimanfaatkan.
Menyiapkan bibit sayur yang akan kita tanam yang ideal kita tanam di lahan sempit adalah tomat, cabe, terung, sawi, selada, kemangi, timun dan sayur lainnya yang pada intinya perkembangan tanaman tersebut tidak terlalu memerlukan tempat yang banyak atau luas. Budidaya sayuran memang tidak membutuhkan lahan yang luas.
Setelah semua kebutuhan untuk menanam sayur tersedia dan siap tanam kita upayakan menanam adalah sore hari agar bibit yang kita tanam tidak terkena sinar matahari secara langsung karena perputaran waktu berikutnya matahari tenggelam (malam) ada waktu bagi sayur yang kita tanam memulihkan kembali kesegarannya setelah dicabut (stress).
Mempersiapkan Lokasi Budidaya Sayuran
Mempersiapkan lokasi dimana tanaman yang baru kita tanam adalah penting yaitu ditempat yang terbuka namun tidak terkena matahari secara langsung. Tanaman sayur yang ditanam diparalon yang tepat adalah jenis selada (selada burger) karena tidak mengalami pertumbuhan yang panjang dan besar sehingga paralon bisa diletakkan menggantung di tembok dan dapat berfungsi sebagai tanaman hias karena bentuknya yang indah dan warna hijaunyapun segar.
Penataan pot dan polibag juga dapat kita atur sedemikian rupa mengikuti lahan yang tersisa sehingga rumah kita tampak asri dengan bertanam sayuran organik di lahan sempit. Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah perawatannya yang harus tepat yaitu tidak banyak menyiram dengan air secara manual namun kita harus memakai alat semprot sehingga air tidak menggenang untuk menghindari busuk tanaman budidaya sayuran kita.
Pemupukan rutin dan teratur kita lakukan dengan memakai larutan tepung agr-agar tanpa rasa yang terbuat dari rumput laut sesuai kebutuhan pada pagi atau sore hari. Penanggulanganhamaulat, belalang dan sejenisnya kita menggunakan cabe matang kita haluskan dan airnya kita semprotkan di daun atau tanaman yang diseranghama. Jika memungkinkan kita berupaya membersihkannya secara teratur agar tanaman sayur organik bebashama.
Ketelatenan dan kesabaran akan menghasilkan tanaman sayur yang sehat dan segar serta dapat memenuhi kebutuhan kita mengkonsumsi sayur dari kebun kita sendiri serta berdampak nyaman dan segarnya halaman rumah kita yang sempit serta menemukan sarana rekreatif yang efektif setiap hari dengan merawat tanaman. Menurut para ahli stres dan sakit bisa sembuh dengan berkebun. Jadi mengapa kita tidak bertanam sayur organik di lahan sempit.
Perawatan Dalam Budidaya Sayuran
Seperti halnya menanam tanaman yang lain, dalam melakukan penanaman sayuran juga memerlukan perhatian yang sama. Beikut adalah beberapa hal yang patut diperhatikan dalam melakukan proses budidaya atau penanaman sayuran di kebun kita, entah itu di kebun rumah kita yang memiliki lahan yang sempit atau pun pada lahan yang lumayan luas.
Pemilihan Benih atau Bibit Yang tepat. Hampir semua tanaman termasuk sayuran dikembang biakkan melalu benih atau bibit. Kita dapat memperoleh benih atau bibit ini dengan membelinya di toko pertanian yang memang khusus menjaul bibit sayuran.
Atau jika kita memang sudah melakukan proses penanaman sayuran sebelumnya maka kita sudah dapat memproduksi bibit sayuran itu sendiri. Kebanyakan dari bibit sayuran ini berasal dari bunga atau biji yang diproduksi dari tanaman sayuran itu sendiri.
Sebut saja sayuran sawi atau pun kangkung. Bibit sawi diperoleh dari tanaman sayuran sawi yang memang dibiarkan menghasilkan bunga. Nantinya bunga tersebut akan menghasilkan biji, dimana biji inilah yang nantinya dapat kita gunakan sebagai bibit dari tanaman yang baru yang akan kita tanam.
Selain sawi, tanaman kangkung juga memiliki hal yang serupa. Bibit kangkung diperoleh dari tanaman kangkung yang menghasilkan bunga. Di dalam bunga kangkung yang berwarna putih ini akan terdapat beberapa biji dari bibit atau benih yang dapat ditanam untuk menghasilkan tanaman kangkung yang baru.
Jika kita sudah menemukan bibit yang tepat dari tanaman sayuran yang akan kita tanam maka kita pun akan menanam bibit tersebut di dalam tanah. Untuk beberapa jenis tanaman sayuran, dalam penanamannya, bibit cukup disebar dan nantinya akan tumbuh menjadi tanaman yang baru.
Namun ada juga beberapa jenis sayuran yang membutuhkan penanaman bibit yang benar. Di dalam tanah dibuah lubang. Lalu satu per satu bibit dimasukan ke dalam lubang tersebut. Dan kita tinggal memberikan perawatan lanjutan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan maksimal.
Pemberian Air Yang Cukup dan Benar. Setelah bibit kita tanam dalam tanah, kita tinggal menunggu selama beberapa hari sampai tumbuh tunas dari bibit yang sudah kita tanam. Sejak bibit ditanam sampai bibit tumbuh menjadi tunas tanaman kecil, saat itulah kita perlu untuk terus memberikan air atau menyiram tanaman kita tersebut.
Hanya saja perlu diperhatiakn mengenai volume atau banyak sedikitnya air yang kita siramkan ke tanaman tersebut. Untuk usia tanaman yang masih dini, ada beberapa jenis sayuran yang hanya membutuhkan jumlah air yang sedikit dan tak berlebihan.
Sampai bibit telah tumbuh menjadi tunas kecil pun, kita harus tetap menyiram tanaman kita itu. Air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup termasuk juga tanaman kita. Janganlah sampai lupa untuk menyiram tanaman setiap harinya pada pagi dan sore hari. Dan perlu diingat mengenai volume air yang ita berikan kepada tumbuhan kita.
Sampai tanaman kita sudah besar dan menghasilkan hasil yang kita harapkan, proses penyiraman ini harus tetap diberikan. Untuk beberapa tanaman tertentu sebut saja jagung, tanaman ini membutuhkan jumlah air yang cukup banyak saat ia akan mulai tumbuh. Jadi itulah mengapa petani jagung akan mengairi lahan yang ditanami jagung dengan jumlah air yang lumayan banyak atau sampai mengenangi permukaan dari tanah yang ditanami oleh tanaman jagung tersebut.
Pemupukan Yang Tepat. Pupuk ibarat makanan yang dapat menyehatkan tumbuhnya tanaman kita. Kita harus memilih jenis pupuk yang tepat untuk tanaman kita. Atau kita harus mengenali pupuk mana yang memang harus diberikan kepada jenis tanaman kita. Karena setiap tanaman memerlukan jenis pupuk yang berbeda sesuai dengan jenis dari tanaman itu sendiri.
Selain pengatuan mengenai jenis pupuk, proses pemberian dan bagaimana memberikannya juga harus diperhatikan dnegan benar. Jangan sampai pupuk diberikan dalam jumlah yang berlebih atau justru berkurang yang hanya akan merusak atau menghambat pertumbuhan dari tanaman sayuran kita.
Itulah beberapa hal yang dapat kita perhatikan saat melakukan proses budidaya sayuran. Selamat bercocok tanam!

