Bukti Kebenaran Al-Qur’an

Bukti kebenaran Al-qur’an bisa dilihat dari berbagai sudut. Bila dari segi kebahasaan, semua ahli bahasa Arab sudah mengakui kehalusan dan kehebatan tata bahasa Al-qur’an. Bahkan, ada beberapa bagian yang tak mampu diterjemahkan oleh siapapun –bagian tersebut hanyalah bisa diperkirakan maksudnya.
Dari segi isi, siapa yang tak terpesona oleh cerita yang ada di dalam Al-qur’an. Begitu banyak hal yang menakjubkan bila berbicara tentang bukti kebenaran Al-qur’an. Apalagi bidang sains.
Fakta tentang bentuk bumi dan keteraturan benda langit telah membuat banyak orang mengakui bahwa Al-qur’an bukanlah buatan Rasulullah. Al-qur’an benar-benar adalah firman Allah.
Bila adanya siang dan malam, matahari yang tak pernah tenggelam –seolah tenggelam karena bumi membelakangi matahari, bentuk hewan-hewan dan tumbuhan, tak mampu membuat kita percaya sebagai bukti kebenaran Al-qur’an, maka mari kita lihat kepada hal yang lebih hebat lagi.
Bacalah Al-Qamar (QS 54 : 1-55), ini tentang bulan yang terbelah sebagai salah satu mukjizat Rasulullah. Al Qamar menggambarkan umat-umat terdahulu yang mendustakan agama Allah.
Suatu penggambaran yang begitu detil. Ahli sejarah mana yang mampu membuat gambaran yang begitu hebat seperti itu selain bahwa berita itu memang dari firman Allah.
Tela’ahlah Ar-Rahman (QS 55 : 1-78) yang mengajak manusia untuk menyadari betapa karunia Allah begitu banyak untuk umatnya. Allah sampai bertanya, nikmat yang mana lagi yang hendak manusia dustakan. Dalam surat ini, kita dapat menemukan buah delima sebagai salah satu buah yang penuh khasiat.
Kini terbukti bahwa banyak orang meneliti dan membudidayakan salah satu buah ajaib nan eksotik ini. Buah delima diyakini sebagai penurun berat badan yang baik, obat darah tinggi dan mengandung antioksidan yang bagus. Para ahli kesehatan dan kecantikan seolah berlomba mencari tahu bagaimana memanfaatkan khasiat buah ini.
Berita bahwa madu dan susu yang penuh khasiat pun dapat ditemui dalam Al-qur’an. Apalagi masalah tentang kehamilan yang maha berat yang dirasakan oleh para ibu tak luput digambarkan dalam Al-qur’an.
Terbentuknya manusia yang berasal dari sperma (Al Qur'an, 53:45-46) , pemberian air susu ibu –secara tidak langsung memberitahukan kepada manusia bahwa ASI adalah minuman terbaik untuk bayi - ada di dalam Al-qur’an.
"Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka." (Al Qur'an, 96:15-16). Ubun-ubun? Ada apa dengan ubun-ubun? Bukankah ini mengenai otak manusia.
Sekarang baru kita mengetahui bahwa ada bagian yang disebut prefrontal yang bertugas mengatur fungsi-fungsi khusu otak. Prefrontal ini terletak di bagian depan tulang belakang. Ternyata kalau kita mulai berpikir merencanakan sesuatu, daerah frontal cerebrum (otak besar), akan mulai bergerak.
Inilah mengapa bila ubun-ubun ini sangat penting. Kalau terbentur sedikit saja, maka bukan tidak meungkin akan mengganggu fungsi otak secara keseluruhan.
Masih banyak lagi yang belum tergali dari Al-qur’an sebagai bukti kebenarannya. Oleh karena itu, setelah tahu bahwa Al-qur’an bercerita tentang waktu dan maknanya, tata cara kehidupan yang akan membawa ke arah kebaikan, maka mari manfaatkan waktu untuk menggali lebih banyak lagi informasi dari Al-qur’an.






